Jakarta - "Communication business" dalam bahasa Indonesia "komunikasi bisnis" merupakan persepsi yang harus diciptakan dalam membangun hubungan individu dengan orang lain terutama terhadap customer internal maupun customer eksternal. Yang mana dalam menjalankan bisnis perusahaan, komunikasi menjadi prioritas untuk "meningkatkan profit atau keuntungan perusahaan". Sehingga komunikasi bisa dikelolah sebaik mungkin baik dari manajemen dan karyawan yang menjadi garda terdepan bertemu dengan customer.

Kegiatan komunikasi bisnis menjadi  "penggerak roda utama untuk menghasilkan keuntungan" dari berbagai segmentasi pasar, sebagai karyawan perusahaan harus lebih tajam untuk menganalisa kebutuhan pelanggan. Karena berjalannya suatu bisnis tentu dilihat dari kualitas produck baik "barang, jasa, sistem, dan lain sebagainya" terutama dalam menyampaikan "strategy pemasaran produck" yang akan di implementasikan melalui sumber daya manusia yang ada di perusahaan.

Perkembangan zaman, perusahaan harus "melek teknologi dan meningkatkan kemampuan karyawan" dalam menghadapi pasar globalisasi berbasis regulasi yang ambigu artinya masih bisa "bermain lewat belakang". Dalam mengatasi trend seperti ini membutuhkan hubungan sosial yang kuat untuk mempengaruhi komunikasi antara pemangku kepentingan, dalam hal ini baik dari "pemberi komunikasi maupun dari penerima komunikasi" memberikan feedback berupa solusi yang saling menguntungkan satu sama lain.

"Kekuatan komunikasi bisnis" bagian dari kecerdasan pimpinan perusahaan mangatur dan memilih karyawan yang tepat dalam menangani sebuah projek tertentu dalam "mengembangkan kualitas produck perusahaan" yang menjadi bisnis pokok. Tentunya tingkat pengalaman dan kemampuan karyawan yang diutamakan terutama dalam bernegoisasi terhadap pelanggan eksternal diajak bekerja sama demi kepentingan bisnis. Sehingga sumber daya manusia yang terlibat mampu "memberikan kontribusi atas keberlangsungan perusahaan".

"Dalam kegiatan manajemen, komunikasi bisnis" digunakan oleh seluruh karyawan yang mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing artinya prosedur kerja yang telah ditetapkan untuk "mendukung kelancaran berbisnis" seperti bagian pengadaan bahan baku atau bahan mentah, bagian perjanjian bisnis, bagian operasional, bagian pemasaran dan lain sebagainya. Walaupun yang eksekusi hanya bagian tertentu, tapi pada dasarnya kunci utamanya "pengambil keputusan untuk memenangkan projek"

Tingkat respon komunikasi bisa dilaksanakan "secara langsung atau tatap muka baik bersama individu maupun kelompok", dalam moment sedang meeting dengan pembahasan kepentingan bisnis. Namun, selain komunikasi langsung penting juga memperhatikan komunikasi tidak langsung seperti "melalui telpon, e-mail, surat menyurat" dan lain sebagainya. Kedua komunikasi tersebut bisa dilakukan dalam situasi yang tidak menentu, tergantung kesepakatan kedua belah pihak.

"Selanjutnya akan diuraikan rahasia sukses berkomunikasi bisnis, dengan rincian sebagai berikut" : 

#1. Persuasif Communication :

Persuasif komunikasi merupakan "tindakan pelaku bisnis perusahaan" melakukan pendekatan-pendekatan atau hubungan sosial, ekonomi, bisnis dan lain sebagainya. Sehingga bisa menyesuaikan "perilaku individu serta mencari tahu karakter lawan bicara", dalam hal ini untuk mencapai tujuan apabila orang lain memahami apa yang kita butuhkan. Aspek lain dalam persuasif komunikasi bisnis, harus "membuat pemetaan atau mapping" kebiasaan atau latar belakang calon pelanggan baik secara individu dan perusahaanya bergerak dibidang apa.

#2. Kreatif Communication :

Komunikasi kreatif bagian dari membangun hubungan bersama team, orang lain dan lingkungan sekitar. Sehingga bisa menghasilkan ide baru untuk "membuat daya tarik produck bisnis" yang akan dipasarkan kepada masyarakat luas atau calon-calon pelanggan baru dan lebih mudah mengajak untuk memperoleh keuntungan dengan kreatif komunikasi. Bisa saja dilakukan dengan "bumbu-bumbu kekuatan kata-kata" yang diucapkan oleh individu sebagai penggerak bisnis dalam perusahaan tersebut.

#3. Efektif Communication :

Komunikasi efektif untuk "menjalin hubungan yang lebih erat" terhadap pemangku bisnis baik pimpinan perusahaan dan calon customer bisa menerima jenis-jenis produck yang diberikan. Tolok ukurnya menjadi kesepakatan, hal apa saja yang dijanjikan dan yang lebih penting menjadi kebutuhan customer, "sehingga tujuan jangka panjang tidak hanya produck yang terjual" tapi bisa disupport untuk direkomendasikan kepada customer lainnya. Dengan demikian itulah hasil sebenarnya hubungan baik yang terjadi dan produck bisnis banyak dikenalin oleh orang lain.

#4. Communication Online :

Komunikasi daring ini lebih mengedepankan teknologi dengan "membangun strategy bakal calon customer baru" dengan melalui informasi yang harus dikelolah dengan baik termasuk customer lama juga. Sehingga komunikasi harus tetap terjalin walaupun hanya melalui telpon, e-mail, whatsapp, media sosial, teams, zoom, dan media online lainnya. Hubungan ini tidak harus bertatap muka, namun tetap saling "memberikan informasi atau meminta feeback" terhadap kualitas produck yang sudah terjalin kerja samanya.

Dari keempat point diatas bisa membantu untuk "meningkatkan profit atau keuntungan" perusahaan dengan harapan unsur-unsur komunikasi di implementasikan dengan baik seperti dukungan dari perusahaan, pimpinan, sesama team atau rekan kerja dan yang paling penting hubungan dengan customer. Tidak menjadi panduan pasti, namun "secara garis besar sudah mewakili dalam menjalankan bisnis terutama komunikasi" kepada seluruh pihak yang terkait.

Dengan demikian komunikasi bisnis ini bisa tercipta apabila team manajemen bekerja sama, baik secara individu maupun kelompok. Sehingga setiap ada kendala bisa "dievaluasi dan melakukan perbaikan" terutama dari kualitas produck, dokumentasi dan pencatatan, perilaku sumber daya manusia, dan lain sebagainya.