Anak usia dini adalah anak yang berusia 0-6 tahun. Usia dini dapat dibagi menjadi beberapa masa, yaitu: masa neonatal usia 1-28 hari, masa bayi usia 1-12 bulan, masa balita usia 1-3 tahun, dan masa prasekolah usia 3-5 tahun.  Usia dini merupakan periode awal yang paling mendasar di sepanjang pertumbuhan dan perkembangan seorang manusia.

Salah satu ciri dari masa usia dini adalah The Golden Age atau masa keemasan (Depdiknas 2007 :1). Anak usia dini memiliki ciri khas tersendiri dalam hal sosial, fisik, psikis, dan lain sebagainya. Usia dini ini menjadi penentu atau pondasi terbentuknya kepribadian di kehidupan yang akan datang. Hal yang menjadi kebiasaan anak usia dini, kemungkinan besar akan terbawa hingga ia dewasa.  

Oleh sebab itu, sejak usia dini kebutuhan dan kesehatan anak seharusnya dijaga oleh kedua orang tuanya. Agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hal penting yang perlu diberikan kepada anak usia dini adalah 3A ( asuh, asih dan asah).

Asuh sendiri adalah pola pengasuhan orang tua terhadap tumbuh kembang seorang anak, asih adalah suatu bentuk kasih sayang yang diberikan orang tua terhadap anaknya supaya anak merasa bahwa kehadirannya sangat diinginkan atau sebagai wujud psikososial, dan asah adalah stimulasi rangsangan atau dapat dikatakan sebagai bimbingan orang tua terhadap pembentukan karakter atau perilaku yang baik untuk anak.

Pada masa neonatal usia 1-28 hari aktivitas motorik bayi itu terjaga. Bayi lebih sering mengantuk, tidur dan menangis. Selain itu, bayi mengalami reflek moro (mudah kaget), reflek rooting (bayi mencari putting susu ibu), reflek menggenggam dan reflek plantar (reflek yang timbul ketika telapak kaki bayi dirangsang dengan instrumen tumpul)

Pada masa bayi usia 1-12 bulan yaitu fase di mana anak mulai merangkak, dapat duduk sendiri, belajar berdiri, menolehkan kepala dan melambai-lambaikan tangan. Masa balita yaitu usia 1-3 tahun ditandai dengan fisik anak mulai melambat, cenderung peniru, fase anal, kerja motoriknya cepat, egosentris dan perhatiannya cenderung terhadap lingkungan.

Pada masa prasekolah usia 3-5 tahun cirinya adalah fisik anak mulai melambat, giginya tumbuh dengan lengkap, fase inisiatif, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan mulai mengenal kelamin/phalik. Tren yang saat ini terjadi adalah anak-anak usia dini diikutkan les atau kursus yang sesuai dengan bakat atau minatnya. Misalnya: kursus balet, menari, menyanyi, bermain gitar, sepak bola, masak, dll.

Selain itu, program yang dicanangkan oleh pemerintah yaitu pendidikan anak usia dini, ini juga sangat membantu bagi para orang tua. Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah proses pendidikan yang melibatkan seluruh anak mencakup kepedulian akan perkembangan fisik, kognitif, dan sosial. Pembelajaran diorganisasikan sesuai dengan minat dan gaya belajar anak (Santrock, 2007).

Secara umum, tujuan dari program PAUD ini adalah untuk mengembangkan potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Aktivitas tersebut dilakukan agar anak juga dapat berkreasi dalam waktu luangnya, membentuk memori yang baik dan memberikan lingkungan yang positif terhadap anak.

Mengetahui atau mencukupi kebutuhan dan kesehatan anak usia dini ini, dapat mencegah terjadinya stunting pada anak, dapat menumbuhkan anak menjadi seseorang yang aktif dan cerdas serta merupakan suatu bentuk kasih sayang dari orang tua terhadap anaknya. 

Terpenuhinya kebutuhan dan kesehatan anak usia dini, kemudian anak mengalami tumbuh kembang yang baik, tentunya memberikan kepuasan tersendiri bagi keluarga, terutama orang tua.

Hal-hal yang perlu dilakukan orang tua dalam memenuhi kebutuhan dan kesehatan anak usia dini yaitu dengan segera memandikan bayi 6 jam setelah kelahiran dengan air hangat dan sabun ber-pH netral, memberikan pakaian warna-warni kepada anak dengan tujuan untuk melatih motorik halusnya, ajari anak agar merawat atau membersihkan giginya, periksakan gigi anak ke dokter setiap 6 bulan sekali.

Membiasakan anak untuk buang air kecil dan buang air besar di kamar mandi (bukan di sembarang tempat), biasakan anak untuk keramas 3 kali dalam seminggu, selalu mandi dua kali sehari, jaga kebersihan telinga bagian luar (jangan memaksa mengorek-orek kuping anak),  memberikan pakaian yang nyaman dan sesuai standar nasional (bahan katun).

Memberikan ventilasi rumah yang cukup minimal seperlimabelas  dari keseluruhan luas rumah juga merupakan suatu kebutuhan bagi anak usia dini. Selanjutnya, jangan biarkan anak minum air mineral melebihi batas normal; minuman yang ber-pH tinggi; minuman yang mengandung zat kapur; minuman yang ada manis-manisnya.

Kesimpulan dari pembahasan ini adalah kebutuhan dan kesehatan anak usia dini sejatinya sangat penting, terutama untuk tumbuh kembang anak. Orang tua dalam hal ini berperan besar, yaitu sebagai pembimbing, pendorong dan pendidik utama. 

Terakhir, orang tua juga perlu mencukupi kebutuhan dasar anak, yaitu sebagai bentuk dari ungkapan rasa kasih sayang. Agar, anak tidak merasa dirinya diabaikan oleh orang tuanya.