Di sudut kota ini, aku akan menunggu dirimu pulang. Meskipun itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama dan kesabaran yang tulus. Aku tidak peduli, aku akan tetap menunggu, sebab aku adalah manusia yang tahunya hanya untuk menepati janji bukan untuk mengingkarinya.

Aku adalah pribadi yang selalu membuat harapan menjadi kenyataan bukan pribadi yang selalu memberi harapan palsu.

Di sudut kota ini, akan kutanamkan kedua kaki ini biar aku tidak bisa berjalan meninggalkan tempat ini walau sedetik. Aku memutuskan demikian sebab aku takut saat kau datang aku tidak berada di sudut kota ini tuk menjemputmu, menyapa lalu menyambutmu dalam pelukan hangat.

Aku akan menunggumu di sudut kota ini, meskipun aku tak tahu kapan kau akan kembali. Aku tidak mempersoalkan itu semua. Yang pasti aku akan akan menunggumu di sudut kota ini sebab di tempat inilah, kita membuat janji untuk bersua kembali.

Aku akan terus menunggu kau kembali, selamanya aku akan menunggu sampai akhir hidup sekalipun, aku akan tetap menunggu. Dan, jika aku harus mati karena lelah menunggumu di sudut kota ini, kau tak perlu bersedih.

Sebab aku telah memberikan sebagian uangku kepada tukang-tukang bangunan agar mereka mendirikan prasasti tuk membuktikan bahwa aku setia menunggumu di sudut kota ini sampai akhir hidupku.

Mungkin satu waktu nanti ketika kau kembali kau hanya berjumpa dengan prasasti ini, tentunya kau akan bersedih. Merasa bersalah dengan dirimu sendiri karena tidak setia dengan janji yang telah diucapkan.

Aku berharap kau tidak perlu bersedih, sebab semua itu tidak akan mengubah apapun. Tetapi aku pintah padamu agar jangan sesekali bermain-main dengan janji dan setialah dengan apa yang telah dijanjikan.

Prasasti di sudut kota ini akan menjadi peringatan kepada semua mereka yang pandai mengikat janji tetapi tak mampu tuk membuktikannya. Termaksud dirimu.

Sudut Gang Bias, Senja bergerimis, Jogjakarta

Perihal Cinta

Perihal cinta tentu kamu sepakat dengan pendapatku bahwa cinta itu misteri yang mudah sekaligus sulit dipahami. Cinta itu sesuatu yang sederhana tetapi di lain pihak juga sesuatu yang sangat rumit dimengerti.

Aku mengatakan demikian bukan tanpa alasan, tetapi semua ini berdasar pada pengalamanku sendiri dan juga pengalaman mereka yang sempat aku tanyakan perihal cinta.

Cinta itu misteri sebab terjadinya tak bisa diprediski dengan akal sehat manusiawi kita. Bagaimana tidak?

Cinta itu tidak mempersoalkan jarak tuk bersemi meskipun dua insan hidup berjauhan tetapi mereka tetap saling mencintai dan cinta mereka kekal tak lekang oleh jarak. Cinta itu tidak menghitung seberapa sering kita ada bersama sebab hal itu tidak menjamin cinta itu bertahan.

Cinta itu tidak membedakan status sosial, warna kulit, kaya, miskin, ganteng, cantik dan lain-lain untuk bersemi sebab ada banyak pasangan disekitar kita yang berbeda misalkan warna kulit, status sosial tetapi cinta menyatukan mereka. Cinta itu membuat dua insan yang tidak pernah bertemu tetapi bisa saling mencintai dan menyayangi.

Cinta itu mampu membuat orang bersabar tuk menunggu meskipun dalam waktu yang tak menentu. Cinta itu membuat orang terus bertahan meskipun terluka. Cinta itu memampukan orang untuk berkata jujur meskipun itu menyakitkan. Cinta itu mampu mengubah panas menjadi dingin dan mengubah karang menjadi pasir.

Perihal cinta memang takkan ada akhir apabila dibahasakan sebab cinta pada hakikatnya adalah misteri. Misteri yang sulit dipahami oleh akal sehat.

Sudut Gang Bias, Jogjakarta

Rindu Yang Menyakitkan

Maaf, terpaksa aku harus jujur kepada kalian semua tentang rindu. Ternyata rindu itu menyakitkan, sungguh menyakitkan. Rindu kadang membuat aku gila, gila karena terlalu merindukan yang dirindukan.

Rindu kadang membuat aku mampu menghabiskan waktuku berjam-jam menatap layar kaca hanya untuk bercanda ria dengan dirimu. Rindu memampukan aku merasa nyaman dalam kesendirian sebab dalam kesendirian itulah aku bisa menaghayal tentang dirimu.

Rindu kadang membuat aku tak sanggup membedakan antara realita dan khayalan. Karena rindu aku terpaksa berjaga setiap saat sebab ketika aku tertidur mimpiku pasti tentang kamu. Rindu itu ternyata menyakitkan, sebab semuanya tentang dia yang dirindukan. 

Jogja,

Smadav Cinta

Tentang kita, antara kau dan aku dan semua kenangan yang kita rajut masih terekam jelas dalam memori kusam ini. Meski kini kita terpisah oleh ruang dan waktu namun kisah-kisah kita tetap nyata hadir dalam brangkas ingatan ini.

Aku berusaha untuk mengisi virus lupa pada memori ini biar kisah kita hilang termakan virus. Akh tetapi memori ini terlalu kuat perlindungannya sebab kau melindunginya dengan samadav cinta.

Meskipun demikian aku terus mengisi virus lupa pada memori ini biar cerita tentang kita itu hilang termakan virus lupa. Tetapi semuanya tidak berubah. Terpaksa aku membiarkan semua cerita tentang kita tuk menghuni memori ini.

Kentungan, Jogja,