Penulis
1 minggu lalu · 1350 view · 3 menit baca · Agama 91800_38285.jpg
Ilustrasi

Rambut Nabinya Opick dan Nostalgia Batu Ponari

Tak bisa dimungkiri dunia klenik masih mendapat tempat yang cukup signifikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Tingginya rating acara mistis di televisi, maraknya iklan paranormal di media, serta tak habisnya berita penipuan dengan modus penggandaan uang adalah fakta yang mudah kita temukan.

Yang menarik di tahun politik 2019 ini beredar berita telah terjadi kenaikan tarif jasa konsultasi dengan dukun dan paranormal di sejumlah daerah di Indonesia, terutama terhadap pasien calon anggota legislatif yang akan bertarung dalam Pemilu serentak 2019.

Bahkan ada juga berita heboh, yakni cuitan Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Prof Dr Musni Umar dalam akun Twitter pribadinya (@musniumar) yang menyebutkan bahwa sekarang sedang terjadi perang ilmu gaib untuk mempertahankan Jokowi dua periode. 

Terlepas dari permintaan maaf dan klarifikasi yang bersangkutan melalui unggahan video di akun YouTube, yang jelas faktanya kepercayaan terhadap dunia klenik dan mistis melanda segala kalangan tidak mengenal strata pendidikan formal.

Menengok sepuluh tahun ke belakang, tepatnya pada tahun 2009, kita pernah dihebohkan oleh fenomena seorang bocah dari Dusun Kedungsari, Desa Balungsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur. Ponari bocah berusia 9 tahun menemukan batu petir di tengah derasnya guyuran hujan.

Menurut pengakuan Ponari, Batu Petir yang mengubah jalan hidupnya tersebut, ketika ditemukan ditunggui oleh dua sosok makhluk gaib, laki-laki dan perempuan bernama Rono dan Rani. Dua makhluk gaib itulah yang disebut-sebut telah memberikan pesan khusus kepada Ponari untuk menolong orang sakit melalui batu tersebut.

Dari mulut ke mulut, berita tentang kesaktian batu petir Ponari menyebar dengan cepat hingga menjadi viral. Ribuan orang, termasuk dari luar negeri, tiap hari berbondong-bondong datang ke rumah Ponari untuk berobat. Mereka rela berdesak-desakan hanya untuk mendapatkan tuah dari batu petir Ponari.

Hanya dengan mencelupkan batu petir ke dalam air, lalu air diminum oleh orang yang mencari kesembuhan, Ponari mempraktikkan gaya pengobatannya. Mereka yang datang begitu percaya bahwa batu petir Ponari betul-betul mujarab untuk mengobati segala macam penyakit.


Dari praktik pengobatan yang kaya akan unsur klenik itu, Ponari mampu menghasilkan uang miliaran rupiah dan mengubah kehidupan keluarga Ponari menjadi serba kecukupan.

Sepuluh tahun berlalu, lain Ponari lain pula Opick Tombo Ati. Di tahun 2019 ini, tepatnya awal bulan Mei selepas kepulangannya bersama istri dari berbulan madu di kawasan Timur Tengah, Ainur Rofiq Lil firdaus, nama lengkap Opick, membuat heboh media massa Tanah Air, pelantun lagu religi ini mengaku dirinya diberi amanah sehelai rambut Nabi Muhammad SAW dari Dewan Ulama dan Pemerintah Turki.

Dengan berbagai cerita keistimewaan, mulai dari mimpi bulan jatuh di tangan Opick dan bintang jatuh di halaman rumahnya, ditambah kisah tentang rambut Nabi yang dikawal 100 Pasukan Khusus dan 7 Pesawat Tempur saat dipinjam Pemerintah Rusia untuk dipamerkan, serta berbagai kenikmatan yang Opick rasakan setelah ia memiliki rambut Nabi tersebut.

Bukan hanya itu, sang istri pun, Bebi Silvana, bercerita bagaimana awan memayungi perjalanan mereka, hampir mirip dengan kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW yang dalam perjalanannya berdagang senantiasa dipayungi oleh awan sebagaimana halnya yang diceritakan oleh Siti Maesaroh kepada Siti Khadijah dahulu.

Berbagai reaksi diberikan publik, termasuk petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempertanyakan keabsahan dan kegunaannya rambut Nabi tersebut. Disisi lain Dewan Ulama Thoriqoh Indonesia (DUTI) menjelaskan bahwa rambut Nabi tersebut adalah amanah seumur hidup bagi Opick, yang mewajibkan untuk menjaga dan merawatnya.

Sebagai bentuk penjagaan terhadap amanat, Opick menyimpan Rambut tersebut  di rumahnya di kawasan Pulo Gebang Jakarta Timur dengan penjagaan ketat dari sejumlah pendekar. Bahkan kedepannya Opick berencana akan membangun Mesjid untuk menyimpan sehelai rambut Nabi tersebut.


Sementara itu untuk perawatannya, menurut Opick rambut tersebut harus berada ditempat yang memiliki suhu dibawah 25'Celcius dan tidak boleh terkena sinar langsung, dan untuk membersihkannya hanya dilakukan setahun sekali yakni pada waktu Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mencelupkannya kedalam air Zamzam.

Kini melalui media Opick menyatakan bahwa dirinya membuka pintu dan membuka kesempatan bagi siapa saja masyarakat umum yang ingin berziarah pada rambut Nabi tersebut untuk datang berkunjung ke rumahnya.


Akankah Opick dan Bebi Silvana mempunyai kesibukan baru yaitu melayani antrean ribuan tamu yang sengaja datang tiap hari kerumah mereka untuk meminta tuah barokah dari rambut Nabi Muhammad SAW ? Melalui air Zam-zam yang telah  dicelupkan rambut tersebut, dan tentu saja dengan sedikit infak dan shodaqoh untuk membantu  membangun mesjid yang direncanakan Opick atau sekadar membantu biaya perawatan.

Akankah terulang peristiwa seperti yang pernah terjadi dengan fenomena batu Ponari sepuluh tahun silam, terlebih pasca pengumuman KPU, 22 Mei 2019, tentu banyak Caleg gagal yang membutuhkan "pertolongan".

Artikel Terkait