Rindu pilu diujung senja

Pelik rasa percaya cinta

Ketika kita terperdaya dusta

Semua indah pasti akan sirna


Perihal hati memanglah rumit

Seperti tinta digores di atas batu

Harap cemas menanti datangnya mentari

Diufuk senja di bawah konspirasi rasa


Peka mata dan hati itu perlu 

Agar  terhindar dari prasangka

Meski begitu jangan cepat tukul palu

Baru kenal sebentar sudah titipkan cinta


Kepergian sebab kematian adalah hal yang pasti

Setiap makhluk pasti menjumpai 

Maka dari itu jagalah hati agar tetap suci

Disaat kita telah sampai di garis finish hidup nanti


Meski raga dan jiwa telah lepas dari jasad

Namun cinta dan sayang semoga tetap abadi

Jika sang pemilik hatiku selalu ingin bersama, walau aku hanya tinggal nama

 

Bertahan lah hidup tanpa cinta

Jika engkau ingin kembali bersamaku disurga 

Namun jika tidak, engkau bisa mencari cinta tanpa menyimpan rasa bersalah


Perlahan nama itu terkikis sendiri

Dimana hati tak mampu merasakan lagi

Dua kata yang selalu terikrar di hati

Kata cinta dan sayang itu tak mempan lagi 


Rasa hati terpaku budi bahasa

Menaruh hati pada yang berkasta

Jangan lupa sadarkan diri jua

Apalagi cinta tak bisa engkau paksa


Berlarilah hingga lelah, kejarlah sampai dapat

Kata berputus asa janganlah engkau pelihara

Sebab tak kan berguna


Menikmati indahnya senja

Duduk berdua di pantai Kuta

Ayo lah kita sedikit peka

Apa yang tengah orang rasa


Lelah bibir mengucap cinta

Mulut menganga saking asyiknya tertawa

Jangan mudah percaya kata cinta

Jika belum ada bukti nya


Dirinya bagaikan dewa

Setiap kali bertutur kata

Padahal hanya dusta belaka


Kesempurnaan tak ada yang punya 

Apalagi manusia ciptaan sang maha kuasa

Menghuni dunia hanya sebentar

Sekali-kali bolehlah berkelakar


Terik matahari terasa menembus kulit

Tangan bergetar hebat tak tahu sebab

Entah mengapa hati menjadi iba

Ternyata hanya  perasaan saja


Rasa dan rindu menjelma menjadi satu

Saat ini ia tidak tahu

Jika aku sedang dilanda rindu


Debaran jantung seakan berhenti berdetak

Terdengar Isak tangis diujung jalan

Entah siapa kah gerangan

Segukan menangis seperti ketakutan


Hujan mengguyur membasahi bumi

Sore itu jalanan sepi sekali

Ketika melangkah tubuh hampir terjungkal

Melihat orang yang terkenal


Peliknya rasa akan jiwa

Senja menyapa diufuk Utara

Jika kita tak saling menyapa

Maka lewat ta'aruf lah prosesnya


Terkadang ucapan seringkali menjadi doa

Bagi siapa saja yang mempercayai nya

Berdoa lah pada sang maha pencipta

Ketika kita sedang terluka


Tangis pecah bercucuran air mata

Perihal rasa yang dipenuhi dusta

Jika engkau tak mampu mendua

Lebih baik akhiri saja


Kala itu rasa cinta masih ada

Wajahmu selalu terlihat dipeluk mata

Tapi kini sudah tiada

Maka rasa hilanglah sudah


Senandung rindu selalu ada

Setiap hari semakin kuat saja

Semoga kita bisa menjaga

Secarik rasa yang bersemayam di dada


Berkelana mencari cinta

Kesana kemari menjajakan cinta

Eh kamu bisa aja

Membuat ku tak mampu berkata-kata


Teruslah berjuang mencapai mimpi

Hilangkan rasa tak percaya diri

Kita tau manusia pasti mampu 

Menaklukkan kerasnya karang dibatu kehidupan


Percikan air berbunyi nyaring

Sebuah nama seperti terpanggil

Dalam tidur tubuh gemetar

Bermimpi didatangi seorang pangeran


Langkahku seakan terhenti

Saat hujan turun lagi

Maksud hati ingin permisi

Dari dirimu yang tak kuingat lagi


Ternyata benar jika rasa sulit dipercaya

Terkadang ucapan seringkali memperdaya

Jangan pernah berharap pada manusia

Jika engkau tak ingin merasakan apa itu luka


Jika engkau bukan ditakdirkan untukku

Mungkin aku bisa menahan diri dari patah hati

Namun jika engkau pergi setelah meninggalkan luka

Itu akan lebih menyakiti dari sekedar tugas melupakan cinta


Apapun yang terjadi dihidup

Tetaplah menatap dengan baik

Semua indah memang ditakdirkan untuk sementara

Begitu pula dengan cinta yang kita punya


Mencintaimu adalah sumber lukaku

Menyayangi mu bagaikan canduku

Namun sepertinya engkau tak tahu

Jika aku sudah lama mencintaimu


Memikirkan apa yang baru saja terjadi

Membuat ku paham akan artinya harus berbagi tanpa menyetujui 

Sebuah tulisan jelas terpampang disana

Yang kini telah menjadi pengikat dua manusia


Dingin nya malam seakan memberi isyarat

Akan datang nya berita duka

Jika engkau hanya menjadi sumber luka

Sebaiknya dirimu pergi saja


Cinta itu seperti kopi

Kadang manis kadang pahit

Cinta itu seperti matahari

Selalu menyinari namun tak mampu setia setiap hari


Tak munafik kini hati begitu rapuh

Mengikis rasa meninggalkan luka

Aku tak tau apa yang kau mau

Begitu mudah nya melukai ku sesuka hatimu


Hai Juni, apa kabar?

Aku disini merindumu

Meski bukan yang pertama,

Namun dirimu yang terbaik untuk ku


Setiap hari ada saja problem hati

Baik dari curhatan teman, tetangga, hingga keluarga

Semua terkesan manis namun ironis


Malam ini kutatap langit

Pekat tanpa cahaya pelangi

Andai aku bisa memahami

Begitu besar cintanya kini


Sungguh terasa rumit menafsirkan makna cinta

Apakah benar jika cinta tidak dapat bertahan 24 jam sehari semalam?

Seperti nya bisa iya bisa tidak

Tergantung siapa yang mengalami nya

Jika memang seperti itu, artinya makna cinta hanya bisa dirasakan oleh insan yang mengerti saja


Malam ini bintang di langit sangat indah

Gelap malam menanti datangnya sinar

Apa benar aku yang bersalah

Atas rasa cinta yang tak mampu bersuara


Pada akhirnya semua untaian rasa 

Hanya perihal hati, cinta, dan kepercayaan

Karena cinta yang tulus dan ikhlas 

Akan selalu ada di dalam hati setiap manusia