Dulu, ketika masih kecil hanya pernah dengar kata 'homo' dan itu menunjuk ke lelaki yang menyukai lelaki juga. Tidak tertarik pada perempuan. Dan orang-orang seperti itu biasanya suka bergaul dengan perempuan, hingga bertingkah layaknya perempuan.

Orang tua sering mengingatkan anaknya agar hati-hati terhadap orang seperti itu, dengan alasan mereka 'gak normal'. Maka setiap melihat orang yang lebih dekat dan lebih suka bergaul dengan perempuan, rasa takut tiba-tiba menyerang.

Tapi pada akhirnya saya tahu, homo adalah singkatan dari Homoseksual. Bukan hanya lelaki, tetapi perempuan juga. Rasa tahu itu diikuti rasa takut dan heran : ternyata perempuan juga bisa menyukai perempuan - apa yang mereka lakukan?

Rasa takut itu mungkin disebabkan pemberitaan media yang selalu mengangkat kelainan seks si pelaku kriminal. Yang secara tak langsung melahirkan stigma dalam masyarakat : punya kelainan seks cenderung kriminalis.

Dan akhirnya, kaum homo tersudutkan (terlepas apakah memang karena kelainan itu mereka melakukan kejahatan) tetapi memang belum ada penelitian yang dengan tegas mengatakan : punya kelainan seks berpotensi melakukan kejahatan.

Tetapi mereka kini habis dimaki-maki, disingkirkan, dan mungkin ribuan orang yang mengatasnamakan agama mencoba membinasakan. Padahal yang normal (lelaki suka perempuan, dan sebaliknya juga) tak tertutup kemungkinan melakukan kejahatan.

Yang normal juga ada paedofil (Kita gak sadar atau mungkin lupa, isu ini juga ramai di media beberapa tahun lalu) namun kita sibuk menghakimi LGBT, seolah-olah kita memang suci dan sempurna.

Kita juga lupa bertanya mengapa mereka demikian? Kita juga lupa mungkin ada saudara, teman dekatnya saudara, kerabatnya teman, yang 'menderita penyakit' (Kalau memang itu penyakit) tersebut. Mungkin kita juga lupa bahwa mereka juga adalah manusia - yang mengembara di bumi ini dengan bekal Kitab Suci (Kitab suci yang juga berbeda-beda)

Kita lupa (mungkin) karena terlalu takut. Padahal, meskipun semua orang di sekitar adalah LGBT, kau akan tetap normal. Dengan catatan, 'normal' karena penuh kesadaran. Bukan ikut-ikutan normal, seperti kebanyakan orang di sekitarmu.