Pengusaha
2 tahun lalu · 666 view · 4 menit baca · Politik ahok_melesat_berkat_kerja_nyata-02.jpg
infoahok.com

Prestasi-Prestasi Ahok

Meski Ahok belum lama berkiprah di dunia politik, akan tetapi prestasi yang diraihnya sudah banyak. Prestasi yang diberikan adalah bukti kerja keras dan kerja nyata Ahok selama ini.

Ahok, selama ini dikenal sebagai pejuang anti korupsi. Ia selalu memperjuangkan pembuktian harta terbalik dari para pejabat dan mendorong transparansi semua kekayaan para pejabat pemerintahan dengan cara membuat LHKPN.

Sehingga, akan mempermudah pengawasan keuangan negara dan tidak terjadi kebocoran anggaran. Karena, anggaran pemerintahan itu datangnya dari rakyat yang harus dijaga dan digunakan sebagaimana mestinya.

Pada tahun 2007, Ahok mendapatkan pengahargaan tokoh antikorupsi 2006 dari koalisi keberamaan Tiga Pilar Kemitraan dan Bung Hatta Anti-Corruption Award pada tahun 2013. Penghargaan ini diberikan karena kerja kerasnya dan konsisten dalam melawan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Banyak prestasi Ahok lainnya yang sudah dirasakan manfaatnya oleh orang banyak. Berikut adalah daftar prestasi Ahok.

Pertama, Penghargaan 10 Tokoh yang mengganti Indonesia berasal Majalah Tempo (2006). Penghargaan ini diberikan atas kerja nyata yang ia berikan untuk Belitung Timur. Mulai dari sektor birokrasi . pendidikan, pariwisata, kesehatan, dan berbagai sektor lainnya. Bahkan, Ahok ketika memimpin Belitung Timur menyuruh bawahannya yang harus mengaktifkan handphone 24 jam full supaya ketika ada pengaduan dari masyarakat segera di tanggapi.

Berdasarkan pengakuan warga Belitung Timur, Muhammad Salim(45), ingat betul bagaimana Ahok melakukan pembangunan besar-besaran ketika ia menjadi bupati. Ahok membangun kantor pusat pemerintahan menjadi satu kawasan di Belitung Timur, menyulap jalan-jalan menjadi hotmix, dan yang paling diingat adalah kesehatan gratis bagi warga di sana.

Kedua, Pin Emas dari forum demokrasi (2006). Pin Emas ini diberikan Ahok karena menurut Amien Rais ia sebagai Aktor Demokrasi Sesungguhnya. Bahkan, ketika itu Amien Rais mengatakan kepada Ahok menitipkan perjuangan demokrasi reformasi Indonesia kepadanya.

Ketiga, Rusunawa Tepat Sasaran. Kebijakan membuat rusunawa dilakukannya terkait kebijakannya mengenai banjir. Ahok hanya merelokasi warga yang terkena gusuran untuk memindahkannya ke tempat yang lebih baik dan layak.

Terbukti, banyak warga yang merasa nyaman karena sudah tidak merasakan banjir lagi. Tempat yang disediakan juga menjadi besar. Fasilitas yang diberikan juga sangat komplit dan sangat bermanfaat bagi warga. Yang pasti, rusunawa diperuntukkan untuk orang yang tidak mampu dan yang selama ini hidup di bantaran kali yang kumuh. Seperti yang dikatakan Fatimah eks warga Kampung Pulo.

Keempat, sungai kembali asri. Selama bertahun-tahun dan beberapa pergantian gubernur, sungai-sungai yang mengairi ibu kota tak pernah kunjung bersih. Bahkan, terbilang sangat parah denga pemandangan sampah dimana-mana. Selain itu, tidak ada langkah konkret yang membuahkan hasil yang dilakukan oleh gubernur sebelumnya.

Hingga datang Ahok menjadi gubernur, sungai-sungai kembali bersih dan enak dipandang. Keberhasilannya tak luput dari program sarana-prasarana yang melibatkan pasukan orang, biru dan hijau. Program Ahok tentang sungai dan kebersihan kota juga berdampak pada berkurangnya banjir di Jakarta.

Kelima, memperbaiki citra pegawai negeri sipil. Selama ini, stigma negative banyak diberikan kepada PNS. Stigma ini pantas diberikan karena Tak dipungkiri memang, PNS selalu saja menjadi kambing hitam dari birokrasi lelet, korupsi, dan satu lagi, yakni prinsip 'kalau bisa sulit kenapa harus mudah'. Ahok membuat terobosan, lewat petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Layanan PTSP DKI Jakarta memang sangat mempermudah warga dalam mengurus berbagai dokumen. Selain itu, PTSP juga mempersempit gerak koruptor karena PTSP sendiri memangkas panjangnnya rantai birokrasi.

Keenam, Jakarta Ramah Anak Muda. Kekurangan lahan menjadi salah satu faktor pemerintah sulit memberikan ruang terbuka untuk bisa dinikmati warga dari berbagai kalangan, khususnya anak muda.

Salah satu bukti nyata, Ahok banyak membangun kawasan RPTRA yang dijadikan tempat berkumpulnya warga. Tahun ini, sudah teralisasikan sekitar 75 RPTRA. Tahun depan, pemerintah akan membagun lebih dari 120 RPTRA lebih. Yang paling nyata, pembangunan kawasan Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara. Disini, terdapat berbagai arena skate board, tempat bermain anak, sarana olahraga, dan lain sebagainya.

Ketujuh, Transparansi. Korupsi yang terjadi selama ini karena tidak adanya transparansi dalam anggaran. Biasanya, sumber korupsi berawal dari pembahasan anggaran untuk menentukan pembiayaan dari program tersebut.

Ahok dengan program E-budgeting yang dimilikinya berhasil menagkal dana-dana siluman dari para birokrat. E-budgeting yang sudah diterapkan Ahok bisa langsung diakses oleh warga DKI Jakarta. Sehingga, pengawasannya lebih ketat dan tidak aka nada lagi orang yang curi-curi uang negara dari APBD.

Kedelapan, Usaha mengurai kemacetan. Kemacetan menjadi masalah utama DKI Jakarta. Karenanya, Ahok dalam mengatasi permasalahan ini lebih mengutamakan solusi transportasi masalah dan pembangunan jalan layang.

Sekarang, bisa kita rasakan transportasi massal DKI Jakarta, seperti Busway, Angkotan Kota dan KRL menjadi lebih baik dan sangat nyaman digunakan. sebentar lagi ada MRT dan LRT yang akan menjadi alternative transportasi warga selain KRL dan Busway

Kesembilan. Kebiasaannya untuk Mendengarkan Masukan Warga. Sebagai pemimpin tertinggi, Ahok sudah sepatutnya mendengar keluhan dari warganya. Selain melalui aplikasi Qlue yang dimiliki Pemda DKI Jakarta, warga yang ingin menyampaikan keluhan juga bisa langsung datang di balai kota. Karena, Ahok sudah menentukan jam khusus untuk warganya yang ingin mengutarakan langsung keluhan kepadanya.

Sebenarnya, masih banyak lagi prestasi Ahok yang manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh warganya. Survei dari SMRC meyatakan kepuasan warga mencapai 75% terhadap kinerja pemerintahan yang dipimpin Ahok. Ia memberikan bukti nyata bukan hanya sekedar janji.

Maka dari itu, prestasi Ahok selama ini seharusnya menjadi barometer para pemilih. Karena, prestasi yang sudah dicapainya sudah sangat memuaskan dan memberikan bukti nyata kepada masyarakat. Bukan tidak mungkin, Jakarta dibawah kepemimpinan Ahok akan menjadi lebih baik.