Researcher
6 bulan lalu · 82 view · 3 min baca · Media 11909_18414.jpg
Edited by Canva

Rahasia Keluarga Sakinah

Sakinah telah kehilangan definisinya. Ia terlalu sempit jika hanya dijamah dalam lingkup memuaskan kebutuhan seks sang suami saja. Sehatkanlah akal, bung.

Sudah beberapa bulan lalu saya selalu menyaksikan cara mengiklankan/endorse suatu produk yang begitu mencengangkan. Kali ini datang dari produk perawatan area kewanitaan.

Mungkin sebagian orang tidak menganggap ini suatu masalah, atau memang saya yang terlalu membesar-besarkan ini. Silakan saja, kita bebas berekspresi dan beremosi.

Secara keseluruhan, manfaat dari produk perawatan tersebut, antara lain: mengencangkan, membuat harum, serta memutihkan area kewanitaan. Khasiat lain dari zat aktif produk tersebut untuk kesehatan organ intim wanita adalah mencegah pertumbuhan bakteri penyebab keputihan dan mengurangi lendir pada miss V. [1]

Iklan yang disuguhkan untuk produk tersebut membuat cara pikir kita tentang keharmonisan keluarga menjadi sempit. Hal yang bisa diedukasi lewat iklan/endorse-nya tiada lain tersirat bahwa kehidupan suami-istri akan senantiasa sakinah jika sang suami selalu dipenuhi kebutuhan seksnya, selalu merasa puas, dengan cara si Istri pintar-pintar jaga miss V-nya. 


Tak nanggung-nanggung, lho, mereka melibatkan nuansa religi untuk iklan ini dengan embel-embel 'keluarga sakinah'.

Oh, jelaslah. Bukan tugas mereka untuk mengedukasi masyarakat tentang pemikiran keluarga harmonis dari sisi lain. Sesuai produk tersebut, yang mereka tampilkan ya dari sisi seksualitasnya!

Ya, ya. Oke. Menurut saya, mengedukasi masyarakat adalah tugas semua bangsa. 

Sudah pernah lihat iklan alat cukur pria yang sempet viral kemarin? Perusahaan tersebut berani ambil konsekuensi besar dengan menyuguhkan kasus sensitif (gender), tapi isinya edukatif. Meskipun banyak orang yang tak merasa teredukasi karena ego-nya.

Suatu hubungan yang baik hanya dikaitkan dengan seks itu lucu. Cinta (suci) dan kepercayaan yang seharusnya menjadi kunci utama keharmonisan rumah tangga malah tergeser maknanya menjadi seks-lah yang paling dibutuhkan sebagai pencegah keretakan hubungan adalah hal paling kocak sedunia.

Ini hanya sekadar iklan. Betul. Tapi tidak bagi orang-orang yang selalu ingin mengambil makna dan pelajaran dari setiap yang mereka lihat. 

Melihat iklan tersebut dan beberapa endorsement-nya, langsung terpintas pertanyaan di benak saya, "Kalau kunci keluarga sakinah adalah seks, apakah kesakinahan itu akan abadi sampai tua? 

Jika sang Istri tidak mampu bereproduksi lagi atau sudah tidak sanggup melayani kebutuhan seks suaminya lagi, apakah hubungan rumah tangga mereka akan rusak seketika? Kesuburan perempuan ada batasnya, sedangkan laki-laki tidak. Ah, bagaimana?"


Banyak khasiat yang bisa lebih diperjualkan dari produk tersebut selain dari sisi menyenangkan pasangan. Bisa dari sisi kesehatan untuk perempuannya, sehingga menyebabkan energi positif selalu mengelilinginya karena sehat raganya. 

Bisa juga mengedukasi para perempuan untuk lebih mementingkan kesehatan miss V-nya agar terhindar dari beberapa penyakit, dan lain-lain.

Kalau dilihat dari khasiatnya, kan, banyak yang menguntungkan si perempuan? Sehingga sasarannya tidak hanya perempuan yang sudah bersuami saja, tapi bisa diperluas menjadi untuk kalangan perempuan (perawan ataupun tidak).

Menjaga kebersihan vagina itu penting, baik untuk perempuan belum menikah maupun yang sudah menikah. Lalai dalam menjaga kebersihan organ intim wanita dapat menyebabkan gatal, iritasi, ataupun keputihan, yang tentunya akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Untuk itu, penting menjaga kebersihan organ intim wanita secara aman dan benar. [2]

Kalau memang khasiat yang ingin ditonjolkan hanya bagian 'memuaskan birahi' saja, bagian yang dapat mengencangkan saja, maka komposisi iklan agar tidak menjadikan manusia seperti hewan harus dipertimbangkan, bung.

Hidup tidak semudah itu yang mana kepenatan dunia seketika hilang dengan melakukan hubungan intim. Dalam memilih pasangan, keindahan fisik saja tidak cukup, saudara. Kehebatan manusia di atas ranjang tidak menentukan kehebatan manusia dalam mengambil keputusan untuk mempertahankan rumah tangga. 

Kita hidup bersama, yang satu punya masalah, yang satu lagi harus bisa mendampingi. Yang satu punya kekurangan, yang satu setidaknya bisa menutupi.

Ya ampun, ini hanya iklan!


Iya, iya, tahu. Saya punya pandangan positif bahwa setiap manusia yang menonton iklan ini pun pasti paham bahwa membangun suatu keluarga tidak semenjanjikan produk itu.

Daftar Pustaka

[1] Yanti, N., Samingan, Mudatsir. 2016. Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol Gal Manjakani (Quercus infectoria) terhadap Candida albicans. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi. Vol 1:hal 1-9.

[2] Alodokter. https://www.alodokter.com/seperti-ini-cara-merawat-kebersihan-organ-intim-wanita-yang-aman

Artikel Terkait