Penulis : Khoirul Trian

Tahun Terbit : cetakan pertama April 2022

Penerbit : Gradien Mediatama

Jumlah Halaman : 164 Halaman

Harga Buku : 79.000

ISBN : 978-602-208-220-0

Buku “Dari Aku Yang Hampir Menyerah” karya Khairul Trian ini menggambarkan tentang bagaimana keadaan remaja yang menginjak dewasa, remaja yang mulai merasakan tekanan dan tantangan yang makin banyak menimpa, kata-kata menyerah adalah hal yang sudah biasa dibayangkan, namun nyatanya tidak semudah keinginan yang sering kali dimimpikan, karena berhenti di tengah jalan dengan menelantarkan harapan serta keinginan orang sekitar akan sangat membuat kecewa yang tidak akan cepat hilang. 

Jalan satu-satunya adalah tetap bertahan, meski harus mengorbankan diri sendiri sebagai umpan. Tetap yakin meski entah kapan impian ataupun harapan itu akan terwujud ataupun hilang, yang jelas di dalam kehidupan masih ada harapan untuk tetap bertahan.

Gambaran tokoh ‘Aku’ yang diceritakan di dalam buku merupakan kehidupan yang telah dilalui oleh sang penulis, tokoh ‘Aku’ di dalam buku ini mengalami keadaan yang sangat berlika-liku di dalam kehidupannya, banyak rintangan yang harus dilewati oleh dirinya sendiri, mencari kebahagiaan di tengah perjalanan yang dilalui, kemudian dipaksa kuat oleh keadaan, didewasakan oleh usia, dan mandiri untuk diri sendiri adalah hal yang memang sudah harus dilewati di usia remaja yang penuh dengan berbagai macam perubahan ini, perjalanan yang memiliki banyak sekali cobaan membuat rasa ingin berhenti di tengah jalan, yang makin lama temannya hanya sebuah kesendirian. Keinginan untuk berbagi pada dasarnya ingin sekali dilakukan oleh Khairul Trian, tetapi bagaimana jika hal itu hanya membuat sakit keadaan? itulah yang difikirkan oleh Khairul Trian.

Di dalam buku tokoh "Aku" merasa bahwa makin dewasa makin banyak kebohongan yang akan sering ditemui, baik kepada orang tua sendiri atau bahkan kepada diri sendiri rasanya adalah hal yang sudah terbiasa terjadi, berpura-pura kuat di setiap keadaan dan selalu berusaha meyakinkan diri sendiri setiap hari adalah kekuatan yang mungkin tidak ditemui di setiap orang, namun sudah terbiasa dilakukan oleh dirinya sendiri. 

Kesendirian adalah teman di setiap malam, keadaan yang terdengar sangat membosankan, namun itu adalah sebuah kebiasaan yang nyatanya sudah sering dilalui oleh tokoh "Aku". 

Banyak hal yang perlu diketahui ketika sendiri, walaupun setiap malam isinya adalah merenungi kehidupan, tidak apa-apa ini adalah perjuangan yang memang harus melalui banyak rintangan, berusaha tetap bertahan untuk besok seolah-olah impian sudah berada di depan dan bisa digapai oleh tangan adalah salah satu kekuatan agar tetap bisa bertahan.

Tokoh "Aku" selalu berusaha meyakinkan dirinya sendiri, walaupun entah apa yang akan terjadi di setiap harinya, setiap perjuangan yang dilalui pasti akan selalu mengorbankan sesuatu, itulah yang diyakini oleh tokoh "Aku". tak apa jika setiap hari harus ada air mata yang terus menetes karena kerasnya kehidupan, begitupun dengan malam yang sunyi yang kemudian berubah dengan keramaian pikiran, namun menyerah juga bukan akhir dari sebuah tujuan yang telah lama dinanti. 

Berusaha tetap bahagia dan terus memercayai diri sendiri, menikmati proses yang telah dilalui dan memberikan penghargaan kepada diri sendiri karena sudah berjuang sampai di sini, meyakini bahwa dengan begitu kebahagiaan akan bisa tercipta dengan sendiri. 

Namun nyatanya kehidupan tidak sesingkat itu, tokoh "Aku" merasa bahwa sangat banyak proses yang akan dilewati saat ingin menerima diri sendiri, sama dengan impian yang harus dikejar namun ada juga waktu yang harus direlakan sebagai pengorbanannya. 

Kelelahan dalam perjalanan adalah sebuah rintangan yang memang perlu diistirahatkan, jangan dipaksakan, ingatlah bahwa "menjadi kuat tidak selamanya harus terlihat hebat" dan inilah salah satu kutipan yang diambil dalam buku "Dari Aku Yang Hampir Menyerah". 

Menyerah, lelah, sedih adalah keadaan yang memang sudah sewajarnya terjadi. Setiap proses pasti memiliki kesulitan tersendiri, ada kesedihan di setiap jalan yang tujuannya hanya untuk menggapai sebuah kebahagiaan. 

Namun tetap sayangi diri sendiri, apa pun yang akan terjadi tetap percaya bahwa hal itu akan dapat dilewati, karena sebuah proses akan selalu bersama dengan hasil, entah itu hasil yang baik ataupun yang buruk tetapi pasti akan selalu memberikan pelajaran hidup.

Buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh orang-orang yang memiliki banyak cobaan di dalam perjalanan meraih impian, banyak kata-kata yang telah di tulis oleh penulis yang dapat mewakili perasaan para pembaca, selain itu di dalamnya juga terdapat pesan-pesan yang dapat membangkitkan semangat. 

Namun kekurangan dari buku ini adalah hanya berisi kata-kata saja sehingga terlihat sedikit dan cepat dibaca, untuk para pecinta buku mungkin hanya butuh waktu satu jam saja untuk menyelesaikannya.