Lulus dari bangku sekolah menengah atas dan kemudian melanjutkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi adalah impian bagi setiap orang. Pasalnya menjadi mahasiswa baru adalah hal yang paling dinanti-nantikan oleh anak-anak muda, apalagi menjadi mahasiswa baru di perguruan tinggi yang mereka impi-impikan.

Bagaimana tidak, hasil jeri payah mereka selama belajar untuk ujian sekolah, UTBK yang tentunya tidak begitu mudah telah mereka lewati dengan baik, meskipun rasa-rasa seperti sedih, senang, kecewa, sakit telah sering mereka rasakan.

Kehidupan mahasiswa baru dengan kehidupan saat menjadi siswa di bangku sekolah tentunya sangat berbeda. Baik dari segi teman, dosen, jam kuliah, tempat tinggal dan lain-lainnya. 

Untuk itu perlu adanya kesiapan dari dalam diri kamu baik dari kesiapan mental maupun kesiapan fisik. Selain itu kamu juga harus bisa beradaptasi dengan baik saat berada di lingkungan yang baru dengan status yang baru.

Sebagai mahasiswa baru tentu saja kamu pasti akan merasa resah dan khawatir tentang beberapa hal. Hal tersebut wajar terjadi, karena pastinya tidak mudah untuk menghadapi itu semua. Namun janganlah berlarut-larut dalam rasa resah dan khawatir tersebut, karena hal itu dapat mengganggu kefokusan kamu dalam pembelajaran.

Banyak  keresahan dan kekhawatiran yang dialami oleh mahasiswa baru yang membuat mahasiswa menjadi gelisah dan bingung. Keresahan tersebut dapat datang dari dalam diri maupun dari lingkungan sekitar. 

Keresahan dan kekhawatiran yang dirasakan oleh setiap mahasiswa baru umumnya tidak jauh berbeda, baik bagi mahasiswa yang ngekost maupun mahasiswa yang laju.

Keadaan homesick sering dialami oleh anak kost. Secara sederhana homesick berarti kangen rumah, bukan hanya rumah saja, namun juga dengan keluarga, orang-orang sekitar, dan suasana yang ada di kampung halaman. Tentu saja tidak mudah bagi anak kost untuk beradaptasi di lingkungan yang baru, ketakutan-ketakutan pun sering mereka alami karena jauh dari keluarga.

Selain itu anak kost juga dituntut hidup mandiri ketika menjadi mahasiswa baru. Contohnya saja dalam hal makanan, jika dengan keluarga pastinya yang menyiapkan makanan adalah ibunya, tapi ketika menjadi anak kost, mereka harus menyiapkan makanan sendiri. 

Selain berlatih hidup mandiri, anak kost juga harus bisa mengatur keuangan mereka dengan baik, agar tidak membebani orang tua yang telah membiayai kuliah dan biaya hidup mereka yang sangat mahal.

Kemudian persoalan teman baru juga menjadi hal yang dikhawatirkan oleh mahasiswa baru. Mereka khawatir jika tidak bisa mendapatkan teman-teman yang sefrekuensi, mereka juga khawatir jika tidak bisa bergaul dengan teman-teman baru mereka. 

Oleh karena itu bersikaplah baik dengan teman-temanmu, saling tegur dan sapa, saling membantu, jika kamu melakukan hal-hal yang baik maka kamu akan dikelilingi oleh orang-orang yang baik juga.

Selain itu mahasiswa baru juga khawatir tentang tugas-tugas mata kuliah mereka. Beberapa mahasiswa baru merasa kesulitan dengan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. 

Bagaimana tidak, saat memahami materi kuliah mereka dituntut untuk berpikir kritis dan logis, tentu tidak semua mahasiswa mampu untuk berpikir kritis dan logis. Oleh karena itu mereka khawatir tentang nilai IPK yang akan mereka dapatkan nanti tidak sesuai ekspetasi dan di bawah rata-rata.

Hal yang perlu kamu lakukan untuk menghadapi hal tersebut adalah dengan terus belajar dan jangan menyerah, pelajarilah dari hal-hal yang dasar dan yang mudah. 

Apabila kamu tidak bisa belajar sendiri maka mintalah bantuan temanmu untuk membantumu belajar, atau kamu bisa mengadakan diskusi kelompok dengan teman-temanmu. Tidak apa-apa jika progresmu berjalan pelan-pelan asalkan kamu terus semangat dan tidak menyerah.

Selain tugas mata kuliah, mereka juga resah dengan sistem pembelajaran yang diberikan dosen. Tentunya sistem pembelajaran dosen dan guru sangat berbeda, oleh karena itu wajar jika mereka merasa kaget dan resah.

Contohnya saja pada jam kuliah yang bisa dibatalkan secara tiba-tiba. Kemudian cara mengajar guru dan dosen yang juga sangat berbeda membuat mahasiswa baru sedikit kesusahan dalam memahami materi. Maka dari itu jika kamu mengalami kesusahan dalam memahami materi, janganlah takut dan malu untuk bertanya kepada dosenmu.

Tidak sedikit mahasiswa merasa mereka telah salah masuk jurusan, hal tersebut karena mereka merasa tidak bisa mengikuti dan beradaptasi dengan jurusan mereka. Hal tersebut membuat mereka merasa tertekan dan bingung untuk melanjutkan atau mengulang ujian lagi tahun depan. 

Tentu saja pilihan tersebut harus dipikirkan secara matang-matang. Karena akan banyak konsekuensi dan pengorbanan yang harus ditanggung, untuk itu buatlah keputusan dengan pikiran yang tenang dan bicarakan hal ini dengan orang tua.

Keresahan dan kekhawatiran mahasiswa baru saat menjadi anak kuliahan memang wajar terjadi, karena hal itu merupakan awal dimana mereka menjadi anak kuliahan. 

Oleh karena itu diperlukannya dukungan dari orang tua, teman, orang-orang sekitar agar mereka bisa melawati fase-fase tersebut.   Jika mereka telah terbiasa dengan hal -hal tersebut, maka mereka tidak akan merasa resah dan khawatir yang terlalu besar seperti sekarang.