Kita semua tahu bahwa yang namanya berproses untuk mengembangkan diri itu tidaklah mudah. Ada banyak lika-liku yang harus kita lalui sampai pada akhirnya kita bisa berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. 

Namun, di saat kita merasa bahwa perjalanan yang kita lalui ini cukup berat, tidak ada salahnya untuk kita merenung dan menengok masa-masa dulu, saat kita masih terlihat bahagia tanpa tekanan sana-sini.

Saat ini saya sedang menjalani kuliah, tepatnya di semester satu. Sebuah awal yang sangat baru karena sebelumnya belum tahu persis bagaimana dunia perkuliahan sebenarnya.

Awalnya saya rasa kuliah akan lebih santai daripada saat masih sekolah. Dalam artian seperti tidak perlu bangun terlalu pagi untuk berangkat ke sekolah, jam pembelajaran yang fleksibel, serta peraturan yang ada juga tidak seketat di sekolah. 

Namun, semua bayangan tersebut hilang setelah benar-benar memasuki dunia perkuliahan yang sesungguhnya. Culture shock, begitu orang biasa menyebutnya. 

Dunia perkuliahan seakan berbeda 180 derajat dari masa sekolah. Tugas yang diberikan, cara dosen mengajar, ditambah lagi kondisi pandemi yang membuat semuanya terasa abu-abu.

Di saat semua rasanya begitu berat untuk dijalani, merenung sering kali menjadi pilihan untuk membuat diri menjadi lebih tenang. Duduk diam, memikirkan seberapa panjang perjalanan yang sudah dilalui untuk sampai di titik ini, untuk sampai ke kampus impian yang pernah dicita-citakan.

Saat merenung, tidak sengaja terlintas di benak saya, sebuah masa di mana hidup yang ada terasa begitu indah, santai, dan tanpa beban. Tanpa beban di sini artinya seperti tidak pernah merasakan kelelahan yang berarti. 

Masa tersebut adalah masa SMA karena SMA merupakan tingkatan sekolah yang paling dekat dengan perkuliahan dan rasanya memori saat di SMA masih terlihat begitu jelas dalam pikiran.

Saat mendengar kata SMA, apa yang kita pikirkan? Bagi saya SMA adalah tempat berproses paling nyaman terakhir yang pernah saya lalui sebelum menghadapi perkuliahan yang hectic ini. Maksud dari paling nyaman yaitu seperti tidak ada tekanan yang sampai membuat pikiran menjadi stres.

Bagaimana tidak, dunia perkuliahan yang sesungguhnya seolah-olah memberi tahu bahwa hidup itu berat dan saya yakin setelah beranjak dari dunia perkuliahan ini pasti akan ada tantangan-tantangan baru yang lebih menguras tenaga, waktu, dan pikiran.

Saat merenungkan dan memikirkan masa-masa saat saya masih sekolah, saya kembali teringat akan perkataan guru saya saat saya masih duduk di bangku SD. Beliau berkata bahwa masa sekolah adalah masa yang paling menyenangkan.

Perkataan tersebut beliau katakan setelah kami mengeluhkan pelajaran yang beliau berikan waktu itu. Sungguh, perkataan tersebut benar-benar saya alami saat ini.

Saat raga dan pikiran rasanya ingin menyerah akibat tugas-tugas perkuliahan yang membeludak, melihat masa-masa sekolah, khususnya masa SMA dulu membuat saya trenyuh dan membuat saya melihat betapa bahagianya saya dulu.

Belajar dengan begitu enjoy tanpa merasakan kebingungan yang berarti, guru yang santai dan menghibur saat di kelas, teman-teman yang bisa diajak kesana-kemari, kantin "51" yang selalu menjadi tempat favorit pelipur lapar, gazebo di depan kelas yang menjadi tempat tongkrongan saat istirahat, bahkan sampai hal terkecil sekalipun seperti kerjasama dengan teman saat mengerjakan ulangan.

Semua hal itu bahkan belum bisa menggambarkan secara utuh sebuah kehidupan yang menyenangkan saat di SMA. Rindu…Rindu tapi tak bisa bertemu. Itulah kalimat yang tepat saat merenungkan indahnya masa SMA dulu.

Saat hal-hal tersebut dibayangkan dan membandingkan dengan kehidupan perkuliahan yang sekarang, rasanya saya hanya ingin mengucapkan kata terima kasih kepada masa itu karena telah ada dan menjadi fase bahagia dalam hidup saya.

Saya sadar dan kita semua yang juga rindu pada masa sekolah dulu pasti tahu bahwa masa itu tidak bisa terulang dan cukup menjadi kenangan. Kenangan indah yang telah Tuhan berikan sebelum akhirnya mata kita dibukakan dengan kenyataan bahwa hidup itu sebenarnya berat untuk dijalani. 

Apalagi di saat kita berada pada fase di mana kita benar-benar lelah akan semuanya ini. Pasti kenangan tersebut akan lebih terasa maknanya.

Namun, kita juga tidak boleh larut dalam rasa rindu itu. Kita juga harus melihat ke depan dan bersyukur akan apa yang telah Tuhan berikan. Terus berusaha untuk menjalani hidup adalah pilihan yang paling tepat. 

Kita juga harus selalu ingat akan perjuangan yang pernah kita lakukan dulu untuk bisa sampai di titik ini. Lagipula, masih banyak di luar sana orang-orang yang sangat ingin berada di posisi kita. Intinya, jangan sampai lengah.

Biarlah masa-masa bahagia yang kita miliki dulu sewaktu masih sekolah menjadi kenangan indah untuk kita simpan di lubuk hati kita. Jangan lupa juga untuk selalu bahagia karena setiap persoalan yang datang pasti ada akhirnya.