Hidup memang memerlukan sebuah suntikan yang menjadi pemicu dalam gerakan melangkah kan kaki tangan yang tak mau bergerak bagaikan mati suri, hidup memang memerlukan rasa cinta dan kesedihan serta kebahagiaan agar mau memutuskan sesuatu hal tanpa lari dari resiko yang ditakuti dan tanpa putusan yang kabur.
Hidup bukan hanya merangkai kata kata yang menjadi senjata yang mematikan dunia, hidup bukan pula tidur yang selalu terhindar dari masalah yang sedang menimpa namun hidup ini antara mau dan tidak, antara putusan dan kabur dan antara iya dan tidak. hidup selalu menjadi teka teki misteri yang sulit untuk dirangkai, hidup bicara soal kesedihan memang air mata mengalir tak habis-habis dalam diri ini.

Entah sebuah kebetulan atau tidak, hidup ini dibelenggu oleh ketakutan yang tak kunjung menghilang, sampai saat ini ketakutan ini malah menjadi membesar bagaikan api unggun yang secara langsung di siram oleh bensin sehingga membara melambung ke angkasa, tertiup angin dengan kencang melahap rumah sang penguasa yang penuh dengan harta benda. memang hidup gampang di defeenisikan, namun untuk menafsirkan dan memaknai sebuah jalan kehidupan itulah yang paling sulit untuk menghindarinya.

Akhir dari sebuah kehidupan tak tau menau, sedih atau bahagia itu masih menjadi rahasia, namun rasa cinta dari orang orang di sekeliling kita akan menjadi sebuah bumbu yang meramaikan hidup ini. terkadang sepi dalam kesendirian menjadi ramai dalam kebahagiaan. apa yang menjadi hiburan bersama menjadi sebuah pelipur lara yang menyelinap dalam hidup ini dan menghasilkan tawa yang lepas tanpa beban, meski esoknya murung kecut karena penuh dengan pilu dan masalah.

Hingga saat ini aku merasa hidupku mulai dalam era kegundahan, rasa yang dahulu dihimpun mulai memudar, mulai tercerai-berai, mulai lepas dari kandangnya, entah apa penyebabnya sampai saat ini saya masih mencari-carinya sampai penghujung dunia. hujan tak kan menjadi halangan m\untuk menata kembali sebuah rasa yang menjadi candu dalam hidup ini.

Entah seseorang atau banyak orang yang menjadi penyebab ini semua, namun satu hal yang pasti, kata-kataku akan menjadi racun bagi diri yang mendengarnya, sebuah untaian kalimat yang l\keluar akan menjadi senjata untuk merebut kembali sebuah rasa yang saat ini sedang pergi mencari sebuah rumah yang belum bertemu.

Sampai rasa tersebut kembali lagi kedalam sebuah sangkar yang telah dibuatkan sampai itu pula aku akan terus mencari. kokohnya hati dan tekad ini takkan pernah gentar akan sebuah serangan, bermacam godaan sang iblis pasti akan terkalahkan, pengadilan tuhan sangatlah adil tanpa adanya sogokan atau kongkalikong, tanpa sebuah kolusi, pengadilan Tuhan adalah pengadilan yang paling adil di alam semesta ini. malaikat pun akan membela sampai batas kemampuannya, bahawa sebenarnya rasa itu milik dari satu orang bukan dua atau lebih.