“Kemana Bu Menlu membawa diplomasi kita pasca pandemi seperti saat ini? Khususnya di tahun 2021/2024  melalui Gastrodiplomasi dan arah kerjasama bilateral dan multilateral Indonesia”.

Hubungan Indonesia-Denmark 2021/2024. Menlu Retno Marsudi menerima kunjungan Menlu Denmark Jeppe Kofod untuk acara mendorong Green Partnership Indonesia Denmark termasuk di dalam perjanjian ini konservasi dan rehabilitasi hutan bakau dan transisi energi. 

Begitu beliau menyebutkan di dalam feed-instagram Bu Menlu “Sustainabale growth is no  longer an option its a must”. Rendang telah dinyatakan sebagai makanan terlezat di seluruh dunia sejak tahun 2011. Rendang and Nasi Goreng Were Voted The World’s Best Foods ... Again! (www.wowschack.com) Once Again! Indonesia’s Rendang and Nasi Goreng Crowned World’s Best Food, in 2021 (www.indonesia.travel.com).

Rendang telah menjadi ciri khas Indonesia bagaimana daging tersebut bisa bersaing di kancah internasional berkompetisi dengan makanan-makanan khas dari berbagai negara di seluruh dunia. Rendang, sebagai makanan asli dari Padang dan diperjualbelikan di berbagai warung makanan di seluruh Indonesia dan juga berbagai kesempatan di dunia dalam acara-acara diaspora dan diplomasi seperti halnya soto yang terkenal di Inggris dan Leiden, Belanda. 

Dalam Rendang Excellency yang menarik adalah ternyata rendang bisa dibentuk sedemikian rupa sebenarnya seperti bistik, bedanya tidak memakai wortel warna oranye tapi warna kuning. Untuk pelengkap dan garnis. Tuangan saus di atas rendang sangat menarik. Seperti saus di atas salad, untuk seasoning dalam thausand island. 

Hasilnya sangat mewah dan kesannya sangat menawan. Seperti halnya rawon, yang disuguhkan tanpa kuah dalam pertemuan antara Menlu dengan perwakilan dari Prancis. Dan berbalas dengan undangan dari Minister for the Armed Forces and Minister for Foreign Affairs of France. Dalam acara balasan ini membicarakan apa yang telah dibicarakan di Jakarta. 

Acara pada jamuan makan malam pada malam itu sebenarnya juga sepertinya sangat elegan. Pertemuan tersebut membicarakan mengenai Green Partnership, berisi tentang perjanjian Konservasi dan rehabilitasi hutan bakau serta transisi energi. 

Ada ekspektasi dari Bu Menlu sepertinya agar perjanjian atau kesepakatan tersebut bisa mencapai pada goal yang beliau sudah sebutkan di atas yakni sustainability. Plating yang disuguhkan Bu Menlu dalam acara undangan makan ini, memberi penekanan bahwa Bu Menlu sangat serius pada kerjasama ini. 

Bu Menlu selain memiliki ekspektasi yang bisa dibilang lumayan akan tetapi juga berikut strategi dan metode. Dalam diplomasi yang ingin dijalankan kedua belah pihak, Indonesia-Denmark. Pertemuan ini juga bertajuk Rendang Excellency.

Rendang di Indonesia sebenarnya sangat umum. Dinikmati oleh berbagai masyarakat tidak hanya di Padang Sumatra sebagai daerah asalnya. Akan tetapi juga di Ubud & Denpasar Bali, di Depok, di  Jakarta, di Jawa Tengah, dan juga berbagai kota di Jawa Timur. 

Pengalaman penulis, makan di warung padang di alun-alun dengan suara gendang dangdut bertalu-talu. Masakan padang lengkap rendang dengan usus dan otak di piring kecil terpisah. Lalu dengan siraman gulai. Juga potongan kulit di dalam mangkuk. Juga es teh bisa memilih antara es teh gelas atau teh botol sosro. Warung sederhana di lapangan, biasanya sebelum acara tong setan dimulai. Rasanya sangat nikmat. Biasanya orang-orang akan memilih antara menonton tong setan setelah makan atau nonton tong setan dahulu baru makan rendang. 

Sehabis menonton layar tancep, di tengah alun-alun. Filmnya biasanya film aksi atau Action. Sambil mendengarkan lagu dangdut bertalu-talu. Biasanya Kopi Dangdut atau Kopi Lambada.

Soal jadwal layar tancap yang diputar setiap hari libur, Jum’at, Sabtu dan Minggu, biasanya Si Buta Dari Goa Hantu, ada episode selanjutnya adalah Si Buta dari Goa Hantu dan Mandala tetap menjadi favorit. Sementara layar utama adalah Era Patriot. Pengunjungnya lumayan banyak. 100 orang setiap malam jum’at. Selalu ada bau dupa di sekitar panggung, di sekitar layar putih untuk layar tancap digelar. 

Ketika film itu belum diputar. Pemberi karcis dan amang, selalu memberitahuku pukul berapa akan dimulai 07:00. Dan kapan film berikutnya diputar adalah 15 menit lagi, saat itu, yaitu film Gundala karya R.Kosasih.

Kembali pada soal makan rendang, di pesta rakyat. Sebenarnya ada suatu slogan yang cukup populer. “Apa pun makanannya, minumnya teh botol sosro!”, sama seperti slogan iklan ini. Makan makanan Padang juga bisa dinikmati dengan teh botol sosro. 

Pada umumnya. Kadang rendang juga jadi menu buka puasa. Saat panas-panas terik juga begitu. Pukul dua belas siang. Seperti umumnya , Bapak-bapak akan membicarakan soal prospek beternak ikan cupang dan beternak lele. Biasanya orang-orang akan membicarakan soal pohon bakau dan ternak ikan yang dimiliki oleh orang-orang. 

Bagaimana perkembangannya dan mereka akan saling berkabar, gimana hutan bakau di sana Pak? “asri”.

Anna Lipscomb dari The Yale Review of International Studies dalam penelitiannya berjudul Culinary Relations: Gastrodiplomacy in Thailand, South Korea, and Taiwan (2019) menjelaskan bahwa sebab gastrodiplomasi terkait dengan upaya-upaya membangun citra sebuah bangsa melalui makanan. 

Ia termasuk dalam jalur diplomasi dalam membangun sebuah bangsa atau negara dalam menumbuhkan rasa saling pengertian dan rasa saling percaya antar bangsa. Dari penelitiannya di tiga negara tersebut, ia menyimpulkan bahwa setiap bangsa berupaya mengkoneksikan makanan khasnya dengan ‘identitas nasional’ masing-masing (national identitiy). 

Dari kesimpulan ini, maka ternyata gastrodiplomasi tak hanya urusan makan-makan untuk mengenyangkan perut. Akan tetapi lebih luas dari itu, seperti digagas oleh pelopor gastrodiplomasi Paul Rockower. Gastrodiplomasi adalah upaya membangun citra dan posisi suatu bangsa demi terciptanya ‘reputasi’ tertentu melalui makanan. Dari opini Lipscomb and Rockower ini ada dua konsep terkait citra suatu bangsa. Pertama, nation brand yang lebih banyak terkait repurtasi kasatmata. 

Kedua, identitas nasional yang lebih merujuk kepada karakter bangsa, tradisi, budaya, dan bahasanya. Misalnya ketika Austria, dikenal sebagai bangsa dengan musik klasik dan markas PBB. Namun, dalam konteks identitas nasional, Austria dikenal sebagai bangsa dengan budaya dan tradisi Eropa, berbahasa Jerman, bertalenta seni, dan juga promosi demokrasi. 

Bagaimana relevansi konsep citra bangsa dan gastrodiplomasi? Berangkat dari dua konsep tersebut, pemahaman gastrodiplomasi tak hanya sebatas pada mempromosikan reputasi kasatmata suatu bangsa. Wiener Backhendl  atau Austrian Fried Chicken mungkin adalah salah salah satu contoh makanan yang sebagian orang Indonesia ketahui.


1) Traditional Australian Food Guide, "What to Eat in Austria". Dalam https://food drink destinations.com/what-to-eat-in-austria-food/. Diakses 5 Desember 2021. 

2) Dalam foto ini. Rumah Makan Padang Sumbar Hidup. Ubud, Bali.