Mahasiswa
10 bulan lalu · 1157 view · 1 min baca menit baca · Puisi 95185_46890.jpg
pinterest

Sajak-Sajak Pendek

7 Sajak Pendek

sajak-sajak pendek ditulis
oleh bocah lelaki itu
agar kelak mudah
dibaca berulang
perempuan
pemilik
mata
api


Rumah Keong

kita bisa tenang bercinta
di dalam rumah keong
tanpa reyot kasur
hancur lebur

: mengajak empunya
tempur kata berahi

kita bisa senang bercerita
di selasar kata-kata
tanpa plot kacau
berantakan

: menarik sang tokoh
beradu kenangan


Bayang-Layang

ketika sore, angin menderu
limbung ke arakan mega
di tapal batas senja

kau suka main layang-layang?

ketika malam, lampu tembok
menyorot ke dinding
beranda rumah

kau suka main bayang-bayang?

apa kau mau menangkap
bayang layang-layang
yang malam nanti
akan tergeletak
dalam tidur
senyapmu
sayang


Masa Berpulang

setiap orang, semurung apa pun,
punya alasan untuk pulang

seekor kekunang, damai rahayu,
justru tak ingin bertemu ibu

jengah ia ditanya-tanya
gelisah ia dinyana-nyana
mahalelah ia diterka-terka

kata pulang tiada jinak
sebab ia tak tahu
akan berbuat
apa untuk
si ibu


Tunarungu

di depan meja makan
seorang anak tunarungu
memanggil-manggil tuhan

mata isyaratnya tak terbaca
oleh kita yang mengerti kata

nasi bercampur kuah santan
terharu seraya mengaminkan

sepotong ikan peda goreng
diam-diam terisak pelan

: gerak tangan dan hatinya,
adalah ganti dari setiap ucapan


Sajak untuk Perempuanku

/I/

kau ladangku yang penuh rupa
di tanahmu aku seorang pertapa

kelak bila waktunya tiba:

kuajak kau membaca musim
demi suci benih kita dalam rahim

/II/

meski gerimis melahirkan basah
kau ladangku yang tak resah

tetaplah di sampingku
memilin rintik hujan
menjadi topi kecil
tuk anak-anak
yang jinak
di dalam
asuhan
kita


Serumit Kaca Lipat

merapat cuping telingamu sepenuh hayat demi menajamkan pendengaran ke tubir bibir yang tak pernah rampung, sedari dahulu hingga kini, menunaikan kata-kata kotor. berbincang saja selepas-lepasnya, sejauh-jauhnya, sedetail-detailnya, empat mata, tidak mata empat, terhimpit kedap bilangan empat empat yang lupa bertempat.

aku menantimu di balik kaca yang malam ini sengaja kaulipat

Artikel Terkait