Ambivert, merupakan salah satu topik yang cukup menarik untuk dibahas. Berada ditengah-tengah kepribadian intovert dan ekstrovert, Ambivert hadir untuk menengahi dua kepribadian tersebut. Kepribadian yang masih jarang dibahas dan diketahui banyak orang.

Sebagai orang awam, ketika mendengar kata ambivert sangat asing. Tidakk terkecuali bagi saya sendiri, entah kurang mendapat informasi atau bagaimana yang jelas saya mendengar kepribadian ambivert baru dipertengahan 2020. 

Cukup menarik bagi saya ketika membahas tentang ambivert. Secara garis besar ambivert adalah tipe kepribadian yang seimbang. Tidak kecenderungan ke salah satu kepribadian(ekstrovert dan intovert).

Beberapa referensi menyebutkan bahwa tipe kepribadian adalah kecenderungan bukan suatu hal yang pasti. Sehingga disini saya ingin memberikan sedikit informasi mengenai tipe kepribadian yang kecenderungan masuk kedalam ambivert.

Ambivert adalah kecenderungan kepribadian yang seimbang antara intovert dan ekstrovert. Tidak merasa kaku berada di keramaian dan juga tidak terlalu dominan dikeramaian. Artinya seorang Ambivert dapat memposisikan diri dimananpun berada. Kira-kira kamu juga demikian tidak ya, nyaman dimana-mana. 

Kalau sebagai seseorang yang kecenderungan ekstrovert lebih dikenal sebagai seorang yang ramai (tidak bisa diam) dan cerewet. Sedangkan kalau sebagai seorang introvert lebih dikenal sebagai seorang yang pendiam. Nah kalau ambivert, kira-kira bagaimana ya(?).

Sulit ditebak menurut saya, karena seimbang, jadi ada saatnya ia berlaku seperti introvert dan ada saat nya ia berlaku seperti ekstrovert. Seorang Ambivert, mungkin bisa ditebak oleh orang tertentu saja. Yang jelas sudah paham akan sifat dan karakter nya.

Bisa jadi teman dekatnya atau pasangannya yang bisa memahami bahwa kamu memiliki kecenderungan kepribadian ambivert. Kalau orang awam saya rasa jarang yang bisa menebak, kalau firts impression yang ditunjukkan adalah pendiam, orang akan menebak  introvert dan kalau yang ditunjukkan adalah kecerewetannya, orang akan menebak ekstrovet.

Berbagi tentang kecenderungan ambivert, bagi saya suatu hal yang harus digali lebih mendalam. Sebab, saya juga baru mempelajari tentang kepribadian ini. Dan tidak tahu kenapa , topik ini selalu menarik untuk saya ikuti.

First time, saya penasaran dengan judul buku dari salah satu penulis baru di Indonesia yaitu Ambivert karya Arshy Mentari. Tidak sengaja saya menemukan buku ini disalah satu media sosial, dan saya penasaran nih soalnya buku itu baru akan diterbitkan.

Dilihat dari judul, sangat menarik untuk digali informasinya dan setelah saya cari informasi ternyata itu adalah salah satu tipe kepribadian. Dan seketika saya terkejut dan bertanya, kok ada sih kepribadian Ambivert (?). Selama ini yang saya tahu hanya intovert dan ekstrovert. 

Dari rasa penasaran saya cari informasi lebih dan ternyata emang belum ada yang membahas detail tentang kepribadian tersebut. Rasa-rasanya juga masih banyak yang tidak tahu dengan kepribadian tersebut.

Wah semakin menarik saja topik tentang ambivert ini. Akhirnya buku dengan judul ambivert sudah ada digenggaman saya. Saya baca sampai selesai, tentang apa sih buku ini.

Dan buku ini saya kira bukan membahas tentang pengertian ambivert atau penjelasan detail. Tetapi buku ini adalah aplikasi dari kecenderungan kepribadian tersebut. 

Dari isinya membahasnya tentang bagaimana sikap yang ia tunjukkan ketika menghadapi suatu masalah atau menyikapi sesuatu hal. Juga bercerita tentang seorang perempuan yang sedang dilanda kerumitan akan hubungan yang sedang dijalani.

Dalam buku ini beberapa bab yang disajikan cukup menarik, seolah pembaca adalah peran utama yang benar-benar menjalani kisah tersebut. Tak terkecuali bagi saya sendiri, saya merasa berada diposisi perempuan yang sedang di ceritakan dibuku itu.

Ambivert adalah kecenderungan. Ketika memang dirasa lingkungan itu berpotensi untuk menjadi introvert, maka ya sudah introvert adalah pilihan yang tepat saat itu. Dan sebaliknya ketika berpotensi untuk menjadi ekstrovert maka itu yang dipilih. Hal itu cukup menguntungkan, sebab selama menjalani pertemanan dengan siapapun tidak ada yang namanya musuh. Iya mungkin itu adalah keuntungan dapat memposisikan diri dalam lingkungan yang ada. 

Butuh waktu lama memang untuk menyadari tentang kepribadian ini. Tetapi, dengan membaca banyak referensi saya rasa akan mempermudah untuk menebak diri sendiri. Kecenderungan kepribadian seperti apa yang kita miliki.

Ambivert adalah tipe orang yang seimbang. Disisi lain, ia ingin menunjukkan apa yang kebanyakan orang ekstrovert lakukan. Dan disisi lainnya ia meredam keinginannya sehingga terlihat intovert. 

Sebenarnya tindakan abai adalah kecenderungan ambivert. Sebab ia tahu apa, kapan, dan dimana tindakan itu akan ia lakukan. Dengan banyak pertimbangan matang, sehingga ia bijak dalam mengambil keputusan. Seimbang, lagi-lagi adalah ciri khasnya. Ia tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak harus ia lakukan. 

Begitulah sedikit gambaran mengenai ambivert. Kecenderungan yang sangat menarik untuk digali informasinya lebih lanjut. Sehingga dengan banyaknya referensi, maka akan lebih paham lagi mengenai kecenderungan ambivert.