22806_67025.jpg
Ilustrator: Daioe
Cerpen · 3 menit baca

Rahasia Sang Ratu

Sinarnya terang berkilauan di antara bintang-bintang malam. Warnanya paling memikat dan anggun, putih kuning penuh kemuliaan. Jiwa yang penat pun serasa damai kembali, setelah seharian berkelana bersama raga, saat mata memandangnya di langit malam.

Malam itu putri bungsu duduk bersama sang ratu di taman sari, setelah ia terbangun dari mimpi buruk, dengan darah membanjiri pembaringannya. Itu adalah yang pertama dan awal mengenal apa yang disebut mimisan. Dan langit malam pun menyaksikan putri bungsu mendapatkan panduan langsung dari sang ratu bagaimana cara mengatasinya.

Malam ini putri bungsu kembali mimisan dan sang ratu pun kembali terbangun menemani sang putri bungsu. Putri bungsu memetik sendiri daun sirih di taman sari yang berada dekat bilik kamarnya, di bawah penerangan rembulan malam. Kemudian menggulungnya sendiri, dan menyelipkannya pada satu lubang hidungnya yang mengeluarkan darah. Sang putri pun tampak trampil dan mahir melakukannya.

Daun sirih yang dipetik putri bungsu kali ini berwarna hijau muda dan lebih lebar sedikit dari yang dipetik sang Ratu pada saat mimisan yang pertama. Malam ini putri bungsu memetik daun sirih sesuai dengan tuntunan hati yang menggerakkan kedua tangannya.

Sejak mimisan pertama, putri bungsu memang sering mendengar suara di pikiran dan juga di hatinya. Dan dia mengatakan, itu suara dari sang bintang malam.

Sambil menunggu darahnya berhenti, sang putri pun kembali menengadahkan kepalanya ke atas, seperti malam yang sebelumnya. Melihat bintang malam yang bersinar paling terang, dan menyapanya dengan senyum termanisnya.

Malam sebelumnya sebuah bintang beralih di langit malam. Orang-orang mengatakan itu adalah bintang jatuh. Beruntung sang  putri bungsu melihatnya utuh. Adalah anugerah dari Tuhan, keindahan sang bintang saat berkedip-kedip di langit malam itu, bisa bersuara dalam pikiran dan hati sang putri. Entahlah, apa permintaan sang putri bungsu saat melihat bintang jatuh, hingga sang bintang akhirnya sering bersuara dalam pikiran dan hatinya. Dan malam ini menuntunnya memilih daun sirih untuk mengobati mimisannya.

Awalnya putri bungsu ketakutan dan merasa tidak nyaman. Beruntunglah sang putri bungsu bersama sang ratu saat semua itu terjadi. Sang ratu pun menjelaskan dengan sempurna dan bijaksana, hingga sang putri bisa menerimanya dan bersyukur oleh karenanya.

Wujud sang bintang memang indah berkilauan. Ia bagai permata menghiasi langit malam. Ia juga seperti lukisan indah terpajang pada bingkai alam. Layak, bila semua mata terpikat dan terikat dalam pesonanya. Menantinya jatuh, untuk mewujudkan mimpi dan harapan. Dan putri bungsu yang tidak pernah menanti, juga tanpa pamrih saat melihat keindahannya, yang akhirnya mendapatkan anugerah dari Tuhan malam itu, bisa mendapatkan sang bintang dan bersahabat dengannya.

Sang ratu pun kembali tersenyum melihat seluruh gerak-gerik sang putri bungsu malam ini. Ia melihat negerinya akan damai dan makmur dengan penerusnya nanti. Malam ini putri bungsu memang tampak bahagia dan anggun di bawah benderang sang rembulan. Cahaya pun terpancar dari dalam tubuhnya yang cantik, seolah sebuah bintang berada dalam hatinya.

Sang ratu kembali tersenyum penuh kedamaian. Ia tak perlu mengatakan apapun kepada sang putri bungsu.  Tak ada lagi rahasia tersembunyi, semua tak bisa berbohong di hadapan sang putri, karena sang bintang kejujuran sudah bertahta dalam tubuh sang putri mahkota.

Sang ratu akhirnya lega, kepada siapa ia harus menyerahkan tahtanya kelak. Sang ratu memang hidup sendiri tanpa pendamping, karena kekasih sejatinya tidak terlahir di kehidupan yang dijalaninya saat ini. Untuk meneruskan tahta kerajaannya, Sang Ratu pun akhirnya mengangkat sebelas putri untuk menjadi putri-putrinya. Dan mahkota pun akhirnya jatuh pada putri bungsu malam ini.

Kerajaan Sang Ratu memang sangat makmur, damai dan sejahtera. Tak ada yang bisa berbohong  di hadapan Sang Ratu, karena dalam tubuh sang ratu pun bertahta bintang kejujuran anugerah dari Sang Pencipta.

Sang Ratu kembali menatap putri bungsu dengan penuh haru dan rasa syukur tak terkira.

Air mata haru sang ratu pun akhirnya menetes, saat ingatannya melayang jauh ke masa silam, melayang pada suatu malam dimana sebuah bintang bersinar, terang berkilauan di antara bintang-bintang malam. Warnanya paling memikat dan anggun, putih kuning penuh kemuliaan.

Di malam itulah, akhirnya ia menemukan dimana kekasih sejatinya tinggal. Dan dengan perkenan Sang Pencipta, malam itu pun akhirnya ia bersatu dengan kekasih sejatinya, yang akhirnya mendampinginya menjadi ratu termasyhur selama ini, melalui suara di dalam pikiran dan hatinya.

Tidak ada yang bisa berbohong di hadapan Sang Ratu. Negeri makmur, damai dan sejahtera sepanjang masa.

Hanya sang putri bungsu yang mengetahui rahasia senyum indah sang ratu. Dan tabir rahasia sang ratu  pun telah disingkap sang putri bungsu tanpa kata terucap.

Di bawah cahaya rembulan malam  dan bintang-bintang malam itu, baik sang ratu maupun putri bungsu, keduanya kini bisa saling mengerti hanya dengan saling menatap dan tersenyum.

Dan rahasia itu akhirnya tetap tersimpan di bawah langit malam.