Akhir tahun 2011, program musik yang muncul di televisi kebanyakan hanya menampilkan boy/girl band lokal, atau grup band pop melayu. Program musik tersebut juga menggunakan penonton bayaran, mereka akan berteriak seru-seruan “lala yeye”, tidak jelas.

Pada Desember 2011, tvOne membuat suatu program musik luar biasa, program musik tersebut bernama Radio Show. Program musik ini ditayangkan pada jam tengah malam. Pada 2011, saya baru saja duduk di bangku sekolah kejuruan, dan karena Radio Show saya jadi belajar bagaimana caranya menahan kantuk, agar bisa menikmati musik-musik yang disajikan saat itu.

Hal lain yang membuat saya sangat terkejut adalah Radio Show tayang di stasiun tvOne. Dari awal kemunculannya, tvOne selalu mem-branding dirinya sebagai stasiun televisi berita. Entah bagaimana caranya tim Radio Show saat itu mempresentasikan idenya kepada atasannya di tvOne.

Sebagai penonton, saya sangat menyukai program musik Radio Show. Saya akan menceritakan apa kelebihan Radio Show, dan mengapa Radio Show menjadi program musik terbaik yang pernah saya tonton.

Musisi yang didatangkan beragam

Berbeda dengan program musik lain yang tayang pada saat itu, Radio Show berani mendatangkan musisi dari berbagai macam genre. Bagi Radio Show, selama musisi tersebut memiliki musik yang baik, maka mereka tidak segan-segan mengundangnya. Karena Radio Show mengundang banyak musisi dari berbagai genre, maka sudah pasti khazanah permusikan para penontonnya akan diperkaya dengan informasi tentang musik.

Contohnya, Radio Show pernah mengundang grup eksperimental Karinding Attack, grup band asal Bumi Pasundan yang mengusung percampuran antara musik modern dengan musik khas tradisonal Jawa Barat. Saya yang saat itu tidak banyak tahu tentang musik jadi paham, bahwa ternyata musik tradisional bisa dikemas dengan sangat menarik.

Radio Show juga pernah mengundang band Restless, band yang berasal dari Bandung yang mengusung musik berjenis gothic metal. Musik bergenre gothic metal setahu saya saat itu tidaklah populer. Band gothic metal biasanya diisi dengan dua vocalist, perempuan dan laki-laki. Saya baru tahu genre musik ini setalah menonton Restless yang tampil pada acara Radio Show.

Musisi yang didatangkan bukan hanya dari Pulau Jawa

Bertempat tinggal di Pulau Jawa bisa dibilang sebuah privilege tersendiri. Karena Pulau Jawa adalah pusat ekonomi dan hiburan di Indonesia, otomatis musisi Pulau Jawa lebih mudah mendapatkan kesempatan bermain di acara besar atau mendapatkan eksposur agar lebih dikenal. Harus diakui, jalan menuju kesuksesan musisi Jawa lebih mudah diraih dibandingkan musisi non-Jawa.

Suatu hari, Radio Show pernah mengundang band metal dari Tenggarong bernama Kapital. Hayo, saya berani bertaruh kebanyakan dari pembaca tidak tahu di mana itu Tenggarong. Band Kapital bisa dibilang adalah band yang sangat populer di kawasan Tenggarong bahkan Kalimantan Timur.

Saya dulu tinggal di Samarinda, Kalimantan Timur. Di kota tersebut, hampir semua pendengar musik metal pasti membicarakan band Kapital. Mulai dari pegawai kantoran hingga siswa SMP. Setiap gigs di Kalimantan Timur yang dihadiri oleh Kapital pasti tiketnya akan ludes terjual. 

Saking populernya Kapital di Kalimantan Timur, saya yang bukan anak metal pun jadi ikut mendengarkan lagu-lagu Kapital. Jadi bisa dibayangkan betapa bahagianya pendengar musik metal di Kalimantan Timur saat itu, saat band idolanya bisa tampil di televisi nasional, yang biasanya diisi musisi dari pulau Jawa.

Pembawa acara Radio Show mengerti tentang dunia musik

Saya menganggap saat itu banyak pembawa acara program musik di televisi Indonesia kebanyakan adalah orang yang tidak begitu paham-paham banget akan dunia musik. Maklum saja saya rasa, karena saat itu acara musik juga diselingi dengan komedi-komedi slapstick. Jadi rasanya tidak masalah jika tidak begitu mengerti dunia musik, yang penting bisa melucu.

Radio Show berbeda, program Radio Show memanglah program musik sebenarnya, Radio Show menggunakan pembawa acara yang memang memiliki latar belakang dunia musik, mulai dari Sys NS hingga Sandi Pas Band. Memang pembawa acara Radio Show tidak selucu pembawa acara lain, tapi memang bukan itu tujuan dari Radio Show.

Penontonnya organic

Jika pada program musik lain kebanyakan menggunakan penonton bayaran agar terlihat ramai, maka berbeda dengan Radio Show, penonton yang datang kebanyakan adalah penggemar dari musisi tersebut. Mereka rela begadang, menembus dinginnya malam untuk menuju ke Plaza Festival (tempat diselenggarakannya Radio Show) untuk menonton musisi kesukaan mereka.

Pada dunia maya, Radio Show juga sering kali menghiasi trending topic world wide twitter. Walau Radio Show tayang pada tengah malam, tapi ada saja orang-orang yang mencuit tentang Radio Show. Saking banyaknya penonton Radio Show, pada 2012, tvOne pernah meluncurkan program sahur bernama Radio Show Sahur, tentu saja dengan kemasan yang sangat berbeda.

Pada akhirnya Radio Show adalah program musik yang telah menjadi kenangan. Program musik ini telah lama meninggalkan para penontonnya.

Sampai dengan detik ini, saya rasa belum ada program musik lain yang bisa menandingi Radio Show. Taman Buaya TVRI hingga Music Everywhere Net masih kurang cukup untuk sekadar menyamai keseruan Radio Show.