Lewat radio aku sampaikan
Kerinduan yang lama terpendam
Terus mencari biar musim berganti
Radio, cerahkan hidupnya

-

Di radio aku dengar
Lagu kesayanganmu
Kutelepon di rumahmu
"Sedang apa, sayangku?"

Dua lirik lagu dari musisi legendaris Indonesia yaitu Sheila On 7 dan Gombloh, menceritakan bagaimana radio menjadi salah satu media “romantis” kisah cinta jaman dahulu. Jaman dahulu siapa yang dirumahnya tidak punya radio? Entah ibu bapak bahkan mbah-mbah kita di rumah pasti mengalami fase memiliki radio kesayangan.

Radio sudah menjadi bagian hiburan sebelum televisi menyalip popularitasnya. Radio menjadi bagian lifestyle pada jamannya. Kalau sekarang bagaimana ya peran radio? Mungkin bagi kalian yang merupakan seorang pekerja yang setiap harinya mengendarai mobil pribadi, masihkah mendengarkan radio saat perjalanan?

Saat saya masih kecil, sering diajak ayah saya pergi ke tempat beliau bekerja. Diperjalanan sambil mendengarkan radio favorit saya yaitu Prambors FM. Bersenandung sambil menunggu giliran lagu selanjutnya tanpa kita ketahui, ketika lagu favorit saya diputar. Wahhh betapa senangnya!! Serasa dunia sedang berpihak kepada saya. Tidak ragu-ragu lagi untuk bersorak, semakin bersemangat bersenandung. Kalau diingat-ingat kembali semua itu merupakan kenangan manis saya tentang radio.

Sekarang apakah masih ada yang mendengarkan radio saat perjalanan? Atau saat menyeruput kopi maupun teh di teras rumah?

Eksistensi radio dalam hidup saya mulai pudar saat saya menginjak sekolah menengah atas, saya mulai mengenal platform-platform musik dengan berbagai tampilan, seperti Joox, Spotify, serta iTunes.

Mulailah menggunakan headset dikala sendiri sambil mendengarkan berbagai macam genre sesuai keinginan saya sendiri. Saya baru sadar, rasa excitednya berbeda saat saya mendengarkan radio. Karena radio tidak hanya memutarkan music tanpa kita prediksi, tetapi ada segment-segment yang menghibur. Radio memiliki segment-segment yang berbeda tiap minggunya. Inilah yang dahulu selalu saya nantikan.

“Besok hari selasa, berarti ada K-Pop Zone, wah gaboleh ketinggalan nih”

Radio yang saya rindukan, eh bukan—yang kita rindukan bersama, sudah berevolusi lebih modern. Walaupun radio dengan sistem seperti dahulu ada, tapi saya menyadari ada sebuah media yang memiliki sedikit kelebihan dibandingkan radio.

Oh iya! Kehadiran internet yang saat itu menggeser eksistensi radio di hidup saya juga sangat besar, saya mulai mengenal sebuah radio dengan versi “masa kini” dengan berbagai macam fitur yang belum pernah saya temukan di dalam radio. Radio dengan versi “masa kini” yang saya maksud adalah podcast. Podcast yang saat ini hits diberbagai platform, termasuk YouTube hingga Spotify. Banyak public figure, pakar-pakar bidang tertentu, atau bahkan hanya seseorang yang ingin membagikan cerita, sudut pandangnya, bahkan pengetahuannya dalam sebuah audio yang dapat kita pilih sesuai selera.

Bahas dulu yuk, apa sih Podcast itu?

Podcast merupakan sebuah berkas digital berupa audio yang fleksibel dan didengarkan secara non-streaming. Berbeda dengan radio, podcast ini bisa kita dengarkan berulang-ulang sesuai keinginan kita. Podcast sendiri mulai hits di Indonesia, merambah di berbagai platform. Kelebihan lain dari Podcast, yaitu memiliki berbagai macam topic bahasan.

Sebagai penikmat music K-Pop, saya suka mendengarkan Podcast Kekoreaan, banyak sudut pandang baru tentang K-Pop yang didapat setelah mendengarkan konten-konten dari channel tersebut.

Podcast tidak hanya menjadi tempat mendengarkan sesuatu yang bersifat menghibur, bahkan saya menemukan sebuah podcaster yang membuat konten yang berisi sebuah buku yang dibacakan, singkatnya itu audiobook. Bagi yang tidak sempat membaca buku, channel tersebut sangat membantu. Podcast membuktikan kejayaannya setelah masuk dalam platform Spotify, walaupun banyak yang berinovasi podcast yang dirilis di YouTube.  

Jika ada yang menikmati topik berbau horror terdapat di Podcast Do You See What I See, kalau ini jujur saya hanya memiliki keberanian mendengarkannya ketika siang hari. Bagi yang suka dengan isu-isu terkini dibahas dalam Podcast yang menjadi langganan trending di Youtube, yaitu Podcast Deddy Corbuzier. Kalau ada yang ingin melihat sebuah sudut pandang tentang relationship, berkunjunglah ke Podcast Love Talk. Semua channel Podcast yang saya utarakan menjadi top list di Spotify.

Banyak sekali topik yang ada di Podcast dan lebih menyenangkannya lagi, podcast menjadikan siapa saja bisa merilis karyanya lewat audio. Topik tentang bisnis, politik, hiburan, self-improvement, komedi, music, dan sebagainya bisa kalian temukan di Podcast.

Dengan durasi yang fleksibel, podcast mennjadi sarana yang menarik untuk mengisi waktu kosong kita, contohnya saat berkendara, didalam transportasi umum, dan kegiatan lainnya.

Siapakah yang memprediksi bahwa Podcast bisa begitu hits sekarang?

Walaupun begitu, eksistensi radio tidak dapat saya hilangkan dari bagian kenangan saya yang begitu indah. Dimana radio yang masih berbentuk balok dengan antenna yang berwarna silver. Menemani ditengah malam dikala saya sedang mengerjakan pekerjaan rumah, menemani dikala perjalanan, dan mungkin bagi orang tua saya, radio sebagai saksi kisah cinta di masa sekolah.

Radio masih memiliki tempat istimewa dalam kenangan.