Setiap individu memiliki kebiasaan masing -masing. Setiap orang berbeda -beda watak dan karakternya. Lalu bagaimana jika dua insan disatukan dalam sebuah pernikahan? Tentu tidak semudah seperti yang kita bayangkan. Ketika si A dan si B disatukan dalam satu rumah untuk mencapai suatu misi bersama, tentu perselisihan atau permasalahan tetap akan ada muncul. Meski keduanya sudah kenal lama, permasalahan tersebut tetap bisa ada.

  Buku “Newbie Couple” karya Arin Vita Dwitia ini sangat menarik untuk dibaca. Baik itu bagi pasangan yang akan menikah, pasangan yang baru menikah, maupun pasangan yang sudah lama menikah. Dengan bahasa yang ringan dan dilengkapi dengan contoh kejadian yang biasa dialami dalam dunia nyata, membuat buku ini bisa menjadi gambaran dan pembelajaran bagi kita dan pasangan.

  Buku ini diawali dengan cerita indahnya awal pernikahan.  Masa -masa dimana menikmati gejolak cinta, rasa ingin selalu berdua, dan rasa cinta yang meluap -luap. Namun walaupun  indah terkadang tetap diwarnai dengan segala permasalahan. Selajutnya dilanjutkan dengan masa -masa penyesuaian dengan pasangan. Oleh karena itu dibutuhkan kesabaran dan pengertian dari masing -masing pasangan.

   Dalam buku ini masa pernikahan dibagi dalam beberapa fase.  1-2 tahun pernikahan merupakan masa adabtasi. 3-4 tahun pernikahan merupakan “Zona Nyaman Berbahaya”.  5-7 tahun pernikahan merupakan masa yang paling penting dalam pernikahan. 10- 15 merupakan masa sulit yang dilalui pernikahan 10 tahun keatas. 20-30 tahun pernikahan dikenal dengan “Krisi Paruh Baya”. Dalam buku ini dapat kita temui penjelasan dari masing -masing fase pernikahan yang akan dilalui setelah menikah.

   Buku ini juga membahas tentang culture shock. Hal ini karena adanya perubahan saat sendiri dengan sudah memiliki pasangan. Mulai dari awal bangun, aktifitas, pakaian, makanan, dan hal -hal lainnya bisa berubah setelah menikah. Sehingga bagi pasangan yang tidak bisa melewati masa -masa tersebut, akan menyebabkan terjadinya perselisihan.

  “Jika merasa sedih dan tertekan dengan keadaan, lingkungan, atau suasana baru setelah menikah, maka kamu hanya perlu tenang dan santai ( hal.24). Kalimat sederhana namun mengandung banyak makna. Penyesuaian dengan pasangan tentu memerlukan waktu dan kesabaran. Tidak perlu gegabah dan langsung menyerah. Jalani semua dan selalu introspeksi diri.

  Banyak nhal tentang pasangan yang sudah menikah dibahas dalam buku ini. Hal unik yang dibahas dalam buku ini adalah kebiasaan receh yang biasa dilakukan namun dapat menimbulkan masalah dengan pasangan. Tentu setiap kita memiliki kebiasaan yang terkadang masih terbawa setelah menikah. Terkadang kita mengganggap itu meruapak hal biasa. Padahal dapat memberikan dampak kepada pasangan.

  Seperti misalnya tidak meletakkan baju kotor pada tempatnya. Mungkin awalnya pasangan kita akan bersabar dan selalu mencoba meletakkan pakaian kotor tersebut ke tempatnya. Namun jika hal ini terulang selalu, tentu ada kemungkinan muncul rasa kesal atau jengkel kepada pasangan. Apalagi jika pasangan  kita tersebut sangat memperhatikan kebersihan ruangan. Tentu dia tidak ingin pakaian berserakan yang menyebabkan ruangan berantakan.

  Kebiasaan lainnya seperti menyentuh barang kesayangan pasangan tampa izin. Beberapa diantara kita pasti memiliki barang kesayangan yang tidak ingin disentuh oleh siapa pun, sekali pun orang lain tersebut adalah pasangan. Meskipun sudah menikah, barang kesayangan tetaplah barang kesayangan yang privasinya tetap dipertahankan (hal.34). Pasangan kita tetap ingin dijaga privasinya dan dihargai.

  Pembahasan menarik lainnya dalam buku ini adalah mengenai keuangan. Salah satu hal krusial yang wajib diperhatikan dalam rumah tangga adalah keuangan (hal. 43). Berapa banyak permasalahan rumah tangga yang kadang juga berkahir dengan percerain karena masalah keuangan ini. Perihal mengenai uang ini sangat sensitif. Dalam buku ini juga dilengkapi bagaimana cara pengaturan keuangan dalam sebuah rumah tangga yang disertai contoh sehingga mudah diterapkan dalam kehidupan sehari -hari. Hal yang menarik dalam buku ini terdapat penjelas pengaturan ekonomi dari negara Jepang.

  Dengan menikah dengan seseorang berati kita siap bersama dengan pasangan kita tersebut baik dalam suka maupun duka. Tidak ada yang harus mengalah. Namun keduanya harus bisa saling bersabar dan menyesuaikan diri. Seiring waktu semuanya akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu perlu mengenal dan memahami pasangan masing -masing. Dibutuhkan untuk saling terbuka, empati, dan saling mendukung dengan pasangan.

Komunikasi yang baik sangat dibutuhkan dengan pasangan. Kata terima kasih, maaf, tolong, dan permisi jangan lupa menghiasi komunikasi dengan pasangan. Saling menghargai dan memahami diperlukan. Dengan terus -menerus saling belajar dan memperbaiki diri , komunikasi ini akan terbentuk dengan sendirinya seiring berjalan waktu dan pernikahan (hal. 61).

 Selain itu kunci kebersamaan adalah tidak memaksakan kehendak kepada pasangan. Mulai dari rasa masakan, pakaian, atau hal lainnya. Namun biarkan semua berjalan sambil menyesuaikan diri. Selain itu setiap pasangan harus bisa mengelola ego dan meningkatkan kepekangan dengan pasangannya. Laki -laki sebagai suami pasti sangat ingin dihormati dan dihargai. Perempuan sebagai istri pasti sangat ingin diperhatikan dan dimanja.

  Buku sederhana namun mengandung banyak makna dari setiap kata yang tertulis. Buku yang memberikan banyak manfaat dan gambara tentang hidup setelah menikah. Buku yang sangat menarik untuk dibaca.

Identitas Buku :

Judul : Newbie Couple

Penulis : Arin Vita Dwitia

Tahun Terbit: 2020

Penerbit: C-Klik Media

ISBN 978-623-7333-61-6