Penulis
2 tahun lalu · 958 view · 1 menit baca · Puisi mas_ian_klm.jpg
Sumber: Instagram 'kopilayakminum'

Sajak Kopi Layak Minum

Kopi
Pahit untuk nikmat, bolehkah?
Jikalau kopi dapat bicara,
Inilah aku kawan.
Kolaborasi indah, rasa, mimpi, dan cinta.
Bukan untuk hausnya nafsu, melainkan tenangnya jiwa.
Kawan, apa kaitannya kopi dengan cinta?
Merasakan 1001 kepaitan, untuk sebuah kenikmatan.
Merasakan 1001 telikungan,
Untuk sebuah pernikahan.

Kopi,
Dusta untuk cinta, bolehkah?
Jikalau boleh kopi balik bertanya,
Adakah cinta tanpa dusta?
Ada, langka, tak mudah, jawab bunga.

Teman sejati sekopi sekali
Hendak merangkak pergi
Setelah kita minum ini, kita semua saudara.
Kopiku pun tumpah perlahan meresap kedada
Apa yang harus kulakukan untuk tumpahan ini, tersenyum atau marah? Atau marah sembari tersenyum, merelakan rasa pahitnya sebuah kenangan

Kopi hitamku,
Kuingat malam berdarah pada puluhan tahun silam
Berontak berapi membela ideologi 
Susah tiada sesal 
Kepahitan dan buah luka menambah harum aroma perjuangan,
Tiada kata tiada Cinta 
Untuk bumi pertiwi tercinta

Kopi,
Minuman dari surga, teranugerah untuk dunia
Menumpas lara 
Mengeja doa-doa
Menuju langit...
Terjun ke bumi
Membiaskan tiap cerita kita
Tentang nafas cinta malam itu

Seperti kopi dan hujan
Kau lengkapi sunyi senyapku
Dengan pekat manis senyumanmu

Seperti kopi dan hujan
Seperti aku saat ini memelukmu dari kejauhan
Melalui bulir-bulir doa terselip rindu 
Lewat rindu juga kita menyatu

Seperti menyuruput kopi dikala hujan
Hangatnya rindu merasuk di dada
Bersama menguap lemahnya harap, bangsat
Sialan, kampret
Tak sengaja kata itu keluar,
Karena sang kopi mendadak mengerti resahku

Artikel Terkait