“Ada yang viral di TV nih, mari bercerita tanpa sebut nama, saya yakin, kita semua tahu siapa orangnya. Inisial-nya GS. Yuk kuti sampai selesai”.

Pada tahun 1990-an ada seorang sarjana ekonomi yang baru lulus kuliah. Dia berusaha untuk mendapatkan lapangan pekerjaan, dia ngelamar ke satu perusahaan ternyata ditolak, dia melamar ke perusahaan yang lain, dan dia mencoba berkali-kali dan semuanya kesimpulannya selalu sama dia ditolak.

Apa alasannya? Salah satunya adalah gara-gara dia gagal untuk menyampaikan ide, gagal untuk menyampaikan pendapat, ia ngomong terlalu ke sana ke sini. Sehingga dia tidak bisa meyakinkan HRD.

Oleh karena itu, dia tentu saja butuh hiling, maka dia memutuskan untuk mencari dulu jodoh siapa tahu dapat, eh sasarannya perempuan yang ingin dia jadikan istri ternyata nolak dia terus. Lalu dia mencari perempuan yang lain, eh ditolak lagi. Dia cari perempuan yang lainnya lagi, ditolak lagi.

Ternyata kisah asmaranya sama buruknya dengan kisah perjuangan ekonominya. Jadi, dia stress, tertekan, tapi ada satu momentum pada tahun 1996. Ceritanya dia mengalami kecelakaan, dan dalam kecelakaan itu secara ajaib, “dia selamat dari kecelakaan itu”.  Dan dia kemudian, mulai tersadar. Bahwa dirinya sebenarnya ditakdirkan untuk hidup.

Karena dia memiliki sesuatu ini dan itu, dan sebagainya. Kemudian ya karena dia adalah sarjana ekonomi. Dia memutuskan untuk jadi dukun seriusan, jadi dukun kemudian ia karena berbekal sarjana ekonomi yaitu ia memasang iklan di sana,  pasang iklan di situ. Juga di media-media misteri.

Baca Juga: Dukun Asmara

Dalam waktu singkat, tiba-tiba saja dia langsung dinobatkan sebagai Paranormal paling hebat di Indonesia, padahal apa yang dilakukan seluruhnya adalah otodidak.  Jadi meditasinya itu otodidak, mantra-mantra-nya otodidak, ramuan obat pun otodidak.

Hebatnya iya benar-benar menjadi sangat kaya raya, dan dianggap sebagai Paranormal paling sukses di Indonesia pada masa itu. Bukan hanya istrinya jadi banyak, uangnya juga jadi banyak. Para pejabat juga antre di depan rumahnya untuk akan bantuan-bantuan gaib.

Apa rahasianya?

Sebenarnya dia itu, ketika datang pasien ia berspekulatif saja, datang pasien mengadu begini dan begitu. Kemudian dia menceritakan obatnya harus begini dan begitu, kemudian dia memberikan sedikit sugesti, dan sebagainya. Akhirnya, kalau si pasien itu gagal, ia tidak akan cerita apapun, tapi kalau pasti itu berhasil, dia akan cerita bahwa orang ini memang bisa menyembuhkan.

“Saya” dan bla bla bla sebagainya, padahal sebenarnya bukan karena dia. Tapi ada faktor yang lain, tapi apapun itu, dia berusaha dan berhasil meyakinkan bahwa itu semua adalah berkat dia. Alasannya cuman itu, dan sesederhana itu. Tapi ya memang apa cuman spekulasi.

Ada tambahan sebenarnya sedikit, bahwa dia itu ketika ngomongnya sering ngelantur ke sana kesini, itu justru dijadikan sebagai modal agar dia benar-benar dianggap sebagai dukun yang sakti.

Kembali ke awal tadi, apa yang membuat HRD menolak dia, ketika melamar pekerjaan adalah hal yang pada akhirnya membuat dia menjadi sukses.

Apakah Anda pernah berniat menjadi dukun?

Simak rahasia-nya sebagai berikut.

Perdukunan di Indonesia adalah sebuah profesi yang paling sedikit membutuhkan skill, dan paling sedikit membutuhkan modal, tapi bisa meraup keuntungan yang sangat luar biasa.

Saya jelaskan, ada satu tips, yaitu bagaimana caranya agar menjadi dukun dan semuanya sangat-sangat sederhana, bisa dilakukan oleh setiap orang.

Pertama yang harus dimiliki yaitu, misalkan jadi dukun profesional itu adalah kemampuan untuk bisa menjebak orang lain dalam efek barnum, dan mempelajari efek barnum itu cukup satu jam atau bahkan kurang dari itu. Jadi kita bisa langsung praktik jadi dukun, kalau misalkan belajar yang sangat sederhana seperti ini.

Efek barnum itu seperti apa?

Contohnya Anda sebagai pasiennya, saya dukunnya berada konsultasi sama. Lalu saya ngomong kurang lebih seperti ini “wahai penguasa langit bumi, turunlah kepadaku untuk menyembuhkan manusia”. Dilanjutkan menjadi sok tau, ya sebenarnya itu cerdas, pas sudah pertengahan akhir tiba-tiba ada hal yang lain langsung terkecoh, belok ke sana le sini, dan gagal fokus, malah itu tidak beres-beres, pindah lagi ke yan lain. Begitu biasanya kan? Padahal itu hanya efek barnum saja.

Contoh lain, di Perancis ada seorang peramal, namanya Nostrastrodamus, nah dia itu sebenarnya stress, dia tertekan, dan kemudian dia akhirnya jadi dukun. Walaupun dia tidak memiliki pelatihan-pelatihan sama sekali terkait dengan perdukunan, tapi dia jadi dukun, bisa jadi peramal. Dan akhirnya dia laku keras ramalannya. 

Pertanyaan-nya, mengapa bisa ramalannya bisa laku keras waktu itu? Karena dia meramal di saat Perancis pada waktu itu sedang mengalami endemik wabah penyakit yang merajalela dimana-mana.

Penyakit itu dulu membuat masyarakat lebih mudah percaya pada peramal, daripada dokter, faktanya seperti itu. Kemudian setelah wabah penyakit di Prancis itu sirna, maka lamaran Nostra damus itu sama sekali tidak laku, tidak dipakai, bahkan bukunya pun tidak diterbitkan ulang. Karena masyarakatnya sudah sembuh.

Nah kemudian, ramalan itu mencuat kembali, gara-gara apa perang dunia kedua. Membuat masyarakat stres, putus asa, dan sebagainya. Maka ramalan itu kemudian muncul lagi, nah begitu.

Jadi kesimpulannya, adalah sebuah masyarakat atau suatu masyarakat tertentu, itu akan sangat membutuhkan ramalan jika mereka sedang dalam kondisi tertekan, atau saat mereka merasa kehilangan harapan masa depan yang lebih baik. Itu rumusnya. Catat ya...

Jikalau ada masyarakat yang tertekan, masyarakat yang stres, masyarakat yang miskin masyarakat yang kurang mendapatkan penghasilan memadai. Besar kemungkinan, maka mereka akan cenderung pada hal-hal yang gaib, dan termasuk dalam hal ini adalah ramalan dan perdukunan.

Ini semua sudah dikaji secara ilmiah dan terukur. Silakan cari, ada banyak sekali referensi-referensi yang menghubungkan antara takut, kecemasan dengan ramalan atau dengan perdukunan.

Misalkan dalam kasus lain, mengapa perempuan kebanyakan senang sama zodiak, horoskop dan sebagainya? Kenapa bisa seperti itu ya?

Sebenarnya bukan hanya cewek, tapi siapapun yang merasa masa depannya itu benar-benar galau, benar-benar kebingungan, benar-benar psikis-nya redup.  Maka dia akan cenderung suka baca horoskop jika arena merasa dirinya tidak aman. Jikalau dia sudah merasa aman, dia pasti akan melupakan horoskp tersebut. 

Kondisi di atas sebenarnya sudah di jelaskan secara psychologis, ya ada penjelasan yang seperti itu. Maka, jika mau terhindar dari hoax, maka tajamkan intelektual, atau naikkanlah IQ kita.

Jikalau kita sering menjumpai perkatakan seperti kejadian gaib, klenik dan sebagainya, ya pernyataan itu bisa jadi benar, tetapi ingatlah bahwa ada juga perspektif yang lain, yaitu dalam versi yang logis dan ilmiah.

Terakhir, jikalau kita ingin terhindar hoax, maka kita harus menjadi orang sukses, menjadi orang hebat, menjadi orang yang tidak tertekan, dan memiliki harapan optimis sejauh mungkin, setinggi mungkin.

Hidup yang penuh dengan tekanan, di tengah-tengah masyarakat yang tidak punya harapan. Maka disitulah badai akan melihat, betapa mudahnya orang-orang dibohongi gara-gara perdukunan.

Dalam masalah apapun, sekarang sudah bisa di jelaskan secara ilmiah. Mengapa masih bisa percaya dengan potensi tipu-tipuan manusia seperti demikian?

Jika kita orang yang beragama, bukankah praktik di atas sangat di benci? Bahkan diancam masuk neraka?

Waspadalah !!!!!!

Terima kasih sudah menyimak...