Rosella?

Bunga Rosella, siapa yang tak kenal bunga cantik berwarna merah ini. Bunga ini memiliki nama latin Hibiscus sabdadariffa. Bunga cantik ini berukuran kecil yang letak tumbuh biasanya pada bagian ketiak daun. Pada 1 ketiak daun hanya terdapat 1 bunga saja. 

Ciri khas yang paling terlihat dari bunga ini adalah warna merah yang pekat pada mahkota bunganya. Di dalam bunganya terdapat biji yang berwarna hijau ketika masih muda dan dapat berubah menjadi coklat ketika bunga sudah kering. 

Dalam 1 pohon terdapat banyak bunga, bahkan lebih dari 10 bunga. Warna merah pada bunga rosella memberikan keindahan tersendiri yang membuat setiap orang ingin menanamnya.

Darimana asal rosella?

Siapa sangka bunga yang sering kita jumpai hampir di seluruh daerah di Indonesia ini bukan berasal dari benua Asia melainkan dari Benua Afrika. 

Benua yang terkenal dengan wilayah yang kering dan panas serta berpadang pasir ini adalah habitat asli bunga rosella. Di Benua Afrika bunga tumbuh dan telah dibudidayakan di berbagai negara.

Di Mesir, Rosella dibudidayakan untuk dibuat minuman ketika musim dingin, di Sudan bunga ini digunakan sebagai minuman dengan campuran garam, merica, dan tetes tebu, sedangkan di Jamaika banyak dimanfaatkan sebagai campuran pada salad buah.

Di Indonesia bunga rosella dapat tumbuh dengan baik dan subur. Hampir seluruh daerah di Indonesia dapat ditanami bunga ini karena habitat asli bunga rosella adalah daerah tropis yang kering. 

Indonesia memiliki iklim tropis dengan curah hujan yang sesuai. Perbedaan cuaca dan kondisi lingkungan akan mempengaruhi warna dari bunga rosella.

Bunga ini lebih cocok apabila ditanam di daerah panas, kering, dan sedikit berpasir. Bunga rosella dapat tumbuh subur pada ketinggian 10 hingga 600 meter di atas permukaan laut. 

Untuk suhu optimal bertanam bunga rosella adalah di rentan suhu 20-34 derajat celcius. Tanaman ini dapat tumbuh hingga mencapai 1-3 meter.

Bagaimana ya cara membudidayakannya?

Bagi kalian yang tertarik untuk menanam bunga ini cara menanam dan membudidayakannya sangat mudah. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyiapkan lahan yang sesuai untuk bunga rosella serta membersihkan lahan tersebut dari gulma ataupun tanaman liar.

Selanjutnya adalah memilih biji bunga rosella yang sudah kering dan memiliki kualitas yang baik. Kemudian kalian bisa menyemai terlebih dahulu dalam pot lain tetapi bisa juga langsung menanam pada lahan yang telah disiapkan. 

Setelah semua selesai yang perlu dilakukan adalah merawat dan memastikan kebutuhan air serta nutrisi terpenuhi dengan baik. 

Bunga rosella dapat berbunga mulai usia 2-3 bulan dan dapat dipanen ketika pohon berusia 5-6 bulan.

Lalu apa manfaat bunga rosella?

Ternyata dibalik keindahan warna merahnya, bunga rosella mempunyai sejuta manfaat untuk kehidupan manusia. Nah manfaat yang pertama pasti adalah idaman sebagian orang yang ingin menurunkan berat badannya. 

Bunga rosella dapat bermanfaat untuk mencegah kenaikan berat badan yang berlebih. Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli, di dalam bunga rosella terdapat kandungan flavonoid dan polifenol yang dapat menghambat pemupukan lemak di dalam tubuh.

Manfaat yang kedua adalah dapat menurunkan tekanan darah. Asam klorogenik, antosianin, dan asam hibiscus dalam kelopak bunga rosella memiliki sifat antihipertensi yang dapat menurunkan tekanan darah.

Bunga rosella juga bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan sel kanker karena di dalam bunga rosella banyak senyawa kimia alami yang bersifat antioksidan. 

Selain 3 manfaat di atas sebenarnya masih banyak manfaat yang terkandung di dalam bunga rosella yang perlu kita ketahui lagi.

Apa saja olahan dari bunga rosella?

Selain mengandung banyak manfaat, bunga rosella juga dapat diolah menjadi berbagai macam makanan. Seperti yang kita ketahui kebanyakan jenis bunga hanya memiliki fungsi sebagai hiasan rumah tetapi bunga rosella dapat diolah juga menjadi makanan.

Olahan pertama yang dapat dibuat dari bunga rosella yaitu selai rosella. Selai rosella dapat dibuat dari mahkota bunga yang dimasak bersama air dan gula sampai kental hingga terbentuk tekstur seperti selai.

Olahan yang kedua adalah es krim rosella. Siapa yang tidak suka makanan penutup yang satu ini. Es krim sangat digemari oleh banyak orang. Dalam pembuatan es krim rosella, bunga dimanfaatkan sebagai pewarna dan bahan tambahan.

Bunga rosella di blender terlebih dahulu kemudian disaring untuk memisahkan sarinya. Setelah itu cairan pewarna dicampur dengan santan, air, gula, dan bahan bahan lainnya yang kemudian dimasak dan didinginkan hingga menjadi es krim.

Apakah olahan bunga rosella dapat menjadi peluang usaha?

Hasil dari olahan bunga rosella ini dapat dijual sehingga dapat membuka peluang pasar yang baru. Selama ini bunga rosella jarang dimanfaatkan dan diolah menjadi makanan. 

Bunga rosella kebanyakan diolah menjadi minuman yaitu teh rosella saja, padahal sebenarnya banyak olahan yang dapat dibuat.

Dengan inovasi yang baru dan belum banyak diketahui oleh orang kita mempunyai kesempatan untuk menjual dengan daya saing masih yang rendah sehingga banyak orang yang akan penasaran dan tertarik untuk mencoba produk kita.

Lantas apa yang menjadi penghalangmu untuk terus berkarya dan berinovasi dengan sumber daya alam yang ada?