Karyawan
2 tahun lalu · 880 view · 3 min baca menit baca · Agama 55242.jpg

Rencana Manusia Belum Tentu Rencana Tuhan

Setiap manusia pasti memiliki cita-cita dan keinginan tertentu dalam hidup. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, pasti ada berbagai hal dan cara yang akan kita lakukan. Apakah kita melakukannya dengan pemikiran kita dan mengandalkan kekuatan kita sendiri. Artinya kita merasa diri kita mampu dengan harapan bahkan keyakinan semua berjalan sesuai keinginan kita.

Lalu, apakah kita mendapatkan hasil yang kita inginkan tersebut? Berjalan mulus dan lancar kah rencana-rencana kita tersebut? Ya jawabannya, mungkin saja ada yang berhasil tapi saya yakin tidak 100%. Anda tau mengapa? Hanya 1 jawabannya... Karena kita mengandalkan kekuatan kita sendiri, kita tidak melibatkan Tuhan dalam setiap rencana dan aspek kehidupan kita.

Kita yakin bahwa rencana dan keinginan kita pasti berhasil. Kita tidak sadar bahwa rencana manusia belum tentu Rencana Tuhan. Manusia berencana tetapi Kehendak dan Rancangan Tuhan lah yang jadi. Ada tertulis dalam Alkitab.

Yeremia 17 5. Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

Tetapi

Yeremia 17 7. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

karena

Yeremia 29 11. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Itulah mengapa kita harus melibatkan Tuhan, mengandalkan Tuhan dan berserah pada Tuhan. Kita berencana dan biarkan Tuhan yang berperkara dalam hidup kita.

Coba kita renungkan hal-hal yang sudah terjadi dalam hidup, pasti apa yang saya katakan di atas pernah dialami oleh setiap kita manusia. Begitu pun saya, dalam beberapa hal saya mengatur sesuatu seperti ini seperti itu, nanti begini dan begitu, waktunya pas untuk ini dan itu. Tapi tanpa saya duga ternyata gagal atau tidak berjalan sesuai harapan dan keinginan.

Dan setelah semua yang telah terjadi saya mengerti mengapa, karena Tuhan tidak mengijinkan hal itu terjadi. Tuhan membuat segalanya menjadi baik karena itulah Tuhan kita, Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan. Dan segala sesuatu yang kita pikirkan dan rencanakan itu belum tentu sama dengan keinginan Tuhan.

Kita tidak perlu menyalahkan diri kita dan tidak berhak menyalahkan Tuhan apabila tidak sesuai keinginan kita. Tetapi kita justru harus mengucap syukur pada Tuhan atas maksud Tuhan dalam setiap perkara dalam hidup kita. 

Terkadang, ketika kita mengalami hal tersebut, kita sadar tentang kuasa Tuhan dalam hidup kita. Tetapi entah kenapa bukan tidak beralasan mengapa hal itu dapat terulang dan terulang lagi tanpa kita sadari. Semua kembali lagi pada kata firman Tuhan: 

Matius 26 41. Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Contoh nyata dalam hidup kita, dalam pekerjaan misalnya. Ketika kita bekerja pada perusahaan dan ditempatkan di satu lokasi entah itu di kantor pusat atau lokasi kerja yang jauh dari rumah dan keluarga.

Mungkin kita berpikir dan bicara pada Tuhan seperti ini, "Tuhan, saya suka bekerja di tempat ini. Lokasinya strategis, orang-orangnya friendly dan ikatan kekeluargaan sangat terasa di tambah lagi fasilitas menunjang dan orang-orang yang saya kenal sangatlah menyenangkan. Mengapa saya di pindah tugaskan? Kenapa begitu cepat waktunya, kenapa gak nanti-nanti aja sih.. Tunggu beberapa tahun mungkin saat saya menemukan titik jenuh/kejenuhan itu datang."

Dan masih banyak contoh lainnya yang saya yakin kita pernah mengalaminya. 

Ya, itu mungkin saja menjadi pertanyaan kita ketika kita berbicara dan berkomunikasi dengan Tuhan. Secara manusia pada awalnya mungkin kita tetap bersyukur menjalaninya, tetapi tidak mengetahui bahwa ada rencana Tuhan yang indah yang Tuhan buat dalam hidup kita.

Saya yakin, setelah kita berkomunikasi dan bercakap-cakap dengan Tuhan seperti anak dengan bapaknya maka kita akan mengerti mengapa semua itu terjadi. Ungkapan syukur lah yang akan kita naikkan untuk hormat dan kemulian-Nya bahwa Tuhan itu baik bahkan sangat baik dalam hidup kita. 

Intinya yang harus kita lakukan ada 3 point: 

1. Mengandalkan Tuhan, menaruh pengharapan hanya pada Tuhan. 

2. Jangan mengandalkan manusia dan menggunakan kekuatan sendiri. 

3. Berjaga-jaga dan berdoalah. 

Yakin dan percaya pada Tuhan, Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. AMIN 

Selamat menjalankan aktifitas kita sehari-hari. Selamat berkarya dan selamat melayani Tuhan dengan sikap dan perbuatan kita serta jadilah saksi-saksi-Nya di tengah-tengah kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat dimanapun kita berada dan ditempatkan. Tuhan Yesus memberkati kita semua dan jadilah berkat di manapun kita berada.... :-)

Borneo, Handil - 27 Apr 2014

Artikel Terkait