Momen baik yang ada dibulan Ramadhan dan bulan Syawal, tidak jarang dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan dengan memafaatkan situasi yang ada dalam melakukan aksi-aksi kejahatannya. Salah satunya adalah kejahatan pencurian spesialis rumah-rumah kosong yang mungkin intensitasnya akan meningkat, mengingat peluang terjadinya juga sangat besar, karena dibulan Ramadhan dan Syawal umat Islam banyak meninggalkan rumahnya dalam keadaan tidak berpenghuni baik untuk melakukan ibadah di Masjid maupun melakukan tradisi Mudik atau pulang kampung yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya dengan intensitas waktu yang cukup lama. Tidak jarang momen ini dijadikan kesempatan bagi pecuri spesialis rumah-rumah kosong untuk melancarkan aksi-aksinya, karena sebelumya pelaku kejahatan ini sudah mempelajari target-target kejahatannya.

Asumsi ini juga diperkuat oleh teori Asosiasi Diferensial atau Differential Association Yang dikemukkan pertama kali oleh Edwin H Suterland pada tahun 1934, Sutherland dalam teori ini berpendapat bahwa perilaku kriminal merupakan perilaku yang dipelajari dalam lingkungan sosial. Artinya semua tingkah laku dapat dipelajari dengan berbagai cara. Karena itu, perbedaan tingkah laku yang conform dengan kriminal adalah bertolak ukur pada apa dan bagaimana sesuatu itu dipelajari.

Bulan Ramadhan bagi umat Islam adalah bulan yang penuh dengan Rahmat, maka daripada itu beribadah dibulan Ramadhan menjadi suatu rutinitas yang harus ditingkatkan bagi umat Islam, salah satu ibadah yang rutin dilakukan selama bulan Ramadhan adalah Shalat Taraweh berjama’ah yang biasanya dikerjakan di Masjid-masjid dengan maksud untuk meningkatkan amalan selama bulan Ramadhan. Shalat taraweh yang biasanya dikerjakan pada malam hari sehabis sholat Isya oleh masyarakat selama bulan Ramadhan, tentunya yang apabila masyarakat tidak hati-hati dalam meninggalkan rumah tentu ini akan menjadi target kejahatan oleh pelaku kejahatan sepesialis rumah kosong yang ditinggal oleh penghuninya dengan intensitas yang cukup lama. Seperti kasus yang dimuat disalah satu media online ini “pencurian rumah kosong di Perum Pondok Pucung Indah pada Selasa (6/6) dibekuk polisi. Rumah salah seorang warga, Sri Kumayati, dibobol saat dia sedang melaksanakan shalat tarawih di masjid” Sumber; REPUBLIKA.CO.ID TANGERANG.

Dari kasus yang diberitak oleh salah satu media oline tersebut, maka masyarakat harus sadar bahwa siapapun sangat berpotensi menjadi dari korban dari kejahatan itu sendiri tanpa memandang siapa calon korbanya. Untuk itu masyarakat harus bisa mendeteksi potensi-potensi kejahatan tersebut dalam mencegah sebelum terjadinya kejahatan tersebut dengan dimulai menjadi polisi terhadap diri sendiri, karena masyarakat tidak boleh sepenuhnya berharap dan bergantung kepada perlindungan yang berasal dari pemerintah atau instansi keamanan seperti polisi, karena pihak-pihak yang bertugas menjaga keamanan dalam masyarakat juga memiliki banyak keterbatasan baik secara kualitas maupun secara kuantitas dalam menanggulangi kejahatan yang ada didalam masyarakat. Untuk itu masyarakat juga harus bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri dengan meminimalisir peluang terjadinya kejahatan tersebut. 

Di dalam istilah Ilmu Kriminologi, menurut Jeremy Bentham Untuk mengatasi masalah kejahatan maka upaya-upaya yang dapat dilakukan dapat dikelompokkan beberapa strategi salah satunya mencegah sebelum terjadinya kejahatan atau upaya preventif. Upaya pencegahan sebelum terjadinya kejahatan atau upaya preventif lebih mengutamakan tentang kesadaran dan pemahaman masyarakat itu sendiri mengenai kejahatan itu sendiri sehingga masyarakat bisa mendektesi dan meminimalisir potensi terjadinya kejahatan tersebut.

Menyadari besarnya potensi kita menjadi target kejahatan pencurian spesialis rumah kosong terutama dibulan Ramadhan, jangan dijadikan sebagai kita untuk melaksanak ibadah selama bulan Ramadhan, karena jika kita mampu mendeteksi potensi-potensi kejahatan dilikungan kita, tentukan ini akan meminimalisir terjadinya kejahatan tersebut. Untuk itu pentingnya bagi kita untuk memperhatikan semua aspek keamaan jika ingin men ingin meninggalkan rumah dalam intensitas waktu yang cukup lama. 

Ada baiknya terlebih dahulu memastikan semuanya aman dan kita juga harus melibatkan lingkungan sekitar kita secara langsung seperti memberi tahu tengga disekitar rumah kita untuk mengawasi rumah kita yang ditinggal dalam keadaan tidak berpenghuni denga intensitas waktu yang lama. Upaya ini tentunya akan mengurangi kesempatan bagi pelaku kejahatan selain dengan mengunci rumah dengan baik. Kejahatan memang tidak bisa dihapuskan didalam masyarakat seperti karena itu adalah ciri-ciri dari masyarakat normal dan penyebab terjadinya kejahatan tidak hanya berupa factor tunggal semata melainkan banyak factor untuk minimalisir dan mencegah terjadinya kejahatan itu dimulai dari kita sendiri itulah konsep kejahatan yang dikemukan oleh Emile Durkheim.