Arsiparis
7 bulan lalu · 1019 view · 3 min baca · Ekonomi 96715_12177.jpg
https://pixabay.com/en/prostitution-wall-stones-shadow-225406/

Prostitusi Artis, Hedonisme dan Prestise Lelaki Hidung Belang

Kabar tertangkapnya Vanessa Angel di Surabaya terkait dengan prostitusi online sungguh mengejutkan. Penangkapan ini kembali mengingatkan kita saat Robby Abbas tertangkap sebagai mucikari dan mengutarakan bahwa banyak artis yang menjadi kliennya.

Kabar ini seolah membuktikan omongan Robby Abbas pada waktu itu. Mengapa lelaki hidung belang itu mau membayar dengan uang sebegitu besar untuk meniduri si Artis?

Bagi lelaki, prestise adalah kekuasaan dan mungkin juga pencapaian yang luar biasa. Sebagaimana dalam urusan sex. Kalau hanya untuk melampiaskan hasratnya mereka bisa melampiaskan ke setiap perempuan yang memang menjajakan cintanya.

Tapi mengapa harus artis? Inilah tantangannya bagi mereka para lelaki tajir hidung belang tersebut. Ini akan menjadi pencapaian yang luar biasa saat mereka berkumpul dengan rekan sesama berduit itu. Pertama mungkin ia akan mengenalkannya sebagai pacar mereka. Di kalangan, mereka para lelaki hidung belang, artis adalah puncak pencapaian untuk memiliki wanita.

Kedua, mereka yang berduit itu mulai memanfaatkan gaya hidup para artis itu, yang biar bagaimanapun pasti membutuhkan biaya besar untuk merawat kecantikannya. Hedonisme dan kekayaan menjadi hubungan simbiosis mutualisme.

Gaya hidup yang memerlukan biaya tidak kecil tentunya akan membuat situasi hidup agak sulit bagi artis artis medioker. Hanya mengandalkan honor yang tidak seberap tentunya mereka akan kalah bersaing untuk bisa eksis di jagad dunia hiburan. Tentunya ini akan berbeda dengan artis papan atas dengan honor ratusan juta.

Pilihan yang bisa ditempuh untuk bisa terus eksis bagi artis medioker ini   adalah memanfaatkan tubuhnya, terutama untuk mereka yang tidak mempunyai ketrampilan lain selain hanya pamer kemolekan. Di dunia hiburan yang begitu mendewakan materialisme dan hedonisme sesaat, uang adalah kunci untuk bertahan.

Ketika kebutuhan akan uang begitu mendesak mereka mulai menawarkan harga untuk sesuatu yang memang sudah terbiasa dijalani. Tentunya hukum ekonomi bermain di sini, kalau bisa diuangkan mengapa mesti kita serahkan gratisan.


Dalam kasus prostitusi artis ini tentunya tak terlepas dari adanya pelanggan yang membutuhkan jasa ini. Mereka yang saya sebut di atas , Jutawan hidung belang, adalah target bagi para mucikari artis. Ketika kebutuhan pasar ada, tentunya para pelaku bisnis di dunia artis, agen dan manajer nakal akan memainkan perannya.

Menang dalam kasus prostitusi artis ini agak tertutup transaksinya karena penyedia jasa hanya akan melayani pelanggan tertentu, kaya dan sudah kenal secara personal. Dan kebanyakan juga mereka memang, para perantara atau agen itu, adalah orang orang dekat di sekeliling artis itu sendiri.

Uang dan prestise menjadi kemasan yang menarik bagi para agen tersebut. Di lain pihak ada yang butuh uang untuk kelangsungan hidupnya dan dipihak lain ada orang yang butuh prestise untuk menyempurnakan hidupnya.

Prostitusi artis kini telah terbukti nyata adanya dengan ditangkapnya Vanessa angel. Pihak berwajib dalam hal ini kepolisian telah melakukan pencegahan dan penindakan. Tantangan ke depannya adalah menghapus kegiatan ini agar tak meresahkan masyarakat.

Tentunya ini bukan hanya tanggung jawab penegak hukum. Prostitusi akan selalu ada jika ada pelanggannya.  Masyarakat pun harus ikut terlibat untuk penanggulangan ini. Mulai membiasakan memandang kecantikan bukan sebagai alat konsumsi adalah awal keterlibatan kita untuk meredam prostitusi,

Biar bagaimanapun para artis tersebut adalah tokoh yang mungkin saja dirugikan di mana mereka selalu digoda oleh iming iming uang dan kekayaan. Mereka, para artis medioker itu, adalah sasaran empuk para cukong kenikmatan seksual.


Saat situasi ekonomi seseorang lemah, berbuat negatif adalah godaan yang menggiurkan karen bisa mengatasi hidup secara cepat. Nah di kalangan artis senjata termudahnya adalah kemolekan tubuh. Meski tidak semua artis mengandalkan kemolekan tubuhnya untuk berkarir.

Apakah Vanessa akan bicara siapa saja teman seprofesinya. Jelas ini menjadi informasi yang ditunggu oleh publik yang selama ini penasaran akan ucapan Robby abbas dahulu. Saat itu artis yang disebut Robby ramai ramai berkata tidak. Kini apakah mereka juga akan berkata tidak jika salah satu rekannya pun berkata bahwa ia tidak sendiri.

Tentunya para lelaki hidung belang ini juga akan takut. Mereka tentunya terdiri dari berbagai macam kalangan, polisi, pejabat, pengusaha dan mereka yang berduit lainnya. Nah terlebih lagi adalah mereka mereka yang pernah menggunakan ‘jasa’ Vanessa.

Nama nama seperti apakah nanti yang muncul ke ruang publik. Ini menarik untuk menjadi pergunjingan. Apalgi di musim politik begini. Para penikmat kenikmatan sesaat itu mungkin semua berdoa agar Vanessa angel lupa bahwa mereka pernah menidurinya.


Tapi berharaplah agar Vanessa Angel siap untuk merasa malu sendirian saja. Karena jika sampai ia ingin malu berjamaah tentunya ia akan menyebut nama nama siapa saja yang menjadi pelanggannya. Semoga kita tidak kaget dibuatnya. Hemmmmmz.

Artikel Terkait