Saya melihat video di YouTube mengenai rapat dari Menteri Pertahanan yang baru, yaitu Prabowo Subianto, dengan DPR. Video yang bisa Anda cari di YouTube, klik saja kata kunci rapat DPR dengan Menhan.

Saya diberitahukan oleh teman saya mengenai rapat ini. Untuk isi rapatnya sebagai berikut:

Ketua Komisi 1 DPR Meutya Viada Hafid mengatakan, menurut UU Nomor 3 Tahun 2002, yaitu UU Pertahanan Negara, fungsi Menhan pada pasal 16 disebutkan adalah Menteri membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan umum pertahanan negara.

Alokasi anggaran pertahanan negara untuk tahun 2020 sebesar 131 triliun 182 miliar 597 juta 800.600 rupiah. Anggaran yang katanya sedikit untuk mempertahankan negara dari ancaman.

Visi dari presiden mengutamakan modernisasi Alutsista. Dan rapat ini dibahas untuk menampilkan gambaran mengenai kebijakan umum pertahanan negara. Inginnya agar pertahanan bangsa ini modern dan juga kuat.

Prabowo memulai pembahasan dengan mengatakan bahwa ia baru 19 hari bekerja, saya rasa keliru dan tidak tepat untuk disampaikan. Mengapa ia harus beralasan bahwa baru hitungan hari bekerja? Hal ini malah membuat saya heran.

Kemudian ia mengatakan bahwa, “Perkenalan lebih rinci saya kira tidak perlu, wakil Menteri saya juga sudah sangat terkenal.” Jadi Prabowo menganggap dirinya sudah begitu terkenal. Lalu apakah masyarakat, misalkan yang baru pertama kali melihat Prabowo, apakah ia tahu orang itu bernama Prabowo?

Mungkin saya paham maksudnya, ia merupakan calon presiden 2019. Dan tentu memiliki banyak pendukung. Tapi di sini saya menganggap bahwa ini merupakan tekanan kepada DPR yang mengatakan, saya terkenal lho, calon presiden, dan ketua umum Gerindra, jadi jangan macam-macam dengan saya.

Kemudian ia mengatakan masih melakukan inventarisasi masalah. Dan juga intensif mempelajari pertahanan negara untuk semua program yang direncanakan, yang tengah berjalan, dan program Menteri Pertahanan sebelumnya.

Ia mengatakan masih belajar. Dan hal ini saya kira juga tak perlu diberitahukan. Memang masalah pertahanan begitu banyak. Jangan kemudian terlalu merendahkan diri.

Saya tahu Prabowo begitu paham dengan berbagai ancaman negara. Tapi saya masih belum yakin apakah pertahanan negara bisa menjadi modern, jika melihat presentasi yang seperti itu.

(Saya ingin sekali memuji presentasi Prabowo)

Saya terkejut sekali melihat slide presentasi Prabowo, tampak begitu hidup. Tampak sangat menarik sekali untuk disimak. Benar-benar presentasi yang luar biasa. Penjelasan yang ada juga begitu spesifik.

Menurut saya, presentasinya bagus, saya pun menontonnya sambil terkesima, dan tentu saja sedikit mengantuk. Terlalu banyak konsep dan menginginkan rapat tertutup. Sebab katanya rahasia negara. Yah, saya jadi tak tahu apa-apa.

Jadi, rakyat negara yang katanya harus melindungi negara tak perlu paham mengenai apa pun pertahanan negara. Meski begitu, saya masih tetap paham sedikit mengenai apa yang disampaikan dalam presentasinya itu.

Sudah cukup untuk pujiannya. Pertanyaannya, apakah kemudian presentasi kita kebanyakan seperti itu? Jangan-jangan presentasi kita seperti presentasi Prabowo. Membuat mengantuk.

Karena presentasi seharusnya lebih banyak menyampaikan hal-hal yang menarik dan penting. Presentasi yang dilakukan oleh Prabowo, saya tidak mengerti pembahasannya. Mungkin karena pikiran saya yang lambat untuk mengerti, atau karena bahasa yang terlalu tinggi disampaikan oleh Prabowo.

Tetapi yang dapat saya tangkap adalah penjelasan yang berputar-putar. Saya pun memfokuskan pada isi bahasan yang ternyata begitu kompleks bagi saya. Penjelasan yang ada terlalu umum dengan kurangnya kebijakan yang ingin dilakukan ke depan.

Slide yang biasa dan penjelasan yang begitu umum. Jadi yang disampaikannya telah dikatakan oleh Prabowo sendiri, bahwa ia menyampaikan wawasan pemikiran dan filosofi yang akan mendasari kebijakan umum ke depan. Berarti hanya konsep saja.

Kemudian ia mengatakan, “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia, karena itu pertahanan negara tidak boleh dipandang sebagai 'tambahan' atau addendum, atau keikutsertaan, tapi ini adalah tujuan negara yang utama.”

Kalau untuk kalimat ini saya setuju. Sebab kedamaian akan terjaga ketika keamanan negara yang kuat. Kedamaian yang tak ternilai harganya, dan wajib dijaga oleh kita sebagai masyarakat, bukan hanya negara.

Menjaga kedaulatan pertahanan negara di darat, laut, dan udara. Kemudian konsep pertahanan rakyat semesta.

Dan ada hal menarik disampaikan yang saya catat, “Tidak usah terlalu membuka diri, tapi kita memahami secara teknologi mungkin tidak bisa mengalahkan teknologi bangsa lain, tapi berdasarkan konsep rakyat semesta; kalau terpaksa terlibat dalam perang, perang rakyat semesta, setiap warga negara wajib ikut bela negara.”

Tidak disebutkan bangsa lain itu siapa, apakah Malaysia, Amerika, Cina? Tapi saya mengakui bahwa Prabowo bersikap jujur dan tahu ada yang perlu ditingkatkan dari pertahanan negara. Yang saya bingungkan, setiap warga wajib ikut bela negara. Di sini tidak dijelaskan lebih rinci, dan masih hanya berupa konsep.

Setelah itu ia mengatakan, “Sebuah rakyat jadi komponen pertahanan negara. Ini yang akan jadi fokus persiapan pemikiran pertahanan negara kita ke depan.” Jadi untuk fokus ke depannya, rakyat akan ikut berperan dalam membela pertahanan negara. Lagi-lagi hanya berupa konsep.

Pertahanan sebagai sebuah investasi. Tidak ada stabilitas, tidak ada perdamaian. Strategi tidak boleh didasarkan pada doa dan harapan. Konsep-konsep seperti seminar saja, tak ada contoh konkret.

Tapi akhirnya ia memberikan contoh. Pelatihan perwira cadangan kemudian juga pelatihan komponen cadangan, bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan di SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Ia mengambil contoh di Amerika. Di sana, sumber perwira dari Akademi Militer 20% dan 80% perwira cadangan dari universitas. Berarti bisa saja akan ada pendidikan militer untuk sekolah-sekolah di Indonesia.

Ia mengatakan ingin postur pertahanan kita, TNI menjadi yang disegani. Tentu saja karena Anda TNI. Dan hal-hal yang bersifat rinci, teknis, dan menurut saya tidak boleh diketahui oleh pihak umum, terutama oleh bangsa lain, saya akan terpaksa meminta sidang ini dilakukan tertutup. Kenapa tidak dari awal saja tertutup?

Saya sebenarnya kesal, karena tidak tahu apa-apa, masalah apa dan ancaman mengenai pertahanan negara.

Lagi-lagi ia memberikan alasan, "Kami mohon pengertiannya, karena kami masih inventarisasi masalah". Saya tidak tahu kenapa ia terus saja beralasan seperti itu. Bukannya menarik simpati, hal ini justru malah menurunkan wibawa sebagai Menteri Pertahanan Negara. 

Ada satu hal yang saya sukai dari kalimat ketua rapat, yaitu "Membawa harapan baru bagi perbaikan dan PR yang selama ini ada di dalam sistem pertahanan kita." Benar sekali, harapannya Prabowo dapat memperbaiki kualitas pertahanan negara ini.

Untuk masalah rapat tertutup, ia mengatakan, "Saya mengira bahwa seluruhnya ini adalah tertutup, sebagaimana menhan-menhan yang dulu. Saya merasa ditekan untuk terlalu terbuka saya tidak akan lakukan."

Siapa yang menekan Anda? Dan bukankah dibawah presiden Jokowi semuanya ada perubahan? Kenapa tidak Anda lakukan?

Saya tidak setuju dengan pernyataan Prabowo. Dan saya lebih setuju dengan pendapat Effendi Simbolon, yang menyatakan sebaiknya dibuka saja; untuk masalah rapat tertutup akan dibahas lebih lanjut.

Tapi ia masih kukuh menolak dengan mengatakan, "Apa saja tertutup saya bersedia tapi maaf, saya tidak akan mau bicara terlalu terbuka."

Terkesan sangat rahasia dan malah justru melukai hati sebagian orang yang ingin tahu pertahanan negara seperti apa, termasuk saya. Kalau terlalu disembunyikan terkesan ekslusif sekali, sebab katanya rahasia negara. Dan kalaupun diketahui negara lain, bukankah hanya bagian luarnya saja?