Mahasiswa
3 minggu lalu · 64 view · 3 min baca menit baca · Saintek 78919_45615.jpg

ROV, Solusi Berjaya Laut Indonesia

Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia. Luas wilayah lautnya 2/3 dari wilayah darat. Sebagai negara maritim, Indonesia mulai memberikan fokus lebih terhadap laut Indonesia, karena potensi laut Indonesia sangat besar untuk dimanfaatkan.

Berbagai potensi laut, mulai dari terumbu karang, minyak bumi, dan lain sebagainya, menjadi pilihan untuk negara melakukan pengembangan. Pasalnya, banyak terjadi perusakan di bawah laut oleh nelayan Indonesia ataupun asing. Pada lima tahun terakhir, mulai diatasi oleh Menteri Kelautan.

Untuk memaksimalkan pengembangan potensi tersebut, tentu banyak sekali instrumen yang perlu digunakan, apalagi dalam melaksanakan eksplorasi di dalam air. Eksplorasi di dalam air memiliki banyak sekali risiko jika tidak memperhatikan keamanan para penyelam dan juga terdapat batasan oksigen sehingga para penyelam tidak bisa terlalu lama di dalam air.

Dalam melakukan eksplorasi di dalam air, seharusnya dapat dilakukan secara maksimal dengan menggunakan berbagai alat dan fasilitas yang ada untuk para penyelam. Tetapi dalam melakukan penyelaman, terdapat gangguan terbesar, bukan hanya dalam bentuk oksigen, melainkan keadaan di dalam air tersebut, mulai dari tekanan air dan ikan-ikan berbahaya yang mungkin saja dapat menggangu.

Seharusnya, dalam melakukan eksplorasi di dalam air, harus menggunakan teknologi-teknologi mutakhir yang dapat mempermudah. Teknologi dapat memberikan solusi besar dalam pengembangan potensi laut Indonesia. Teknologi yang sudah sering digunakan dalam melakukan eksplorasi air adalah sebuah kapal selam tanpa awak yang disebut ROV.


ROV (Remotely Operated Vehicle) merupakan produk perkembangan teknologi yang difungsikan untuk melakukan tugas-tugas di dalam air. Tugas besar seperti eksplorasi terumbu karang, kilang minyak, pemantauan, dan juga digunakan untuk membantu penyelamatan kecelakaan yang terjadi di laut.

ROV adalah robot yang digunakan di dalam air. Untuk pengontrolan robot ini, menggunakan remot yang ada di permukaan. Kemudian robot tersebut ditenggelamkan di dalam air dan dihubungkan menggunakan kabel untuk pengiriman data dan sumber energinya.

Pilot/operator dalam menggerakkan ROV biasanya menggunakan kamera yang ada di ROV kemudian ditampilkan di layar monitor untuk memantau apa saja yang dilihat di dalam air. Pada ROV, biasanya tertanam berbagai sensor untuk memantau berbagai indikator yang ingin diketahui saat di dalam air, seperti kepekatan air, suhu, arus, dll.

Selain ROV, ada AUV (Autonomus Underwater Vehicle) yang juga memiliki fungsi yang hampir sama. Pada AUV, pengontrolan dilakukan secara otomatis. Jadi dalam melakukan misi, AUV diberi program khusus untuk melakukan hal tertentu kemudian robot tersebut melakukannya sesuai dengan program tanpa dikontrol pilot/operator.

AUV sendiri membutuhkan baterai untuk melakukan tugasnya, sehingga waktu untuk melakukan misi sangat terbatas. Kelebihan ROV sendiri karena terhubung dengan kabel data dan kabel daya, maka penggunaan ROV bisa sangat lama dan bisa maksimal.

ROV sebagai robot yang bisa menyelam di bawah biasanya difungsikan untuk bermanuver di area-area air yang dalam dan tidak terjangkau oleh manusia. ROV juga pernah difungsikan untuk mencari bangkai pesawat Malaysia yang jatuh di laut dan juga sempat digunakan dalam penyelamatan kapal terbalik di Danau Toba.

Dengan ukuran yang kecil dan dapat melakukan berbagai misi di bawah air, ROV juga mungkin bisa membantu nelayan dalam memantau ikan-ikan buruannya. Sehingga selain digunakan untuk misi-misi besar, ROV juga bisa digunakan untuk membantu perkembangan rakyat Indonesia.

ROV sendiri sudah banyak digunakan, baik di luar maupun di dalam negeri. Hanya saja, penggunaan teknologi ini kurang menjadi perhatian besar di Indonesia. Padahal ROV dapat memberikan solusi yang besar untuk kemajuan laut di Indonesia.

Kurangnya perhatian itu sendiri juga karena kurangnya penelitian yang mendalam untuk menjadikan teknologi ini dimaksimalkan untuk mengembangkan potensi di laut. Kurangnya dukungan dari pemerintah untuk secara besar mengembangkan teknologi ini secara penuh.


Sebenarnya sudah banyak pengembangan yang telah dilakukan mahasiswa dalam mengembangkan ROV ini. Seperti tahun ini, 4 judul tentang ROV dikembangkan oleh mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, mulai dari pengembangan di bidang fungsinya dan juga pengembangan di bidang sumber dayanya.

Tetapi, biasanya, kelanjutan pengembangan penelitian ini tidak terlalu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Sehingga potensi yang dimiliki SDM Indonesia kurang dimaksimalkan dan juga potensi laut dalam Indonesia kurang diperhatikan.

Di zaman yang mulai menjamurnya berbagai teknologi ini, seharusnya Indonesia dapat menjadi garda terdepan untuk mengembangkan penelitian-penelitian tentang laut dan bawah laut. Agar untuk ke depannya Indonesia tidak perlu meminjam teknologi-teknologi tentang laut di negara lain bahkan yang memiliki area perairan kecil.

Sebagai masyarakat, kita juga perlu belajar lebih untuk mewujudkan kejayaan area laut Indonesia. Berbagai cara dapat dilakukan, mulai dari mengembangkan teknologi tentang laut atau bisa lebih mudah lagi menjaga laut Indonesia tetap bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Artikel Terkait