Pertanyaan klasik, bukan? Selalu membandingkan kedua superstar sepakbola ini. Masing-masing sudah membuktikan kemampuaannya dengan deretan prestasi dan trofi, penghargaan demi penghargaan tak kurang diraihnya.

Sejak 2009, Ballon d'Or hanya berpindah antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Seakan sepakbola saat ini hanya milik mereka berdua. Belakangan muncul nama-nama seperti Manuel Neuer dan Neymar. Namun keduanya butuh sesuatu yang lebih untuk sampai pada level Ronaldo dan Messi

Prestasi Individu Messi dan ronaldo boleh jadi bersaing ketat, begitu juga dengan klub yang dibela masing-masing. Kini persaingan mengerucut pada prestasi Internasional. Di sini keduanya berbeda. Messi kalah di final Copa America melawan Chile beberapa waktu lalu, Ia gagal mengeksekusi tendangan 12 pas yang akhirnya menjadikan Argentia hanya sebagai runner up. Dan belum genap sebulan setelahnya Ronaldo membawa Portugal keluar sebagai Juara EURO 2016.

Sejatinya Ronaldo tidak benar-benar membawa Portugal Juara, Ia hanya bermain 25 menit di final setelah dipaksa keluar karena mengalami cidera lutut akibat benturan dengan Dimitri Payet. Saat itu Ia bahkan belum menciptakan peluang sama sekali.

Namun dalam perjalanannya menuju final, Ronaldo ikut jatuh bangun memimpin timnya. Portugal menang dramatis melawan tuan rumah Prancis. Setelah diserang habis-habisan, Portugal justru membalikkan keadaaan dengan sebiji gol kemenangan yang dicetak Eder di masa perpanjangan waktu.

Lalu dengan satu trofi internasional apakah Ronaldo sudah lebih baik dari Messi? Jika ukurannya adalah trofi, deretan trofi yang diraih Messi dari musim ke musim tentu lebih banyak dibanding perolehan Ronaldo. Namun, kini Ronaldo memiliki apa yang tidak bisa diraih oleh Messi bersama negaranya.

Ronaldo terselamatkan oleh EURO 2016, sedangkan Messi hanya beberapa kali langganan final turnamen, apalagi Ia sudah memutuskan pensiun dari negaranya. Itu artinya Ia tidak akan punya kesempatan lagi untuk mendapatkan trofi internasional bersama Argentina. Sedangkan Ronaldo, Ia belum memutuskan masa depannya. Tahun 2018 nanti akan ada pagelaran akbar Piala Dunia di Rusia, jika Ronaldo bertahan,l setidaknya Ia punya satu kesempatan lagi untuk melengkapi trofi internasionalnya.

Sudah sewajarnya setiap kredibilitas pemain sepakbola selalu diukur lewat prestasi yang diraih, baik personal maupun tim. Pemain yang sukses adalah pemain yang tidak hanya bisa membawa klubnya juara tapi juga negaranya. Ini sudah dibuktikan oleh legenda-legenda sepakbola seperti Maradona, Pele, atau Zidane. Pemain-pemain yang tak hanya sukses bersama klub dan negaranya, tapi juga secara individu.

Komitmen Ronaldo dan Messi untuk negaranya memang sudah tidak diragukan lagi, keduanya sudah memberikan segalanya untuk negaranya. Meski demikian, kritikan masih saja tak bisa lepas dari mereka berdua. Supporter Argentina mengatakan bahwa Messi tidak bisa membawa kualitas Barcelonanya ke Argentina, sedangkan beberapa pendukung portugal menganggap Ronaldo terlalu fokus untuk Real Madrid, sehingga Ia tidak begitu maksimal ketika berlaga untuk Portugal.

Anjing menggonggong kafilah berlalu. Dari apa yang kita lihat, kualitas keduanya baik di negara maupun klub, sama baiknya. Emosi yang mereka tunjukkan di lapangan mengindikasikan keduanya sudah habis-habisan untuk negaranya.

Messi bahkan sudah merasa frustasi tak kunjung mendapatkan hasil, berbuntut pada keputusannya untuk pensiun dini dari Tim Nasional Argentina. Belum lagi double stress Messi karena kasus pajak yang mengancamnya pada pidana penjara. Sadangkan kemenangan Portugal justru diraih ketika mereka tidak bersama Sang Kapten di lapangan, sebuah ironi bagi Ronaldo.

Ada yang lebih besar dari sekedar trofi dalam dunia sepakbola, yakni passion. Tidak ada yang meragukan passion mereka berdua dalam dunia sepakbola. Mereka menghidupi sepakbola. Dedikasi dan loyalitas mereka pada sepakbola membawa mereka terbang tinggi, saking tingginya sampai-sampai mereka disebut alien.

Pensiunnya Messi adalah sebuah kehilangan besar bagi sepakbola Argentina, dan dunia. Bahkan Ronaldo turut merasa sedih melihat Messi menangis. Ronaldo menganggap kegagalan satu buah penalty tidak lantas menjadikan Messi pemain yang buruk. Ia justru berharap Messi kembali tampil di piala dunia 2018 nanti. 

Dengan satu title internasional Ronaldo dan pensiunnya Messi dari Tim Nasional Argentina, apakah persaingan keduanya berakhir di sini? Tentu saja tidak, mereka berdua mendominasi pemain terbaik dunia dalam lima tahun terakhir dan mungkin masih dalam beberapa tahun ke depan.

Mungkin saja FIFA Ballon d’Or 2016 akan jadi milik Ronaldo, who knows. Pertanyaan mana yang lebih baik antara Messi atau Ronaldo, seperti debat kusir yang tidak akan terjawab sampai kapan pun, karena Ronaldo tidak lebih baik dari Messi, begitu juga sebaliknya.