Jakarta - Manager adalah mengelolah atau me-manage pekerjaan menggunakan kemampuan dan keterampilan dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawab di perusahaan atau organisasi tertentu. Memperdayakan orang lain untuk mencapai tujuan maksudnya mapping pekerjaan yang saling berhubungan baik internal maupun eksternal. Dalam hal ini, yang harus dihindari adalah sebagian manager atau pimpinan hanya ingin menjadi seperti boss? 

Lantas, apa perbedaan antara manager dengan boss? Tentunya anda sudah pernah mendengar baik dalam dunia pekerjaan atau lingkungan sekitar tempat tinggal kita. Sederhananya boss itu identik dengan ingin terima beres atau terima bersih, tidak mau capek atau tidak mau lelah dan asal perintah yang penting adalah harus berhasil "caranya bagaimana dan bagaimana caranya" harus menguntungkan? Terkesan memaksa, namun yang namanya bawahan pasti mengikutinya.

Boss diatas sebagai pengantar saja, semoga yang sudah menjadi manager jangan menjadi boss tetap menjadi manager yang mempunyai visi dan misi yang jelas. Artinya berdasarkan dari perencanaan dan evaluasi hal apa saja yang akan dikerjakan dan poin-poin penting apa yang akan di evaluasi, sehingga bisa diukur dalam menjalankan pekerjaan baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. 

Dua bulan yang lalu saya "berbincang dengan teman" kebetulan beliau seorang manager yang memimpin bawahannya sekitar 300 orang karyawan. Aktivitas pekerjaannya mengawasi bagian jasa pelayanan yang sehari-harinya bertemu dengan orang lain yang berbeda-beda. Beberapa bulan ini, tempat saya bekerja lagi banyak masalah dan direktur mengejar target untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi "ungkap teman".
*** 
"Anggap saja inisialnya 'PR' nama disamarkan" teman saya mengeluh karena merasa sudah benar dan pimpinannya melihat semua tidak sesuai kenyataan serta kualitas kerja manager menurun akibat permasalahan diatas. Memang sih, kalau pimpinan sudah bicara dan menyatakan salah, seolah-olah 100 % sudah tidak benar lagi dan semakin hilang kepercayaannya. Seharusnya manager dan pimpinan lihat akar permasalahannya kemudian cari solusi yang tepat dalam penanganannya.

Kemampuan seorang manager akan diuji ketika menghadapi permasalahan yang besar di tempat kerja. Harus bisa dan sanggup mencari jalan keluar dan memberikan solusi yang tepat dalam setiap langkah-langkah yang diambil. Tidak bisa dihindari untuk menghadapi masalah, karena seorang manager tidak lepas dari menyelesaikan masalah baik itu masalah operasional, masalah bawahan, keluhan dari customer dan lain sebagainya.

Dalam implementasi pekerjaan "teknis dan non teknis manager" mempunyai pengaruh yang kuat agar seluruh rangkaian kegiatan lebih mudah dalam menyelesaikan pekerjaan terutama hal perbaikan dari pencapaian yang harus dievaluasi. Manager harus banyak menggunakan mata supaya dari sisi yang berbeda bisa dianalisa, sehingga progress pekerjaan bisa terlihat dan bila menemukan masalah-masalah yang baru lebih cepat untuk melakukan tindakan perbaikannya.

Selain kemampuan dan pengaruh yang kuat, manager harus membangun persepsi dan kecerdasan emosional baik kepada bawahan maupun kepada atasan. Sebab manager itu ibaratkan burger dari bawah mendorong sedangkan dari atas menekan, bila hal tersebut tidak bisa disikapi atau tidak bisa mengatasinya bisa keluar sayuran dan daging yang ada di burger tersebut. Artinya bila seorang manager tidak siap menghadapinya bisa menambah beban pikiran atau stress kerja yang berada di lingkungan kerja.
*** 
Ini menjadi masalah internal yang membuat manager tidak fokus dalam menyelesaikan masalah serta mencari akar permasalahan yang terjadi. Selanjutnya ada beberapa fenomena yang terjadi di dalam perusahaan atau organisasi lainnya, fenomena ini menjadi unsur penunjang demi keberlangsungan operasional perusahaan tersebut.

Berikut analisa dan fenomena berdasarkan pemikiran dan pengamatan yang terjadi di lingkungan kerja seperti :

"Menjadi manager dengan usia muda sehingga kurang dihargai oleh bawahan yang usianya jauh lebih tua".  
"Menjadi manager baru di salah satu perusahaan swasta atau non swasta dan diberikan kesempatan untuk belajar di beberapa site atau area kerja".

"Menjadi manager karena kebutuhan perusahaan secara mendadak, karena menggantikan manager yang lama risegn atau pensiun dari perusahaan itu".
"Menjadi manager karena dekat dengan pimpinan, namun secara kemampuan belum menguasai 100 % hanya modal kedekatan dengan atasan di tempat kerja"

"Menjadi manager sudah senior namun komunikasi bahasa asing masih belum mumpuni, hanya bisa konsep atau teori implementasi dilapangan tidak sesuai dengan fakta dan kenyataan".
"Menjadi manager hanya dengan status saja, namun secara penghasilan tidak sesuai standar dengar manager-manager lainnya".

"Menjadi manager karena perusahaan milik keluarga atau orang tuanya, namun secara keilmuan dan pengalaman belum dimilikinya".
"Menjadi manager senior tentunya sudah lama bekerja juga, namun tidak di dukung dengan pendidikan. Sehingga tidak bisa menyesuaikan dengan perkembangan secara ilmu atau teori-teori tertentu.

Sebetulnya fenomena-fenomena yang diatas bisa dialami seluruh yang bekerja yang menjadi seorang manager. Memang sih, untuk meningkatkan kemampuan lebih ampuh membutuhkan pengalaman atau jam terbang dalam menjalankan tugas sebagai manager

Dengan demikian dari uraian diatas ada pesan untuk kita semua siapapun yang menjadi manager "jangan menghindar dari masalah dan jangan menyalahkan orang lain dalam setiap masalah yang terjadi". Cobalah mencari solusi dan selesaikan masalahnya, agar kemampuannya tetap teruji dan dalam situasi apapun menjadi lebih Ampuh menjadi seorang manager.