"Beuh" adalah salah satu postingan status Facebook kawan saya yang mendapatkan like lebih dari tiga ratus. Iya, sesederhana dan sependek itu dapat menggerakkan jempol pembaca untuk menekan logo jempol sebagai tanda suka atas postingan kata "beuh" tersebut. Mungkin kalau saya yang menulis status itu, jangankan tiga ratus, dapat sepuluh like dalam seminggu saja sudah untung.

Takjub sekaligus bingung, bagaimana status hanya satu kata seperti "beuh" banyak yang suka? Setelah saya menelusuri riwayat postingannya, selain hobi membaca dan berlatih menulis, rahasia lainnya ternyata tersirat dalam salah satu ayat Alquran.

Sebenarnya cukup banyak orang yang berhasil membuat tulisan ataupun postingan menarik, meskipun banyak juga yang kesulitan mencari ide atau menyusun sebuah tulisan sehingga disukai banyak orang.

Lalu apa rahasianya? Apa iya Alquran membahas tentang rahasia postingan yang menarik? Apakah ini hanya cocoklogi belaka? Silakan simak tulisan berikut, kemudian Anda bisa menilainya.

Dalam surat An-Nahl ayat 125, Allah memerintahkan kepada Rasul untuk menyeru kepada manusia agar senantiasa berada di jalan Tuhan, dengan hikmah dan nasihat yang baik. Ayat tersebut sering digunakan sebagai dalil untuk bertabligh. Bertabligh dengan hikmah

Tabligh sendiri berasal dari bahasa arab yang berarti menyampaikan. Sedangkan hikmah berarti kebijaksanaan. Bertabligh dengan hikmah berarti menyampaikan dengan bijaksana.

Dalam tafsir Alquran versi Ahmadiyah, kata "hikmah" dijelaskan dengan lebih terperinci, yaitu:

Pertama, dalam menyampaikan suatu hal, harus berdasarkan ilmu pengetahuan. Sehingga apa yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan bukan berdasarkan mitos atau sekadar katanya.

Kedua, memandang setiap orang sama dengan diri kita atau istilahnya menghargai kesetaraan. Tidak merasa diri lebih hebat dari orang lain tentu dapat membuat orang merasa dihargai. Adakah orang yang tidak suka merasa dirinya berharga?

Ketiga, kelemah-lembutan dan kesantunan. Dengan penyampaian juga tutur kata yang santun, tentunya orang lain akan merasa nyaman menerima apa yang disampaikan, bukan? Jika Anda membaca sebuah tulisan yang di dalamnya terdapat banyak sumpah serapah, apakah efek yang ditimbulkan setelah membaca atau melihat postingan tersebut? 

Keempat, keteguhan dan kesabaran. Teguh dan sabar dalam menyampaikan suatu pesan akan membuat orang lain perlahan mengerti apa isi yang ingin disampaikan. 

Apabila dalam satu kali penyampaian belum dapat dimengerti, akankah Anda berhenti menulis atau justru mengevaluasi kembali sambil terus berusaha mengirimkan tulisan atau postingan lagi sampai suatu hari apa yang ingin disampaikan dapat dimengerti?

Kelima, menyamakan frekuensi di awal percakapan sehingga tidak salah sasaran. Ibarat sedang berbicara kepada petani tapi sejak awal yang dibicarakan tentang pasar saham bukan tentang tanam-menanam, kira-kira apa reaksi petani tersebut?

Menyamakan tidak berarti berpura-pura tertarik kepada suatu topik di luar ketertarikan kita. Cari pembahasan menarik yang sesuai dengan ketertarikan kita. Dengan sendirinya maka akan tersaring siapa saja orang-orang yang satu frekuensi dengan kita.

Keenam, mengandung asas atau nilai kebenaran (dalam tafsir, sesuai Alquran dan hadis). Meskipun ada ungkapan kebenaran itu relatif, namun maksud dari kebenaran di sini dapat diartikan dengan suatu hal yang memang benar terjadi sehingga apa yang disampaikan tidak sia-sia menjadi postingan hoaks belaka.

Ketujuh, memberikan pencerahan yang berujung pada keindahan ajaran Tuhan. Keteguhan, kemanusiaan, perdamaian, cinta kasih, dan keindahan ajaran Tuhan lainnya akan jauh lebih bermakna untuk disampaikan daripada sekadar mengumbar amarah dan keresahan bukan?

Kedelapan, jangan berniat mematahkan pendapat lawan bicara atau membungkam pendapat orang lain sehingga berujung mempermalukan atau menjatuhkan harga diri orang lain. Sampaikan saja apa yang ingin disampaikan. Semua orang berhak mengemukakan pendapat. Hadapi perbedaan pendapat dengan logis bukan dengan hati yang bengis.

Kesembilan, di luar dugaan. Berikan informasi di luar dugaan yang belum banyak diketahui orang sehingga memiliki efek kejut dan menambah pengetahuan. Namun khusus yang kesembilan ini, hasil pengamatan saya -- di luar tafsir ayat tersebut.

Kembali ke postingan status "beuh" kawan saya yang mendapat like lebih dari tiga ratus itu. Memang kata "beuh" tersebut bisa jadi tidak termasuk dalam kategori hikmah. Namun kebanyakan postingan dia sebelumnya mencakup hampir sembilan poin makna hikmah yang diuraikan di atas. 

Sehingga ketika ia mencoba menulis status "beuh" sebagai eksperimen sosial apakah banyak yang suka atau tidak, hasilnya ternyata tetap saja masih banyak yang suka meskipun tidak sebanyak biasanya.

Saya hanyalah penulis pemula yang sedang belajar dan mengamati tulisan para penulis yang banyak disukai. Silakan Anda cermati apakah tulisan atau postingan yang sudah anda sampaikan memenuhi sembilan poin hikmah? Lalu, apakah postingan ini termasuk dalam kategori hikmah dan disukai? Semoga saja iya.