72841_64371.jpg
Foto: encrypted-tbn2.gstatic.com
Politik · 3 menit baca

Saat Partai Setan Sanggup Tumbangkan Partai Allah di Pemilu

Tokoh senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais beberapa waktu terakhir menjadi buah bibir media massa dan media sosial. Sebabnya, ia mengeluarkan pernyataan mengenai dikotomi partai Allah dan partai setan.

"Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? Untuk melawan hizbusy syaithan," ujar Amien seperti yang diberitakan CNN Indonesia.

Ada aksi, pasti ada reaksi. Pernyataan Amien pun menuai kontroversi. Ada yang membela, ada pula yang mencela. Begitulah adanya. Amien pun dilaporkan ke polisi karena ucapannya.

Sungguh, Indonesia adalah negeri yang luar biasa. Di negeri ini, Allah dan setan pun turut berpolitik. Allah dan setan sama-sama memiliki basis partai. Pertarungan politik antara Allah dan setan begitu sengit. Buktinya, baik partai Allah ataupun setan, sama-sama partai besar.

Tengoklah pernyataan Amien Rais yang saya kutip dari CNN Indonesia.

"Orang-orang yang anti-Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya. Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan."

Amien menyebutkan partai Allah dan partai setan adalah partai besar. Bedanya, partai setan diisi orang-orang yang anti-Tuhan, sedangkan partai Allah diisi orang-orang yang beriman.

Selain PAN, PKS, dan Gerindra, saya tidak bisa menyimpulkan partai lain masuk koalisi yang mana: Partai Allah atau partai setan? Sedangkan untuk ketiga partai yang disebutkan di atas, Amien menegaskan bahwa ketiga partai itu adalah partai Allah.

Amien memang menyatakan bahwa maksud pernyataannya soal partai Allah dan partai setan bukan dalam konteks (partai) politik praktis. Amien menyebut maksud pernyataannya adalah tentang cara berpikir, yakni cara berpikir untuk Allah dan untuk setan. Salah satu elite PAN juga menyatakan bahwa pernyataan Amien dalam konteks tauhid dan memiliki basis dalil dalam Alquran.

Namun, sekelumit penjelasan, baik dari Amien maupun dari elite PAN itu, terasa paradoks saat Amien sendiri menyebut tiga nama partai politik sebagai partai Allah. Logika kalimat itu tentu: bila ada partai politik yang masuk kategori partai Allah, maka ada partai politik yang masuk dalam kategori partai setan.

Kalaupun maksud Amien adalah cara berpikir, maka PAN, PKS, dan Gerindra adalah partai yang cara berpikirnya berbasis partai Allah. Sedangkan partai lain sebaliknya. Sebab, bila semua partai politik adalah partai Allah, cara berpikirnya untuk Allah, buat apa pula membuat dikotomi itu? Dan apa susahnya menyebutkan nama partai yang tidak sampai 20 biji itu? Kenapa pula hanya tiga partai itu yang ditegaskan sebagai partai Allah?

Dari sikap politik Amien yang kritis bahkan kronis kepada pemerintah, saya menduga, partai penguasa saat ini masuk kategori partai setan atau setidak-tidaknya cara berpikirnya untuk setan. Sebab, Amien juga getol menyuarakan ganti presiden.

Bila dugaan saya benar, maka artinya, partai Setan menumbangkan partai Allah. Elektabilitas partai setan di atas partai Allah. Cara berpikir untuk setan menguasai negara ini daripada cara berpikir untuk Allah.

Bila demikian, apa mau dikatakan bahwa Allah kurang cakap mengonsolidasikan mesin partai? Atau mau bilang Allah tidak kreatif membuat silabus berpikir, hingga partai setan berkuasa dan cara berpikir untuk setan yang meraih tahta?

Amien sendiri mengatakan bahwa kekuasaan datangnya dari Allah. Lha, bila yang berkuasa saat ini adalah partai setan atau cara berpikirnya untuk setan, kenapa Allah berikan kekuasaan? Atau bila ditarik ke dikotomi Amien, apakah partai Allah dijungkalkan partai setan dan cara berpikir untuk Allah kalah tenar dibandingkan cara berpikir untuk setan?

Sungguh, pernyataan Amien memang berlebihan, lebay. Semua partai politik mengakui ideologi Pancasila yang artinya mengakui Tuhan. Partai Allah atau cara berpikir untuk Allah artinya bersih, suci, antikorupsi. Apakah partai yang Amien sebutkan sebagai partai Allah adalah partai yang fitri?

Sebagai tokoh bangsa, Amien mestinya bijaksana. Tutur katanya penuh makna dan menyejukkan Indonesia. Jangan menjajakan agama untuk kepentingan politik. Apalagi bawa-bawa Allah.

Amien harusnya cukup menyebut bahwa ada partai setan, tak perlu menyebut ada partai Allah. Ada yang berpikir untuk setan, tak usah mengatakan ada yang berpikir untuk Allah. Bila seperti itu, sepertinya banyak orang akan setuju. Toh, buat apa bawa nama partai Allah tapi ditumbangkan partai setan dalam pemilu?