Asean Football Federation atau sering disebut AFF merupakan sebuah Federasi Sepakbola di wilayah Asia Tenggara dan merupakan bagian dari Konfederasi Sepakbola Asia yang terdiri dari Negara Negara Asia Tenggara.

Mulai dari Indonesia, Malaysia, Brunei, Filipina, Singapura, Thailand, Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam, dan Timur Leste. Australia juga menjadi Anggota AFF meskipun letak Negara mereka tidak berada di Asia Tenggara.

AFF memiliki sebuah Turnamen sepakbola antar Negara yang disebut sesuai dengan nama sponsornya. Contohya AFF Suzuki Cup yaitu Sponsor utamanya adalah perusahaan SUZUKI.

Turnamen ini diadakan setiap 2 tahun sekali dari segala kelompok umur. Negara Negara asia tenggara menganggap turnamen ini adalah suatu turnamen yang bergengsi karna melibatkan semua Negara di Asia tenggara bertanding.

Tetapi Turnamen AFF Suzuki Cup u-19 2022 memiliki sebuah kontroversi yang melibatkan 3 negara sekaligus yaitu Indonesia, Vietnam, dan Thailand.

Awal mula dari Kontroversi ini adalah saat Indonesia gagal lolos ke putaran Semi Final dikarenakan hasil imbangnya Vietnam dan Thailand yang berakhir dengan skor 1-1.

Jika menurut regulasi resmi FIFA dan AFC Indonesia seharusnya bisa lolos karena memiliki gol yang lebih banyak dari Thailand dan Vietnam. Dikarenakan AFF ini masih memberlakukan regulasi lama oleh karena itu Indonesia tidak lolos ke Semi Final AFF.

Timnas U-19 Indonesia gagal ke semifinal Piala AFF U-19 2022 meski tampil gemilang di laga akhir babak penyisihan Grup A, dengan menang 5-1 atas Myanmar. Bermain di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, gawang Indonesia lebih dulu kebobolan pada menit ke-8 oleh La Min Htwe.

Namun, keunggulan itu tak berlangsung lama. Selang sepuluh menit kemudian Indonesia mampu mencetak gol balasan melalui Muhammad Ferrari. Selanjutnya, Arkhan Fikri menjebol gawang Myanmar untuk membalikkan keadaan pada menit ke-26.

Berikutnya, Ferrari kembali membuat gol keduanya pada menit ke-32, disusul gol dari Rabbani Tasnim Siddiq selang dua menit berikutnya, sehingga mengubah kedudukan menjadi   4-1. Skor itu pun bertahan hingga babak pertama berakhir.

Timnas U-19 Indonesia menambah keunggulan dengan gol Ronaldo Kwateh pada menit ke-73. Pemain yang masuk dari bangku cadangan menggantikan Rabbani ini mencetak gol kelima.

Skuad Garuda Nusantara mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan. Mereka tampil luar biasa dan disiplin dalam menyerang dan bertahan. Namun, di akhir laga, Timnas     U-19 Indonesia harus menerima kenyataan bahwa mereka gagal ke semifinal.

Pertandingan Vietnam dan Thailand di laga akhir babak penyisihan grup yang berlangsung di Stadion Madya, Senayan, pada waktu yang sama, berakhir imbang dengan skor 1-1. Hasil itu memastikan kedua tim itu yang berhak lolos ke semifinal. Mereka keluar sebagai juara dan runner up dari Grup A.

Timnas U-19 Indonesia tidak bisa lolos ke semifinal Piala AFF U-19 2022 karena aturan lama. Meski mengemas nilai sama dengan kedua tim itu, yakni 11 poin dan bahkan unggul dalam selisih gol dari mereka, tim asuhan Shin Tae-yong harus tersingkir. 

Penyebabnya, Indonesia vs Vietnam dan Indonesia vs Thailand, semuanya berakhir skor sama 0-0. Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala menyayangkan hal ini karena aturan ini sudah tidak diberlakukan di AFC maupun FIFA menurutnya.

Pelatih asal Korea Selatan itu menilai bahwa sebenarnya tidak masuk akal jika Timnas Indonesia U-19 tidak lolos ke semifinal. Shin Tae Yong juga kecewa dengan permainan Thailand dan Vietnam yang tidak bermain Fair Play dan memainkan sepakbola gajah.

Disamping itu Shin Tae Yong juga merasa senang karena dia merasakan jika mereka takut akan Indonesia yang semakin baik sehingga mereka tidak ingin melawan Indonesia. 

Shin Tae Yong juga mengucapkan terimakasih untuk Skuad Timnas Indonesia u-19 yang sudah berjuang sekuat tenaga meskipun hasil yang didapat kurang maksimal karena aturan ini.

Fans sepak bola Indonesia pun meluapkan emosi mereka dengan menyerbu akun Instagram AFF, @aff.presse dan timnas Thailand, @changsuek. Mereka menumpahkan segala kekesalannya di kolom komentar unggahan kedua akun tersebut.

Di salah satu postingan AFF, banyak warganet yang terlihat memberikan komentar negatif. Mayoritas menuding Federasi Sepak Bola ASEAN itu dipenuhi mafia.

Akun timnas Thailand juga mendapatkan teror serupa. Di salah satu unggahannya, warganet Indonesia menuduh tim berjuluk War Elephants itu telah "main mata" dengan Vietnam atau melakukan match fixing.

Memang pada awal kompetisi AFF Suzuki Cup u-19 2022 menggunakan aturan terbaru FIFA dan AFC yaitu menghitung jumlah gol yang diperoleh setiap Negara. Namun saat Indonesia ingin menghadapi Myanmar aturan tersebut diubah menjadi Head to head antar Negara.

Oleh sebab itu masyarakat Indonesia menuding bahwa pihak AFF tidak kompeten dalam tugasnya dan menuduh Timnas Thailand dan Vietnam melakukan match fixing.