Gimana? Masih heboh sama berita larang melarang warung di bulan puasa itu? Masih sibuk dengan menu buka puasa? Sore-sore begini masih duduk di kamar sambil menatap jam dinding yang bagai bergerak sangat perlahan?

Ya, setiap yang puasa pasti bakal merasakan lapar dan haus. Namanya juga nggak makan-makan dan nggak minum-minum. Cuma, apa memang sampai di sana saja? Hanya sampai dengan kemampuan menahan lapar dan haus, ya sudah?

Kehidupan ini penuh dengan misteri. Banyak pihak mengatakan, terutama penggiat spiritual dan meditasi, bahwa salah satu cara untuk bisa masuk ke dalam relung jiwa adalah dengan cara ‘menyiksa’ tubuh. Ya, saya pun sering mempraktekkannya saat melakukan meditasi.

Lain manusia, lain gayanya dalam ‘menyiksa’ tubuh untuk larut dalam meditasi. Ada yang puasa putih (hanya makan nasi dan air putih saja), menyantap bunga melati, berzikir hingga mengasah kemampuan untuk mampu mengalami lucid dream.

Dan ya, puasa ramadan juga demikian adanya. Pintu-pintu portal untuk bertemu-Nya akan dibukakan di kala bulan puasa ini. Hal ini tak lepas dari tubuh yang disucikan dari segala candu semua indra manusia. Dengan keadaan suci dari dunia, jiwa akan mudah masuk ke dalam lorong menuju istana-Nya.

Saya penah membaca Hadits Qudsi isinya begini, “Di dalam setiap rongga anak Adam, AKU ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada kolbu, dalam kolbu ada fuad, dalam fuad ada syagofa, dalam syagofa ada sir, dalam sir ada AKU, tempat AKU menyimpan rahasia.”

Cuma ya bagaimana lagi, kita terlalu sibuk dengan urusan lapar dan dahaga, nabung amal, citra diri dan segala macam kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia dalam beribadah. Sehingga ‘misteri-misteri’ itu hilang begitu saja dibawa masa.

Ah, saya jadi ingat puisinya Jalaludin Rumi.

Puasa Membakar Hijab

Rasa manis yang tersembunyi, ditemukan di dalam perut yang kosong ini.

Ketika perut kecapi telah terisi, ia tidak dapat berdendang. Baik dengan nada rendah ataupun tinggi.

Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa, api mereka akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu.

Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab, dan kau akan mendaki seribu derajat di atas jalan serta dalam hasratmu.