2 tahun lalu · 3786 view · 1 menit baca · Puisi fitnah.jpg
Ilustrasi: 4.bp.blogspot.com

Sajak Tukang Fitnah

Tukang fitnah, tukang fitnah
Memfitnah orang-orang baik jadi buruk
Memfitnah mereka-mereka yang bijak jadi korup
Mendulang angkara murka dengan ocehan

Di hotel-hotel megah berbintang mewah
Di gedung-gedung menjulang tinggi tanpa ujung
Tegak ia berdiri penuh muak iri dengki
Meraung-menggonggong bak anjing kehausan di siang bolong

Tukang fitnah, tukang fitnah
Hidup dari rasa benci yang membabi
Lahir dan tumbuh dari jiwa rakus tak terbatas
Asa, mimpi, dan cita-cita yang mulai orang bangun
Ia lumat dan bunuh dengan nada-nada jalang
Semua hanya sebab hasrat yang tak terbalas

Tukang fitnah
Tebar benci di Ibu Kota
Angkuh gayanya bak penjajah
Kotoran ia makan tanpa ragu
Ia muntah untuk yang lain tanpa malu

Tukang fitnah
Karibnya para tikus got jalanan
Centengnya aparat yang haus darah sesama
Menteror hidup
Meleburnya jadi neraka paling jahanam

Tukang fitnah, tukang fitnah
Kelak masa akan tiba untuk bicara
Karma itu akan lantang tak terperih
Bukan manusia, malaikat, atau tuhan sekali pun
Hidup sendiri yang akan berlaku dan berbuat

Note: Terinspirasi dari "Sajak Tukang Gusur" Fadli Zon.