Ketika masyarakat sakit, maka hal pertama dibayangkan ialah kekhawatiran mengenai uang ke rumah sakit yang cukup tinggi. Hal ini tentu berdampak buruk bagi psikologis. Memang rumah sakit memberikan fasilitas dan layanan yang maksimal, tetapi biaya menjadi pembatas bagi masyarakat yang penghasilannya hanya dicukupkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebagai solusinya pemerintah melaksanakan program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan. Sehingga masyarakat menjadi tenang ketika berkunjung ke rumah sakit. Padahal selain rumah sakit dan klinik ada tempat yang bisa dijadikan sebagai solusi masalah kesehatan dan melakukan pengobatan, yakni Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat).  

Puskesmas memang tidak menjadi rujukan utama bagi masyarakat karena ada rumah sakit dan klinik, tetapi seharusnya Puskesmas dapat berperan lebih. Sehingga masyarakat akan lebih mempertimbangkan Puskesmas sebagai awal mengatasi kecemasannya.

Puskesmas berupaya menjadi yang utama dalam sistem pelayanan kesehatan Indonesia. Di Puskesmas kita bisa melakukan cek darah, cek penyakit umum, pelayanan gigi, penanganan balita dan kurang gizi, bisa mengetahui mengenai pendidikan kesehatan, kesehatan lingkungan dan beragam informasi terkait kesehatan lainnya.

Meski ada beberapa keterbatasan yang dialami oleh Puskesmas, seperti kurangnya tenaga medis, ketersediaan obat, ketersediaan anggaran, dan fasilitas kurang memadai. Hal-hal ini harus segera dibenahi pemerintah. Karena masyarakat membutuhkan pelayanan publik dengan fasilitas terbaik.

Pemerintah tentu tidak diam menunggu yaitu dengan melakukan beberapa pembenahan pada Puskesmas. Seperti memperkuat SDM (Sumber Daya Manusia), menangai efektivitas dalam pembiayaan operasional, pengelolaan logistik alat dan obat, serta peningkatan manajemen dan mutu pelayanan.

Kurangnya tenaga medis mengakibatkan tugas administrasi dilakukan sekaligus. Hal ini dapat menambah beban kerja petugas medis. Hal ini sama dengan yang dialami oleh guru dengan banyaknya tugas administrasi. Sebaiknya tugas administrasi tidak dibebankan kepada petugas medis dan tenaga kesehatan. Supaya mereka bisa fokus menjalankan tugasnya melayani pasien.

Untuk masalah anggaran pemerintah harus berupaya agar anggaran yang diberikan kepada Puskesmas tidak terlambat dalam pelaksanaannya. Karena keterlambatan pencairan anggaran akan memusingkan petugas medis yang bekerja. Sehingga membebankan biaya lebih kepada masyarakat. Hal ini akan mempengaruhi persepsi masyarakat.

Masyarakat mau tidak mau harus menerima hal demikian, karena Puskesmas tidak punya pilihan lain. Anggaran yang terlambat ini akan menganggu kelancaran pelayanan. Perlu adanya jadwal yang sesuai, sehingga dana yang diberikan kepada Puskesmas tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan Puskesmas masing-masing daerah.

Fungsi utama daripada Puskesmas ialah membina kesehatan wilayah, yakni menyehatkan wilayah kerjanya, dan menyehatkan penduduk yang mendiami wilayah tersebut. Sehingga penduduk yang sehat akan menjadi tolak ukur dalam keberhasilan layanan Puskesmas. Hal ini bisa saja berdampak pada bidang-bidang lain. Sebab kesehatan seorang masyarakat akan mempengaruhi kegiatan yang dilakukannya.

Apalagi saat ini kesehatan masyarakat banyak yang terganggu di masa pandemi Covid. Selain kesehatan fisik, masalah kesehatan mental pun bisa ditangani oleh Puskesmas. Beragam layanan yang disediakan oleh Puskesmas di bidang psikologi, yang harapannya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.

Pemerintah berupaya dalam menjaga kesehatan masyarakat dengan melakukan peningkatan pada fungsi-fungsi Puskesmas. Fungsi utama Puskemas sebagai pusat dari kesehatan masyarakat, yakni bertanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya, yang dalam artian seluruh masyarakat.

Maka tugas perwilayah, perdaerah, sesuai dengan puskemas yang berada di wilayah tersebut. Tentunya fasilitas dan layanan Puskesmas di berbagai daerah berbeda. Maka perlu adanya integrasi dalam hal fasilitas dan layanan, sehingga pada daerah terpencil kualitas layanan dan fasilitas Puskesmas tetap dapat diandalkan.

Dalam pelaksanaan fungsi utama Puskesmas, hal ini dipecah ke dalam tiga sub fungsi, pertama mengobati penduduk yang sakit secara perorangan disebut Upaya Kesehatan Perorangan (UKP), kedua mengurangi atau menghilangkan faktor-faktor yang menyebabkan orang sakit disebut Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM), dan ketiga melaksanakan fungsi manajemen untuk mendukung dua subfungsi tersebut.

Untuk mendapatkan layanan yang diberikan Puskesmas yaitu dengan menunjukkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga). Jika penyakit yang dimiliki pasien tidak dapat ditangani karena hal-hal tertentu, maka Puskesmas dapat merujuk ke rumah sakit jika diperlukan. Sebab rumah sakit tentu memiliki fasilitas dan sumberdaya yang baik.

Puskesmas memang tidak seburuk itu. Hanya saja untuk saat ini Puskesmas dianggap masih belum bisa bersaing dengan rumah sakit. Padahal seharusnya Puskesmas yang lebih dekat dengan masyarakat bisa lebih baik lagi melayani masyarakat. Pemerintah perlu untuk membangun Puskesmas ke dalam tahap bersaing.

Dulu tugas Puskesmas melakukan penyuluhan dan pencegahan, saat ini Puskesmas dapat bertugas mengobati masyarakat. Puskesmas pun dapat berubah menjadi Rumah Sakit ketika masyarakat mengeluh bahwa letak rumah sakit yang dirujuk lokasinya terlalu jauh. Meningkatnya pasien rujukan juga bisa mengubah Puskesmas menjadi rumah sakit. Sebab tugas Puskesmas ialah memenuhi kebutuhan masyarakat.

Puskesmas harus berada di setiap Desa agar masyarakat bisa mendapatkan perawatan kesehatan. Menjadi berbahaya jika ada desa yang belum memiliki Puskemas. Misal seseorang di desa A sakit dan tidak memiliki Puskesmas. Maka ia harus pergi ke desa B yang memiliki Puskesmas. Padahal jarak kedua desa bisa saja jauh. Apalagi kalau di pedalaman desa dimana tranportasi sulit. Masyarakat akan kesulitan mendapatkan perawatan kesehatan. Hal ini harus diperhatikan oleh pemerintah, agar setiap masyarakat bisa mudah mengakses Puskesmas.

Bukan berarti merasa enggan melayani masyarakat, tapi seharusnya lebih profesional dan lebih mampu memberikan kepuasan bagi masyarakat. Puskesmas tidak boleh kalah dari rumah sakit dan klinik, baik dari segi pelayanan maupun fasilitas. Pengabdian di Puskesmas kemudian menjadi yang utama, dan profesionalitas yang solid.

Daftar Bacaan

Bappenas. https://www.bappenas.go.id/files/1715/3974/8326/Buku_Penguatan_Pelayanan_Kesehatan_Dasar_di_Puskesmas-_Direktorat_Kesehatan_dan_Gizi_Masyarakat_Bappenas.pdf