Dalam perspektif teologi, Israel merasa bahwa mereka adalah bangsa pilihan yang dipilih Allah dan tanah Palestina adalah tanah yang dijanjikan Tuhan. Dari itu, tanah di Palestina menjadi sengketa hingga hari ini; bagi Israel yang berhak menduduki tanah tersebut adalah bangsa pilihan.

Selain itu dalam kalangan Yahudi ekstrem menganut paham amalek yang menurut mereka siapa-siapa saja yang menjadi penghalang bangsa Yahudi, yang membenci bangsa Yahudi, dan yang bermusuhan dengan Yahudi adalah termasuk golongan amalek yang wajib ditumpas.

Kedua konsep di atas menjadi pemicu konflik yang tak berkesudahan hingga hari ini antara Palestina dan Israel, di saat Palestina diserang denga keji bangsa-bangsa dunia hanya bisa mengutuk tanpa menyudahi tangisan air mata dan memberikan jaminan kenyamanan untuk hidup di tanahnya sendiri.

Bangsa-bangsa lain yang ada di muka bumi ini seolah-olah tak berkutik melawan Israel, “Apakah Israel benar-benar sudah menjadi penguasa dunia dan menjadi pemerintah super power?” Sehingga bangsa-bangsa lain takut melawan Israel atau ada apa-apanya dibalik diamnya suatu bangsa ketika Israel menyerang Palestina.

Nah, Profesor Sergyei Nilus mengatakan “Menurut wasiat dari montefiore, Zion tidak setengah-setengah, baik dari segi uang ataupun dari segi lainnya, demi mencapai tujuannya.”

Di masa kejayaan kita, seluruh pemerintah di muka bumi, secara sadar ataupun tidak, tunduk segala perintah Pemerintah Super Zion yang Agung ini, karena semua obligasi dan sekuritas ada di tangannya, karena semua negara memiliki utang kepada orang-orang Yahudi dalam jumlah yang tidak akan pernah sanggup mereka lunasi, kata Nilus.

Segala kegiatan industri, perdagangan, dan diplomasi ada di tangan Zion. Melalui pinjaman-pinjaman modallah Zion telah memperbudak semua bangsa. Nah, negara-negara mana saja yang telah diperbudak oleh Israel?

Apakah benar adanya bangsa-bangsa yang mempunyai utang dalam jumlah besar ada hubungannya dengan bangsa yang ingin menguasai dunia ini sehingga ketika tuannya memicu konflik dan kekerasan yang lain pada diam? Entahlah!

Tak heran salah satu isi Protokol Zionis menyebutkan bahwa “Kaum Goyim (non-Yahudi) itu adalah kawanan domba, sedangkan kita adalah kawanan serigala. Dan anda tahu apa yang terjadi kawanan serigala menguasai kawanan domba-domba?

Israel bukan hanya ingin menguasai Palestina, tapi juga menguasai dunia sebagai Pemerintahan Super Zion. Protokol-protokol Zionis menunjukkan bahwa protokol tersebut telah nyata adanya dan lihat apa yang telah dilakukan Israel terhadap Palestina dan kepada bangsa lain dengan cara terselubung.

Apa itu Protokol Zionis?

Protokol Zionis adalah sebuah dokumen, rancangan dari sebuah dokumen, risalah. Dalam hal ini protokol berarti risalah (Pertemuan Tetua Elit Zion). Protokol tersebut mengungkapkan substansi hingga ke lingkaran terdalam para penguasa Zion dan rencana aksi bersama Bangsa Yahudi.

Profesor Sergyei Nilus menerbitkan Protokol-protol Zionis di Rusia dalam bentuk buku untuk pertama kalinya pada tahun 1905. Keaslian dokumen Zionis ini apakah palsu atau tidak? Tapi nyatanya Israel benar-benar telah menguasai dunia secara perlahan dan menjadi Pemerintahan Super Zion.

Henry Ford dalam New York World, 1921 mengatakan “Satu-satunya pernyataan yang ingin saya sampaikan mengenai protokol ini adalah isinya sesuai dengan apa yang sedang berlangsung. Protokol ini sudah 16 tahun tersebar dan ternyata sesuai dengan situasi dunia hingga saat ini.

Nah, apa saja protokol-protokol dari Tetua Elit Zion? Protokol tersebut terdiri dari 24 protokol yang ditulis oleh Victor Emile Marsden (1866-1920) seorang jurnalis dan penerjemah. Tulisan Marsden ini merupakan terjemahan dari karya Sergyei A. Nilus. Edisi bahasa Indonesia diterbitkan oleh Change, Jakarta: 2014.

Protokol I Doktrin Pokok, Protokol II Perang Ekonomi, Protokol III Metode Penaklukan, Doktrin IV Materialisme Menggantikan Agama, Protokol V Perkembangan Tirani dan Modernisasi, Protokol VI Teknik Pengambilan, Protokol VII Perang Dunia, Protokol VIII Pemerintah Sementara.

Protokol IX Doktrin Ulang, Protokol X Mempersiapkan Kekuasaan, Protokol XI Negara Totaliter, Protokol XII Kontrol Terhadap Media, Protokol XIII Pengalih Perhatian, Protokol XIV Serangan Terhadap Agama, Protokol VX Penindasan yang Kejam, Protokol XVI Cuci Otak, Protokol XVII Penyalahgunaan Kekuasaan.

Protokol XVIII Penangkapan Pihak Lawan, Protokol XIX Penguasa dan Rakyat, Protokol XX Program Finansial, Protokol XXI Utang dan Kredit, Protokol XXII Kekuatan Emas, Protokol XXIII Menanamkan Kepatuhan, dan Protokol XXIV Kualitas Penguasa.

Dengan adanya protokol tersebut, Zionis punya rencana untuk menguasai dunia dengan segala cara; baik dari segi politik, ekonomi, hukum, media, dan lain-lain. Dari segi politik dan pemerintahan mereka menyebarkan paham dan sifat-sifat licik kepada pemimpin dan menghancurkan moral para penguasa itu sendiri.

Salah satu isi protokol tersebut disebutkan bahwa politik sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan moral. Penguasa yang memerintah dengan moral bukanlah politisi yang terampil, siapa pun yang ingin memerintah harus sanggup berbuat licik.

Sifat-sifat yang luhur, seperti keterbukaan dan kejujuran merupakan hal yang merugikan dalam politik karena akan menurunkan penguasa dari takhtanya secara lebih efektif. Sifat-sifat tersebut harus menjadi ciri-ciri pemerintahan Goyim dan uniknya bagi Zionis sendiri tidak mempraktikkan/mengadopsi sifat-sifat tersebut.

Selain itu juga menurut para Zionis di tangan negara-negara ada kekuatan besar yang menggerakkan pemikiran di masyarakat, yaitu pers. Peran pers adalah menyuarakan keluhan dan menciptakan ketidakpuasan dalam masyarakat.

Dalam perslah kebebasan berbicara memperoleh tempatnya. Nah, menurut Zionis, negara-negara Goyim belum mengetahui cara memanfaatkan kekuatan pers. Dari itu para Zionis memanfaatkan pers untuk menguasai dunia dan pers harus jatuh di tangan mereka dan melalui pers memperoleh kekuasaan untuk mempengaruhi.

Zionis pun lebih menekankan lagi bahwa tidak akan ada satu pemberitaan pun yang mencapai masyarakat tanpa kendali mereka. Pers berperan untuk membangkitkan gairah dan mengobarkan hasrat-hasrat yang diperlukan oleh tujuan mereka atau jika tidak pers melayani tujuan-tujuan egois berbagai pihak.

Bagi Zionis sendiri bidang kesusastraan dan jurnalisme merupakan dua kekuatan pendidikan yang paling penting karena dengan itu mereka bisa mempengaruhi pikiran-pikiran masyarakat.

Melalui protokol-protokol inilah para Zionis merancang tujuan untuk menguasai dunia, benar atau tidaknya protokol/dokumen palsu atau asli bisa kita lihat dengan situasi saat ini. Israel terus mengusik kenyamanan rakyat Palestina, walaupun dunia internasional mengecam tindakan kekerasan mereka.

Seolah tak menghiraukan kecaman dunia internasional, Israel semakin menggila menghabisi nyawa rakyat Palestina. Nah, apakah Israel sudah nyata benar adanya bahwa mereka sudah menguasai dunia?