Musik merupakan ungkapan rasa, suara yang tersusun melalui harmoni nada-nada. Dalam KBBI daring, pengertian musik adalah nada atau suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan (terutama yang menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu).

Menurut Aristotle, musik punya kemampuan mendamaikan hati yang gundah. Musik terdiri dari harmoni nada dan punya berbagai aliran/jenis (genre). Salah satu genre musik yang menyuarakan perlawanan/pemberontakan adalah genre musik punk. 

Punk, selain disebut sebagai gaya hidup, juga diartikan sebagai genre musik. Punk lahir sekitar tahun 1970-an, menyikapi kondisi sosial dan politik masa itu. 

Pada awalnya, punk lahir di London, Inggris, kemudian merambah ke Amerika. Mereka ini digerakkan oleh golongan anak muda, pemberontak, dan menginginkan perubahan, dari kelas pekerja yang mengalami masalah ekonomi ditambah dengan merosotnya moral para elite pemerintah/penguasa.

Dari situasi dan kondisi demikian, punk melakukan perlawanan dengan caranya sendiri, “we can do it ourselves.” Landasan ini yang dikenal dalam gerakan-gerakan sosial (movement) punk lainnya.

Musik punk adalah musik perlawanan (rebel music), ungkapan rasa tidak puas yang menyindir para pejabat dan penguasa dengan kebijakan yang tidak berkeadilan sosial, anti-kekerasan, anti-kemapanan. Perlawanan yang diaplikasikan lewat paduan irama, lirik-lirik lagu yang unik, dan sederhana, namun kadang-kadang kasar, beat yang cepat serta menghentak.  

Gerak perlawanan punk sebenarnya bukan hanya di bidang musik, tetapi juga meluas dalam beberapa kelompok dan komunitas. 

Gideon Sams dalam The Punk (2005) menguraikan berbagai jenis gerakan punk, di antaranya: toko buku alternatif, jurnalisme punk (karya Lester Bangs), politik punk, puisi punk (oleh John Coper Clark), kartun punk (komik Love and Rockets), seni punk, majalah punk, fiksi, bahkan etiket punk.

Mengenal punk, umumnya kita dapat melihatnya dari gaya atau ciri khas yang dikenakan. Mulai dari gaya rambut mohawk atau spike. Bagi yang enggan memotong rambut, menatanya dalam bentuk spike-top atau mohican.

Aksesoris khas lainnya, yaitu baju robek-robek penuh badge, tattoo, jaket penuh spike, kaus bergambar grup band punk dan perlawanan, celana panjang atau pendek ketat dan kumal penuh dengan badge, boot, safety pins yang ditindikkan ke telinga, hidung, serta juga menggunakan sabuk rantai.

Semua yang diperlihatkan punk lewat gaya yang khas maupun irama musik bukan hanya sebuah performa ataupun sekadar penampilan saja, melainkan adalah sebuah simbol (perlawanan) dan budaya. Gaya hidupnya merupakan budaya. Budaya punk yang “berbeda” bertemu (berlawanan) dengan gaya hidup yang lainnya. Dan semua itu dimaknai sebagai demonstrasi ideologi.

Di antara banyak grup band musik punk, sebut saja yang mewakili ada Superman Is Dead (SID) dari Bali, Indonesia, dan Green Day dari California, Amerika. Grup band ini sudah dikenal rekam jejaknya, khususnya dalam konteks musik yang bertemakan perlawanan (rebel music).

Contoh berikut ini salah satu bentuk kritik, protes, perlawanan, dan pemberontakan yang mereka suarakan:

"Saya enggak pro Ahok/JKW. Demo besok itu proyek elite Orde Baru yang ingin berkuasa lagi. FPI itu bikinan mereka. Enggak ada hubungannya sama agama. Semua adalah politik. Hanya bisa bubar jika elite Orba binasa." ungkap pemain drum dari grup band punk Superman Is Dead (SID), Jerinx (JRX), dalam akun media sosial Facebook dan Twitter, yang turut menanggapi demo 4 November 2016 (4/11).

Selain tanggapan tentang aksi demo (4/11), SID juga banyak menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Misalnya masalah lingkungan: “menolak Reklamasi Teluk Benoa”. 

Gerakan ini juga dikampanyekan di media sosial menggunakan tagar: #SayaTolakReklamasi, #BaliTolakReklamasi, #BatalkanPerpres51th2014, dan situs http://www.forbali.org/id/. Protes dan kritik sosial lainnya seperti pembungkaman, penculikan aktivis, masalah ekonomi, penindasan, dan lain-lain.

Kritik sosial dan protes SID bisa dilihat juga dari lirik lagu mereka berjudul “Sunset di Tanah Anarki”, “Jika Kami Bersama”, dan sebagainya. 

Lagu "Sunset di Tanah Anarki" dan video musiknya mengangkat tentang penegakan hukum, keadilan bagi kasus Munir, Widji Thukul, dan lainnya, disertai pesan dari Suciwati dan Sipon, juga rekaman suara dari Ilham Aidit. Keadilan hukum yang belum menemukan jalan ke mana arahnya hingga sekarang.   

Bukan hanya SID yang dikenal di Indonesia melakukan gerakan perlawanan, kritik sosial-politik lewat musik dan lagu-lagu rebel. Green Day pun demikian, menyuarakan perlawanan terhadap kondisi sosial dan perpolitikan setempat.

Pada acara MTV European Music Awards 2016 bulan lalu di Rotterdam (Belanda), Green Day tampil dengan membawakan lagu hits mereka yang rilis tahun 2004: American Idiot

Lagu American Idiot didedikasikan untuk Donald Trump, dengan mengubah lirik “The subliminal mind fuck America” menjadi “The subliminal mind Trump America”. Tentang ini, lihat di Watch Green Day dedicate ‘American Idiot’ to Donald Trump at MTV EMAs 2016 dan Green Day's Billie Joe Armstrong Compares Donald Trump to Hitler.

Lagu American Idiot ini sebelumnya juga mengkritik masa pemerintahan AS di bawah George W. Bush, yang mengacu pada isu-isu politik propaganda pemerintahan (AS), politik media, dan kebijakan lainnya.

Namun lagu American Idiot ini tidak berhenti di sana. Dari laman Green Day’s Billie Joe Armstrong Calls Donald Trump ‘F—ing Hitler’, lagu tersebut masih berhubungan masa sekarang bagi Trump dan pemilihnya, yang menurut Billie Joe itu bahkan jauh lebih buruk lagi dari seorang Adolf Hitler.

Contoh lainnya, pada tahun 2003, Billie Joe merilis lagu solo Life During Wartime. Lagu ini menentang kebijakan pemerintah AS di bawah George W. Bush terhadap invasi (perang) ke Irak. 

Dalam sebuah wawancara dengan CMU Weekly (2004), Billie Joe menyampaikan kritiknya, "There is a war on terror which is basically a war on fear. It is playing with our fear."

Green Day menyikapi kritiknya terhadap Bush dengan menyumbangkan lagu Rock Against Bush pada tahun 2004. Lagu ini mengajak peran punk beserta musisi alternatif di Amerika. Kemudian disertakan untuk mendukung situs PunkVoter.com, situs yang berisikan kampanye pemilihan presiden ulang, mendorong anak muda supaya memilih ulang presiden (Bush) yang terpilih ketika itu.

Kritik Green Day lainnya banyak ditemui dalam akun media sosial mereka, baik di Facebook, Twitter, dan Instagram. Seperti berikut ini, Billie Joe Armstrong (sang vokalis), dalam akun instagramnya turut pula menanggapi tragedi kebakaran yang terjadi di Oakland, California baru-baru ini:

It's been many years since I've lived in warehouses and communal spaces like Ghost ship.. those were some of the best and most fulfilling times in my life. living with other weirdos, artists, activists, and musicians.. spaces like this allow the strange ones to thrive and be the people that normal society rejects. we inspired each other, laughed together, and created new friends and family we didn't know existed. The city of Oakland provided that for me and my closest friends. this tragedy hits close to all of our hearts. please do what you can to help heal this intense loss.. more information to come.. let's take care of each other.. BJ

Dilihat dari apa yang dilawan oleh punk, ideologi, gaya hidup, maupun jalur musik itu diartikan sebagai budaya populer. Sebagaimana John Fiske dalam Understanding Popular Culture (1995) menjelaskan bahwa budaya populer adalah proses perjuangan terhadap makna-makna pengalaman sosial, makna-makna perseorangan, dan hubungannya dengan tatanan sosial.

Kemudian oleh Stuart Hall (1981: 238) bahwa masyarakat versus blok kekuasaan: hal ini bukan merupakan “kelas sosial melawan kelas sosial”. Ini adalah lini pusat kontradiksi yang di sekitarnya wilayah budaya tersebut dipolarisasi. Budaya populer, khususnya, diorganisasikan di sekitar kontradiksi tersebut: kekuatan-kekuatan populer versus blok kekuasaan.

Dari berbagai jalur gerakan perlawanan punk, salah satu media yang efektif membawa pesan punk secara luas adalah musik. Musik turut memainkan peran sebagai media yang mengirimkan dan membawa pesan, menghubungkan manusia satu dengan lainnya. Musik juga bagian dari seni, memproduksi sebuah karya seni. Musik adalah sebagai wadah, media untuk meng-ada atau menjadi (eksistensi).

Oleh Marshall McLuhan menyebut tentang media, bahwa secara umum itu sebagai sebuah pesan (the medium is the message). Media (musik) di dalamnya adalah sebuah proses komunikasi yang menghubungkan antarmanusia, terbentuk dan terlibat secara mendalam seperti halnya televisi, radio, koran, dan telepon.

Grup band punk dalam hal ini Superman Is Dead dan Green Day punya kemiripan latar belakang perlawanan.

Kemiripannya karena secara khusus mereka adalah bagian anak-anak muda, yang lahir membawa genre musik punk sebagai musik rebel (pemberontakan), perlawanan, antikemapanan dan menginginkan perubahan. Musiknya yang identik dengan nuansa kritik-protes terhadap isu-isu ketidakadilan sosial dan kemanusiaan serta segala bentuk kemapanan (status quo).

Dan secara umum mereka pun adalah manusia, saling terhubung dengan berbagai aspek kehidupan yang satu dengan lainnya. Peka terhadap permasalahan sosial, politik, kesenjangan, ketidakadilan, hingga masalah lingkungan. Mereka yang berani, gelisah, dan cakap membaca apa yang terjadi di sekitar mereka.

Jika melihat sejarah dan gerakannya, apakah tidak berkaitan dan terpisah antara punk dan musik yang dibawakan dengan problem kehidupan di sekitarnya?

Kritik-protes sosial, perlawanan (resistensi) oleh subkultur punk adalah sebuah wujud dari keberanian hidup. Mengutip dari Pramoedya Ananta Toer: “Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?”