Istilah Nautical Tourism tentunya sudah tidak asing lagi bagi para penggerak bidang ilmu pariwisata. Nautical Tourism ini merupakan bagian dari marine tourism atau pariwisata bahari.

Oleh karena itu, jangan bingung dalam mengelompokkan istilah-istilah kepariwisataan.

Jadi, nautical tourism merupakan segala aktivitas yang menggabungkan kegiatan berlayar dengan berperahu atau kombinasi di antaranya yang menjadi tujuan wisatawan dalam melakukan kegiatan wisata.

Jika dilakukan di suatu negara, dari pelabuhan lalu ke pelabuhan lain dengan melakukan acara-acara yang berpusat pada kapal pesiar dengan cara menggabungkan wisata air dengan kegiatan lainnya, seperti menginap atau kuliner di dalam kapal tersebut untuk pariwisata budaya. 

Biasanya bentuk nautical tourism ini lebih populer di musim panas. Lalu, apakah event-event sail yang ada di Indonesia terkait dengan nautical tourism?

Iya benar. Event-event sail di Indonesia itu merupakan kegiatan pelayaran di perairan Indonesia yang diadakan setiap tahun untuk mengembangkan sektor pariwisata khususnya marine tourism di daerah yang menjadi lintasan kapal pesiar.

Salah satu contoh event sail di Indonesia yaitu Sail Wakatobi-Belitung tahun 2011.

Sail Wakatobi-Belitung diikuti oleh ratusan yacht dari mancanegara yang berlayar dari Darwin, Australia kemudian singgah melewati 21 kabupaten atau kota. Adapun jalur yang dilewati mulai dari Saumaki, Banda, Ambon, Wakatobi, Makassar, Lombok, Bali, Karimun Jawa, Kumai, Belitung, lalu berakhir di Singapore.

Sail ini dilaksanakan selama enam pekan yang di mulai pada pekan kedua, bulan Juli hingga pekan keempat, bulan Agustus 2011 dengan tema “Clean the Ocean for Future Live” yang diikuti oleh 115 peserta dari 19 negara.

Kegiatan Sail Wakatobi-Belitong ini sebagai ajang mempromosikan wisata bahari serta wisata budaya di wilayah tersebut dengan memanfaatkan potensi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mengapa sail diadakan di Wakatobi dan Belitung?

Karena Wakatobi dan Belitung ini jika diibaratkan seperti surga kecil yang menyuguhkan keindahan alam dan suasana pesisir pantai. Alam bahwa laut membuat wisatawan semakin tercengang melihat setimpal kekayaan biota laut.

Selain itu, Wakatobi dan Belitung ini sebagai salah satu kepulauan sedang di dorong untuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan karena memiliki komoditas unggulan yang nantinya akan dipamerkan sebagai produk prioritas kelautan untuk wisatawan.

Adapun kegiatan yang diadakan pada event sail Wakatobi-Belitung antara lain, pertama yacht rally yang mengambil titik keberangkatan di Darwin,  Australia pada 23 Juli 2011 dengan titik akhir di Singapore.

Kedua, aksi sosial dalam Operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya yang digelar di enam provinsi yakni Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

Ketiga, seminar nasional dan internasional mengenai pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan. Keempat, lintas nusantara remaja bahari. Kelima, pameran produk kelautan dan perikanan.

Dan yang terakhir, acara puncak dilaksanakan di Wakatobi tepatnya di Pantai Sombu pada 23-29 Agustus 2011 dan di Belitung tepatnya di Pantai Tanjung Kelayang pada 5-12 Oktober 2011. Kedua acara puncak tersebut dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain acara utama, terdapat juga acara pendukung yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Wakatobi-Belitung, seperti upacara pernikahan bawah laut secara masal, lomba catur dalam laut, gerakan tanam rumput laut, festival film lingkungan internasional, lomba foto dalam air, dan berbagai kegiatan lain di Wakatobi-Belitung yang bersifat konstruktif.

Program Sail Wakatobi-Belitung ini menjadi salah satu bagian dari event internasional itu sendiri, yang menjadi agenda tiap tahun. Mengapa?

Karena banyak diikuti oleh peserta yang berasal dari luar negeri seperti negara Australia, Malaysia, Jepang, dan lain-lain. Dengan banyaknya peserta dari luar negeri, pemerintah berharap agar Wakatobi-Belitung lebih dikenal di kalangan wisatawan mancanegara.

Tak hanya itu, ini menjadi salah satu upaya pencitraan positif destinasi wisata di Indonesia yang memiliki kekayaan wisata bahari yang memiliki biodiversitas laut terkaya di dunia yang terlihat adanya pancaran terumbu karang seperti surga bawah laut.

Dengan adanya event sail, Wakatobi-Belitung sebagai destinasi wisata dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dengan upaya memperkenalkan kawasan wisata bahari tersebut karena akan memberikan dampak langsung pada masyarakat pesisir.

Selama kegiatan Sail Wakatobi-Belitung sedang berlangsung, seluruh kamar hotel maupun jasa rental mobil habis dipesan oleh wisatawan maupun peserta yang datang.

Bahkan rumah makan, toko kecil,serta produk usaha kerajinan di borong oleh wisatawan maupun para tamu yang datang ke Wakatobi-Belitung, mereka menghabiskan waktunya untuk mengikuti kegiatan serta memborong cinderamata sebagai buah tangan ketika kembali ke daerah asalnya.

Bupati Wakatobi, Arhawi mengatakan bahwa Sail Wakatobi-Belitung 2011 telah memberi andil bagi perputaran perekonomian dan menjadi spirit pemerintah untuk mendorong dan mendongkrak pembangunan infrastruktur daerah.

Wakatobi menjadi daerah persinggahan kapal yang menjadi bagian dari turnamen yacth setiap pelaksanaan sail di Indonesia. Hal tersebut merupakan upaya mendorong pemerintah untuk membangun infrastruktur pendukung berupa dermaga pelabuhan.

Kementerian Perhubungan telah memberikan dana pembangunan dermaga pelabuhan tersebut karena Wakatobi telah menjadi rute perjalanan kapal-kapal mewah peserta sail Indonesia.

Dengan adanya keberadaan dermaga pelabuhan khusus kapal peserta sail, akan memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah Kabupaten Wakatobi. Hal itu merupakan upaya pengembangan pariwisata di Wakatobi, maka harus didukung dengan adanya bandar udara sebagai pintu masuk wisatawan.

Jadi, Sail Wakatobi-Belitung 2011 merupakan produk nautical tourism sebagai branding wisata bahari di Indonesia, dalam dunia internasional. Telah terlihat dari kegiatan sail peningkatan wisatawan mancanegara di Wakatobi-Belitung semakin meningkat.

Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Wakatobi, pada tahun 2011 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Wakatobi hanya sekitar 3.000 orang sedangkan  pada tahun 2012 mencapai sekitar 6.000 orang hal ini meningkat sekitar 100%.

Tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi langkah diatas merupakan upaya meningkatkan perekonomian masyarakat melalui usaha-usaha kecil yang dilakukan oleh masyarakat sekitar pesisir.