"Keluarga besar hujan mengucapkan selamat malam minggu kepada jomblo yang rentan rindu" demikian sajak singkat dari joko pinorbo yang telah menelanjangi perasaan para kaum jomblo.

Saya pun merasa dipaksa untuk telanjang oleh sajaknya itu. Tapi saya mencoba mengungkapkan sebuah pembelaan, mewakili segenap jomblo yang nyaris mati ditikam rindunya sendiri. Tak lagi mampu merangkai kata-kata puitis seperti mereka yang sedang dilanda kasmaran. Sabar mblo, doakan saya berhasil melakukan pembelaan.

Dalam kazanah perjombloan, setidaknya ada 2 madzhab besar yang berkuasa selama berabad-abad. Madzhab pertama yaitu Jomblo Ngenes (Jones) adalah seseorang yang telah menghatamkan ratusan novel cinta best seller, film-film romantis hingga ftv, demi mencari cinta sejatinya tapi ora payu-payu.

Aliran ini kurang diketahui kapan berdirinya. Tapi para tokoh terkemuka yang dapat ditelusuri ada disekitar anda masing2. Untuk keterangan lebih jelasnya mengenai aliran ini, dipersilahkan menghubungi langsung kepada tokoh yang bersangkutan.

Adalah sebuah hal yang sangat memalukan apabila pada suatu malam seorang jomblo kejang-kejang merindukan sesosok perempuan. Akan tiba masanya pada suatu malam seorang jomblo memutar nada-nada sendu, sebagai sebuah ungkapan perasaan yang mewakili segenap rasa sepi.

Plis mblooo, itu memalukan. Jangan lakukan hal itu. Harkat dan martabatmu akan semakin turun dihadapan dedek hemes mblo. Mending ngopi sambil baca buku. Itu lebih terlihat keren dan bersahaja.

Madzhab kedua, Jomblo Idealis. Merupakan aliran jomblo yang berideologi. Ideologi yang mendasari, Jomblo adalah sebuah sikap anti pada pernikahan dini. Pernikahan dipandang sebagai sebuah pengikat kebebasan, represi, hierarki, beban sosial dan moral. Alasannya, status jomblo telah menjauhkan seseorang dari beban yang menuntutnya untuk berhenti berkelana dan mengembara. Hasil survei yang saya karang sendiri menunjukkan bahwa angka tertinggi perceraian terjadi dikarenakan PDnya sepasang kekasih untuk memutuskan kawin muda. Anda yakin pingin nikah muda? Mohom untuk memikirkan kembali.

Adalah mahmud abbas al 'aqad, seorang filosof dari mesir yang telah menyumbangkan gagasan-gagasan besar dalam dunia intelektual islam. Dia salah satu tokoh jomblo idealis yang harus kita ketahui. Hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk membaca dan menulis buku, sampai ia tak punya waktu untuk mencari istri. Alasannya, hal tersebut hanya akan mengganggu konsentrasinya untuk melahap ribuan buku yang ia koleksi. Semangat dan kecintaannya terhadap ilmu memang perlu kita teladani.

Maha benar jomblo dengan segala kebebasannya. Menjadi tidak masuk akal apabila sebuah hubungan mengganggu rutinitas ngopi, diskusi, pencarian jati diri kaum lelaki. Sungguh memalukan apabila sebuah hubungan memaksa kaum lelaki untuk berselfie bersama pasangan dengan pose mulut monyong-monyong, bibir mangap-mangap. Idiot!

Entah kenapa tiba-tiba 3 ekor cicak jatuh dari atap dan mati terkapar ketika saya menuliskan ini. Pertanda apakah ini? Kutanya malam jawabnya siang, begitulah cuilan lagu peterpan. Duh dek malah ngelantur..

Kembali ke pembelaan. Ada sebuah fakta terbaru mengatakan bahwa kondisi perekonomian global tidak menguntungkan posisi indonesia. Neo-liberalisme diprediksi akan tetap langgeng di negeri ini. Sedangkan, bangsa ini terpecah belah oleh kepentingan politik. Rakyat kecil ditindas secara sadis oleh para kapitalis. Para agamawan ribut mempedebatkan pemahaman, tuding menuding mencari siapa yang benar bukan apa yang benar.

Ayolah para jomblo-jomblo selamatkan indonesiamu. Jadikan kejombloanmu sebagai alasan waktu luang untuk banyak membaca, belajar, dan bergerak. Problematika negara jauh lebih genting ketimbang meladeni dedek hemes yang manja.

Sebagai penutup, pesanku terhapap kaum senasib. Menjomblolah maka benarmu bukan sebuah kekecewaan. Tanpa kehadiran perempuan, kehidupan akan tetap dapat belangsung.