Dampak pandemi virus edan ini membuat perlu adanya redesain kurikulum yang akomodatif dengan suasana belajar dan mengajar secara daring yang menjadi kekuatan model PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). 

Dinamika ini merupakan sifat fleksibel dari sebuah kurikulum yang dapat diredesain akibat efek disruptif sosial seperti dampak pandemi, pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan aplikasi teknologi informasi.

Keadaan darurat ini makin runyam saja jika pembelajar dan pebelajar masih terus terjebak dalam suasana dan protokol kurikulum tatap muka konservatif yang tak tahan uji disrupsi sosial tersebut. Disrupsi ini telah memaksa siswa, guru, dan sekolah melek dan merasakan pendidikan yang berbasis teknologi digital. 

Hasilnya sudah bisa diprediksi, hampir semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan mengeluh kesulitan dengan hal baru ini. 

Cara belajar dan strategi pembelajaran juga harus diredesain dengan menggunakan konten-konten berbasis saluran-saluran daring. 

Ada beberapa aspek yang setidaknya dapat dikatakan cukup sebagai dasar dalam merespons keadaan darurat akibat disrupsi ini untuk redesain kurikulum berbasis Kecerdasan Buatan ala PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), yaitu regulator yang mau berkembang, pengajar dan peserta didik yang bebas berkreasi. 

Namun, siap atau tidak, digitalisasi pendidikan dengan redesain kurikulum berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) harus segera direalisasikan serta diterima oleh semua pihak.

Tak perlu memeruncing pro-kontra, apalagi redesain dan perubahan kurikulum sudah sering terjadi sejak dulu. Kurikulum pendidikan di Indonesia terus mengalami dinamika dari tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, hingga 2006. 

Redesain dan perubahan kurikulum merupakan sebuah keniscayaan dari konsekuensi logis terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Termasuk pula kemungkinan-kemungkinan disrupsi seperti efek pandemi yang dirasakan sekarang ini. 

Pengembangan desain kurikulum dan pembelajaran secara umum ditekankan pada model kurikulum yang mampu mencapai kompetensi inti satuan pendidikan dengan pendekatan belajar aktif. Sedangkan untuk masa pandemi, haruslah disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan efek pandemi virus katastropik ini.

Model kurikulum dan pembelajaran satuan pendidikan secara umum memiliki ciri dan karakteristik yang dapat menyesuaikan dengan kondisi, situasi, dan kebutuhan peserta didik. Termasuk siap berubah menjadi kurikulum berbasis Kecerdasan Buatan.

Redesain kurikulum berbasis Kecerdasan Buatan ini adalah sebuah usaha dan proses adaptasi, adopsi, elaborasi maupun inovasi. Sehingga menghasilkan kurikulum yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan efektif untuk diimplementasikan serta tahan uji terhadap disrupsi sosial seperti dampak pandemi ini. 

Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan merupakan bagian dari beberapa penggunaan teknologi industri 4.0 yang mutlak harus diketahui dan dipelajari bersama kemampuan lainnya, sepeti Internet of Things, Wearable dan teknologi advanced robotic

UU No. 20 tahun 2003 pasal 45 menyebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, dan kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik.

Amanat ini harus cepat direspons oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan dalam usaha redesain kurikulum dan pembelajaran pada berbagai satuan pendidikan untuk menunjang terlaksananya model kurikulum berbasis Kecerdasan Buatan.

Pokok-pokok dari redesain kurikulum adalah membuat yang lebih praktis dan aplikatif. Target pembelajaran dan strateginya juga harus diatur menjadi lebih rasional. 

Hal-hal yang bertele-tele dan kontraproduktif, seperti konsep kurikulum Perenialisme, Essensialisme, dan Eksistensialisme harus direduksi untuk lebih mengembangkan kurikulum yang bersifat Progresivisme dan Rekonstruktivisme.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) juga mempunyai kesempatan dan kebebasan untuk langgeng serta permanen sebagaimana kurikulum-kurikulum sebelumnya yang bisa diterima oleh masyarakat. Kemungkinan penggunaan hybrid Curriculum, sebagaimana pemikiran-pemikiran dan inovasi Nadiem Makarim yang menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara langgeng, merupakan hal biasa dalam dinamika redesain kurikulum. 

Redesain kurikulum berbasis Artificial Intelligence (AI) pada sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang akan dipermanenkan, juga merupakan upaya menuju pemutakhiran redesain kurikulum. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berbasis Kecerdasan Buatan akan lebih mengaktifkan peserta didik dengan pendekatan saintifik, tematik, literasi dan numerik. 

Penerapan teknologi berbasis Kecerdasan Buatan pada upaya redesain kurikulum pendidikan akan lebih fokus memersonalisasi pembelajaran. Konten-konten pembelajaran digital yang terpersonalisasi dapat dihadirkan berkat AI (Artificial Intelligence) dan machine learning secara profesional yang tujuannya menjunjung tinggi kebebasan individu.

Big data kurikulum juga dapat dipilah-pilah menjadi konten yang lebih ringkas, lebih enak dibaca dan dipahami. Analisis personal yang menjadi ciri khas kurikulum berbasis teknologi Kecerdasan Buatan akan membuat pendidik mengajar siswa sesuai dengan bakatnya. 

Sistem pembelajaran juga bisa adaptif dapat menangkap dan merespons kebutuhan siswa. Selain itu juga mampu memberikan dukungan informasi dan data untuk pengajar secara akurat. 

Keuntungan juga didapat oleh lembaga-lembaga pendidikan, yaitu dengan mudah dapat mengidentifikasi dan menganalisis data perilaku pelajar. Teknologi Kecerdasan Buatan mampu membuat learning profile untuk tiap siswa serta mampu dengan baik menyesuaikan materi pembelajaran dengan kemampuan, cara belajar, dan pengalaman tiap siswa.

Kelebihan ini juga memungkinkan para profesional di bidang pendidikan memanfaatkan intelligence assistance untuk menyajikan berbagai materi pembelajaran yang bermutu. Kelebihan redesain kurikulum berbasis Kecerdasan Buatan ini mampu mengeksplorasi sisi kognitif manusia, sistem memori dan karakternya.  

Juga dengan cepat dan tepat berbagai tugas seperti problem-solving, natural language processing, perception and pattern recognition information storage and retrieval, control of robots, game playing, automatic programming, dan computational logic.

Dengan program-program instruksi yang dikenal dengan intelligent tutor atau intelligent coaches, Kecerdasan Buatan siap dikembangkan di beberapa bagian kurikulum sekolah. Hasil nyatanya adalah kemajuan yang signifikan dengan lahirlah intelligent computer-assisted instruction (ICAI).

ICAI memiliki kemampuan berbasis tutorial untuk memaparkan dan menyelesaikan masalah, menyimpan dan mengolah data, bermain game, mendiagnosa kesalahan konsep siswa, serta menyediakan fasilitas natural language dialogue dengan siswa. Kelebihan ini aplikatif untuk pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi, bahkan pendidikan profesi.

Contoh lain kelebihan kurikulum berbasis Kecerdasan Buatan adalah pemanfaatan voice assistant di kelas. Kehadiran voice assistant, seperti pada Amazon Alexa, Google Home, Apple Siri, dan Microsoft Cortana memungkinkan siswa lebih luwes dan luas berinteraksi dengan materi pembelajaran.

Di lingkungan pendidikan tinggi, voice assistant berbasis AI (Artificial Intelligence) dimanfaatkan untuk memberikan informasi seputar kampus. 

Quipper Indonesia juga merespons tren global redesain kurikulum berbasis Kecerdasan Buatan dalam online learning pada Layanan tutor dan coach online "Quipper Video Masterclass". 

Pusat Artificial Intelligence Institut Teknologi Bandung (ITB) juga telah mengembangkan Artificial Intelligence (AI)-Vision. Produk canggih ini merupakan bagian dari kecerdasan buatan yang melatih komputer untuk melakukan interpretasi, menafsirkan, atau memahami hal terkait visual (penglihatan manusia).

Termasuk pula UT (Universitas Terbuka) yang merupakan perguruan tinggi negeri berpengalaman selama lebih dari 35 tahun, sudah mengembangkan redesain kurikulum berbasis pembelajaran daring.

Learning Management System (LMS) UT yang dikelola oleh staf TIK telah berpengalaman dan memiliki komitmen yang tinggi, dan menjadi tulang punggung Universitas Terbuka dalam menyediakan layanan pembelajaran daring lebih dari 15 tahun.

"Kami siap membantu perguruan tinggi negeri dan swasta di Tanah Air dengan memanfaatkan  Universitas Terbuka (LMS UT)," ujar Kepala Pusat Pengembangan Hubungan Internasional dan Kemitraan UT, Dr Sri Sediyaningsih MSi, dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu yang lalu. 

Binus University dan perusahaan Nvidia juga telah mendirikan pusat pengembangan kecerdasan pertama di Indonesia yang diberi nama R&D Center untuk AI di tahun 2017.

Hal mendesak saat ini tentunya ketersediaan produk AI (Artificial Intelligence) komersial yang praktis ekonomis guna mendukung redesain kurikulum berbasis Kecerdasan Buatan tersebut.

Dengan mencari pemodal sebanyak–banyaknya, akan segera mengatasi masalah biaya dan harga yang merupakan masalah utama yang dihadapi selama ini dalam pengembangan kurikulum berbasis teknologi Kecerdasan Buatan ini. 

Faktor lain yang mendukung redesain kurikulum ini adalah memperbanyak tenaga ahli yang akan mempersingkat waktu pengembangan software tersebut. 

Apabila kedua solusi di atas sudah terpenuhi, produk komersial Kecerdasan Buatan yang praktis siap dipasarkan dalam mendukung redesain kurikulum berbasis Artificial Intelligence.

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan pengembangan kurikulum yang tertuang dalam Perpres Nomor 8 tahun 2012 sebagai dasar kreativitas redesain kurikulum. Inilah kesempatan untuk melompat jauh.