Identitas novel

Judul novel                : Bidadari Bermata Bening

Penulis                         : Habiburrahman El Shirazy

Editor                          : Syahruddin

Cover                          : Abdul Basith El Qudsy

Penerbit                       : Republika Penerbit

Tahun terbit                : 2017

Jumlah halaman          : 337 hal, 13,5x20,5 cm

ISBN                           : 978-602-0822-64-8

 

Sinopsis

Berkisah tentang seorang perempuan cantik bernama Ayna Mardeya yang tengah menimba ilmu di Pondok Pesantren Kanzul Ulum, Candiretno Pesantren tua di Magelang yang awalnya bernama Majelis Ngudi Ilmu Candiretno. Sesuai dengan judul novel ini, Ayna digambarkan sebagai santriwati nan cantik dengan memiliki mata yang bening menyejukkan dan karakter budi pekerti yang baik menambah rasa kagum siapa saja yang mengenalnya. Ayna sesungguhnya adalah salah satu santri yang sangat pintar, hanya saja keterbatasannya sebagai khadimah (pembantu atau mengabdi) di pesantren untuk mengurangi beban ibunya. Namun Ayna tetap bisa membuktikan bahwa ia mampu dengan segala kondisi yang ia jalani, berhasil menjadi peraih nilai UN IPS-SMA terbaik merupakan salah satu pembuktiannya. Dengan kepandaian yang ditunjukkan ini ia juga berhasil mematahkan fitnah yang dilontarkan kawannya tentang ibunya.

Dengan segala pencapaian yang sudah ia raih ternyata Allah memberikan cobaan yang cukup pelik dalam perjalanan kehidupannya. Baik itu dari kawannya sendiri yang memiliki kebencian juga dari keluarga dekatnya yaitu keluarga Pakde Darsun yang merupakan saudara satu ibu dari ibunya. Setelah ibunya meninggal dunia di tahun pertama ia pesantren, saat ini ia diasuh oleh keluarga Pakde Darsun di kampung. Namun ia tidak merasakan hangatnya rumah dan pertalian ruh dengan mereka kecuali dengan Atikah anak dari Pakdenya itu. Sebagai gadis yang kini yatim piatu, Ayna sadar bahwa tidak mungkin melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi, maka dari itu ia memutuskan untuk tetap mengabdi di pesantren. Bu Nyai sebagai pemilik pesantren juga sudah menganggap Ayna seperti anak sendiri merasa tidak tega membiarkannya menjadi khadimah lagi. Diboyonglah Ayna ke Jogja, ternyata ia dilamar oleh Bu Nyai untuk Kyai Yusuf yang saat itu sudah ditinggal mati istrinya dan memiliki dua orang anak. Ayna sudah percaya dengan pilihan Bu Nyai pasti yang terbaik, tetapi ketika dimintai restu pada Pakdenya ternyata ia sudah dijodohkan dengan seorang pengusaha kaya dan anggota DPRD.

Ayna tidak bisa menolaknya dan berharap adanya pertolongan dari Allah untuknya. Didatangkannya Gus Afif yang merupakan anak kedua dari Bu Nyai di kediamannya untuk menyampaikan niat ingin meminang Ayna menjadi istrinya. Namun, lagi-lagi cobaan menghampiri, Gus Afif terlambat karena Ayna sudah menerima pernikahan itu. Pernikahan yang dijalani Ayna tidaklah mulus, ternyata ini hanyalah siasat yang digunakan oleh Pakdenya untuk menebus hutang-hutang pada Pak Kusmono ayah dari Yoyok suaminya. Namun beberapa minggu setelahnya Ayna berhasil cerai dan kabur dari mereka. Ayna dan Gus Afif sama-sama membenahi diri dengan caranya masing-masing. Ayna yang memulai dengan bisnis kecil-kecilan dibantu oleh Bu Rosidah, Gus Afif seperti Imam Asy Syibli dulu pergi untuk memperbaiki diri. 

Bagai dua insan yang mempunyai cinta suci dengan banyak suka, duka bahkan sakit yang Ayna dan Gus Afif rasakan. Akankah penantian empat tahun dan takdir Allah mempersatukan mereka?

“kalau misal nanti kenyataannya tidak seperti yang kau bayangkan. Kamu harus sabar.” Ucap Bu Nyai pada Ayna.


Kelebihan 

Novel ini menggunakan cover yang cantik, elegan dan indah untuk dilihat. Terdapat banyak hikmah yang memiliki arti penting bagi kehidupan juga tentang bagaimana Allah mengatur jodoh dan sebagai hambanya harus bisa menerima dengan ikhlas. Motivasi tentang bagaimana kita dapat menghadapi segala cobaan yang diberikan dengan penuh kesabaran dan keyakinan bahwa kita mampu.


Kekurangan 

Terdapat beberapa penggunaan tanda baca yang kurang tepat dan juga salah penulisan sehingga agak membingungkan pembaca. Penggunaan sub bab dengan diberi judul bagian satu, bagian dua dan seterusnya menurut saya kurang menarik, mungkin jika diberikan daftar isi terlebih dahulu pembaca akan lebih mudah untuk mencari sub bab yang ingin ia baca kembali. Dengan adanya daftar isi juga membuat pembaca bisa menebak jalan cerita selanjutnya seperti apa. 


Kesimpulan

Novel pembangun jiwa dengan judul Bidadari Bermata Bening ini dibuat sedemikian rupa untuk menarik minat pembaca. Dengan mengambil latar belakang pondok pesantren, novel ini banyak mengajarkan pembaca terutama generasi muda bagaimana cara memaknai serta memahami keikhlasan dan kesabaran. Tidak hanya itu novel ini juga menghadirkan kisah tokoh utama yang bekerja keras, ulet, rendah hati, dan menebar kebaikan secara menyeluruh dalam meraih kesuksesan yang dicita-citakan. Ditambah dengan jalinan kisah cinta Ayna dengan Gus Afif yang tidak mudah dan mereka yang tetap istiqomah dalam mencari ridho Allah yang sesungguhnya.


Biografi penulis 

Habiburrahman El Shirazy adalah sastrawan dan cendekiawan Indonesia bereputasi Internasional. Ia adalah sastrawan Asia Tenggara pertama yang mendapatkan penghargaan dari The Istanbul Foundation for sciences and Culture, Turki. Pada tahun 2008, Insani UNDIP mentahbiskan penulis Ayat Ayat Cinta ini, sebagai Novelis No.1 Indonesia. Sudah banyak beliau menerbitkan novel-novel yang melegendaris Ayat Ayat Cinta contohnya yang sudah dijadikan film sampai seri keduanya pun. Judul lainnya seperti Ketika Cinta Bertasbih, Dalam Mihrab Cinta, Di Atas Sajadah Cinta, Bumi Cinta, Kembara Rindu, Cinta Suci Zahrana dan masih banyak lagi novel lainnya.