Setiap orang pasti ingin merasakan kebahagiaan. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang pasti punya masalah dan tidak bisa dipungkiri juga bahwa tidak ada orang yang selalu baik-baik saja.

Tapi terkadang ada saat ketika seseorang memilih berpura-pura untuk bahagia karena dia ingin membuat orang-orang di sekitarnya tidak merasa kecewa.

Teman-teman mari kita tanya ke diri kita sendiri, Kapan terakhir kali kamu benar benar merasa bahagia? Apakah sudah lama? Sekarang, bagaimana dengan saat terakhir kamu berpura-pura bahagia?

Kali ini kita tidak berbicara tentang saat Anda berpura-pura menertawakan lelucon temanmu yang tidak terlalu lucu.

Kita berbicara tentang terakhir kali kamu mencoba meyakinkan seseorang bahwa kamu bahagia, padahal sebenarnya tidak.

Misalnya, ketika ditanya apakah Anda bahagia ketika akhirnya bisa berpisah dengan kekasih yang semena-mena, seharusnya Anda bahagia. Akan tetapi kamu hanya tersenyum.

Masih banyak orang yang berpikir bahwa orang yang sedang bahagia itu bisa dilihat dari ekspresinya. Jika dia tersenyum sudah pasti kebahagiaan sedang menyelimuti dirinya. Belum tentu.

Pura-pura bahagia untuk orang sekitar

Sebenarnya, banyak dari kita berpura-pura bahagia pada saat-saat tertentu.

Barangkali kita baru saja mengalami hari yang buruk, jadi kita tersenyum dan berpura-pura untuk membuat orang-orang di sekitar kita bahagia.

Mungkin kita mengalami minggu yang buruk karena banyak tugas-tugas, banyak tekanan dari berbagai pihak dan sebagainya.

Barangkali kita pernah merasa kesal, tetapi berusaha menahannya supaya orang-orang di sekitar kita tidak kecewa. Hal seperti ini mungkin tidak masalah untuk jangka pendek.

Misalnya, berpura-pura bahagia atas prestasi saudaramu, saat kamu merasa sangat kesal karena kamu tidak bisa mendapatkan prestasi yang sama dengan saudaramu.

Demikian pun kamu berpura-pura bahagia untuk pencapaian sahabatmu, padahal Anda berusaha keras untuk memadamkan kecemburuan karena prestasinya, ya tidak apa-apa.

Menjadi orang yang terlihat baik-baik saja mungkin berdampak baik untuk orang di sekitar. Tetapi untuk diri sendiri?

Belum tentu. Ketika kamu mendapati diri Anda semakin banyak berpura-pura, kamu mungkin sedang bergulat dengan masalah yang lebih besar.

Sebab, tidak ada orang yang selalu baik-baik saja. Setiap orang punya masalah, dan berhak mengakui kalau kita tidak baik-baik saja.

Masalah yang akan dihadapi jika terlalu sering berpura-pura bahagia

Terakhir kali kamu berpura-pura bahagia. apakah itu benar-benar membantu? Tentu, ada orang lain yang merasa nyaman, tapi bagaimana perasaanmu? Mungkin kamu merasa jika tidak berpura-pura bahagia. Kamu akan merasakan perasaan yang lebih buruk.

Namun begitu, yang namanya berpura-pura tetaplah tidak baik Sebenarnya, berpura-pura itu tidak akan menolong siapa pun. Saat kamu berpura-pura. Kamu akan merasakan sesuatu yang sebenarnya bukan Kamu.

Pertama-tama, kamu tidak membantu orang yang kamu coba yakinkan karena mereka ingin kamu benar-benar bahagia. Kamu mungkin berhasil meyakinkan mereka beberapa kali, tetapi mereka akan menangkap fakta bahwa kamu sebenarnya tidak bahagia.

Ketika mereka menangkap fakta bahwa kamu tidak merasa bahagia, mereka akan merasa lebih buruk karena tidak menyadarinya lebih awal Mereka akan merasa seperti telah mengecewakanmu.

Seolah-olah mereka tidak melakukan hal yang kamu ingin mereka lakukan. Tidak hanya itu, mereka mungkin merasa kamu tidak memercayai mereka. Dan itulah mengapa kamu tidak membagikan apa yang sebenarnya terjadi

Kamu juga tidak membantu dirimu sendiri. Sebab berpura-pura bahagia tidak hanya akan menghabiskan lebih banyak energi, tapi juga membuat kamu merasa lebih kesal.

Pada tingkat tertentu kamu bertanya-tanya mengapa orang-orang di sekitarmu tidak dapat melihat melalui kondisi perasaanmu dan mengapa mereka tidak membantumu.

Di tingkat lain Kamu berharap mereka bisa mengetahui kondisimu atau kamu tidak perlu berpura-pura sama sekali. Kamu mungkin lelah memasang wajah dan sikap seolah-olah bahagia di depan orang lain. Lantas, Kamu pun berharap bisa menjadi diri sendiri, apa pun bentuknya.

Berpura-pura bahagia bisa berdampak negatif pada kesehatan mentalmu sendiri serta hubunganmu dengan orang-orang sekitar.

Memang, berpura-pura bahagia akan membantu hubungan kamu dan membuat orang-orang di sekitarmu merasa lebih baik, tetapi sebenarnya bukan itu masalahnya.

Bagaimanapun, Kamu tidak hanya berpura-pura bahagia, tetapi kamu menyembunyikan perasaan sejati dan pengalaman sejatimu darinya. Dan, itu juga akan berperan dalam perasaanmu dan bagaimana kamu berinteraksi dengan orang-orang dalam hidupmu.

Banyak orang yang mencoba berpura-pura bahagia. Padahal sebenarnya mereka mengalami depresi. Hal itu pun sangat berbahaya, apabila dibiarkan berlarut-larut. 

Kamu tidak perlu memberitahu semua orang bahwa kamu sedang memiliki masalah. Tetapi, kamu perlu memberitahu orang-orang terdekatmu dan yang kamu anggap dekat seperti teman, sahabat, kekasih maupun orang tuamu.

Sebab, memiliki teman yang bisa kamu ajak untuk berbagi keluh kesah itu sangat penting untuk meringankan masalah yang kamu hadapi.


Jadi, berhentilah untuk berpura-pura bahagia karena semua orang itu berhak untuk berkeluh kesah dan berhak mengakui bahwa dia sedang tidak baik-baik saja.