Tukang Kopi
1 minggu lalu · 85 view · 2 menit baca · Puisi 89488_16167.jpg
detikNews

Rausyan Fikr

Pembangunan

Petani-petani itu memekik
Riak-riak keadilannya merdu, nyaring
Ah .. bagaimana terjadi

Katanya:

"Kami hanya ingin jalan diaspal. Karena tidak mudah membawa hasil panen jika jalan terjal.

Sementara daerah kami jadi lumbung penghasil padi di kabupaten ini. Tidak setara dengan fasilitasnya.

Mana janji-janji pemerintah. Mana janji pembangunan!"


Kaos Oblong

Aku menyimak bocah,
Kira-kira berumur sepuluh tahun
Terminal Banjar nampak padat
Geliat pemudik kian naik

Ia sendirian, termangu sepi
Bagaimana rasanya,
sepi di tengah keramaian?
Raut mukanya murung

Aku tidak tahu,
Dia orang setempat atau perantau
Kaosnya kentara sekali kumal
Terbalik dengan nuansa lebaran dari pemudik

Setiap bis perempat lewat dan berhenti
Ia beranjak menaikinya satu persatu

Aku perhatikan,
Dia membaca sholawat dengan takzim
Setelahnya, menampan
Mengharap receh dari penumpang

Malang nian ...
Setelah menuruni bis yang satu
Terlihat ia senyum penuh syukur,
Apa ia senang dan bahagia?



Tawa Ritmis Tukang Parkir

Kita berbicara tentang masa lalu
Engkau menjawab tanyaku
Lalu menyesap kopi hitammu
Dengan penuh tawa kau berbangga diri ...

"Dimana ada tukang parkir
yang menikmati keparkirannya"

"Zaman yang menuntut kita,
kalau ada kerjaan lebih baik,
ya aku lebih memilihnya"

Kau terkekeh melulu
Aku seolah diledeknya
Dia belum berhenti tertawa
Aku terdiam


Si Intelek

Aku bingung mendengarmu,
Alien!


Catatan tentang Tulus

Kamu telah mengetahui ketulusan. Di antara itu, manifestasinya kasih sayang. Dua frase itu bisa kau maknai lebih lanjut. Namun membahasnya tak cukup satu halaman.

Tulus kaitannya erat dengan sikap ikhlas. Lalu ikhlas mencakup perilaku yang pasrah. Terpasrahkan dan mempasrahkan barang tentu berbeda.

Terpasrahkan ialah hasil dari proses. Barang jadi. Kata benda. Ya, hasil dari proses ihtiar menujunya.

Sedang mempasrahkan adalah tentang bagaimana caranya kita mengalahkan suatu pertarungan amat sengit dengan ego. Sikap melawan. Ego mesti dilawan. Dari kita yang proaktif melawannya.

Bahagia rasanya jika mempasrahkan, menemui titik temu. Legowo dengan segala apa yang terjadi. Disana timbul kesadaran akan peran Yang Kuasa.

Ihtiar maksimal telah berlalu, namun hasil hanya sedikit saja kaitannya dengan ihtiar. Ada dimensi lain, ya, keharusan universal.

Kita hanya memiliki kehendak bebas. Namun tetap, keharusan universal di tangan-Nya.


Seorang Ideolog

Yang aku tahu ia provokatif
Ucapan serta sikapnya progresif
Awal berjumpa dengannya,
Di ruang hayal, ruang imajinatif

Aku menyesal karena baru mengenalnya
Kenapa tidak sedari dulu,
Tulisannya selalu membuatku berfikir
Tiada henti berfikir !

Keprihatinan akan bangsanya sendiri
Selalu mengajak pembaca
Agar senantiasa merasa,
Tiada henti merasa !

Keyakinannya akan cahaya
Menyeretku dari kegelapan
Melawan segala hal yang menghancurkan,
Tiada henti untuk melawan !

Ia menghantarkan,
gagasan besar para pemikir eropa
Descart, Gibbons, Camus
Namun ia juga mengajarkan
Agar tidak hanyut di dalamnya

Ia tetap memegang teguh Islam
Memadu padankan sebagai
Senjata Revolusi

Ia seorang ideolog !


Rausyan Fikr

Kau ambil jalan sunyi
Tersembunyi,

Di sana didapati kebebasan,
Untuk sebentar saja
Kerangkeng nestapa kau rasakan

Diinsyafinya keresahan itu
Hingga kau mengenali dir
Jauh lebih dalam,
Sampai sadar !

Renungi apa yang terjadi
Mesti dengan hati

Di sini,
Aku anak zaman,
terkoyak
Miskin, bodoh, menggeranyangi anak tak berdosa

Aku iba
Masa depan mereka lacurkan,
Hanya sekadar memastikan
Agar esok bisa makan

Aku luka
Mereka dibuat tak layak menjemput kecerahan
Menjemput kebahagiaan

Aku tak bisa apa-apa ...

Gentar lah !
Ambil pena itu
Buat ia merangkak
Menyulam ide gilang gemilang

Kau hayati,
Urai kata bak senjata
Jadikan ia cakar, taring,
yang menerka setiap kelaliman

Kesemuanya,
Lalu massifkan dalam gerakan

Mari kembali,
Rangkul aku
Ketengahkan dirimu
Terangi kami sebagaimana bintang arasy
Menyinari ruang-ruang gelap

Kau, rausyanfikr !
Ungkapku yang menjemputmu ...

Artikel Terkait