Sejarah mencatat bahwa Indonesia dan Palestina memiliki hubungan yang sangat erat sejak Indonesia mencari dukungan internasional untuk mengakui kemerdekaan Indonesia. Indonesia sangat tegas melawan kolonialisme dan melawan imperialisme Israel terhadap Palestina. 

Tidak hanya itu, Indonesia juga membela hak dan kebebasan rakyat Palestina yang dijajah dan ditindas oleh Israel, serta mendukung penuh rakyat Palestina dalam perjuangan kemerdekaannya seperti negara lain.

Selain mengutuk kejahatan Israel, Indonesia selalu mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk mempertahankan hak dan kedaulatannya, mengajak semua pihak untuk membantu menghentikan serangan Israel ke Palestina, dan meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan pertemuan resmi dan mengeluarkan resolusi untuk memaksa Israel menghentikan dan menentang serangan keji dan agresi mereka. Karena tindakan jahat oleh Israel dapat memperburuk penderitaan yang dirasakan rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat hingga saat ini.

Selama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Joko Widodo hari ini, Indonesia terus menunjukkan dukungan konsisten pemerintah untuk perjuangan Palestina. 

Selain terus mendukung peningkatan kapasitas nasional Palestina, pemerintah Indonesia telah menyuarakan isu Palestina di forum internasional dan berbagai saluran. Dilihat dari peristiwa akhir tahun 2017, Presiden AS Donald Trump membuat pernyataan kontroversial. 

Dalam pidatonya di Ruang Penerimaan Diplomatik Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan akan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Presiden Indonesia Joko Widodo mengkritik keras sikap Trump dan meminta Amerika Serikat untuk mempertimbangkan kembali keputusan sepihak tersebut, pada konferensi pers pernyataan Jokowi di Istana Bogor, Kamis 7 Desember 2017. Karena adanya permasalahan Yerusalem tak terpisahkan dengan kemerdekaan Palestina.

Dalam konferensi pers di Istana Bogor. Jokowi menegaskan sikap Indonesia dalam isu Palestina. Jokowi mengatakan, posisi Indonesia tidak pernah berubah. “Saya dan rakyat Indonesia tetap konsisten dengan rakyat Palestina memperjuangkan haknya,” ini adalah respons Indonesia atas putusan Presiden Trump yang menyatakan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel secara sepihak dan Jokowi meminta lembaga internasional mengambil tindakan tegas.

Dalam beberapa kali kesempatan, Jokowi kerap memberikan dukungan pada Palestina. Bahkan, dalam janji kampanye saat Pemilihan Presiden 2014, ia menegaskan akan memperjuangkan kemerdekaan Palestina. 

Selain dalam bentuk pembahasan dengan berbagai forum, Indonesia juga turut memberikan bantuan secara konkret melalui bantuan lapangan berupa bantuan underground seperti pembangunan rumah sakit, sekolah, dan bantuan lainnya.

Berikut merupakan langkah yang diambil pemerintahan Indonesia dalam upayanya untuk mendukung Palestina agar dapat bebas merdeka dan menjadi sebuah negara yang berdaulat. Yang pertama dilihat dari Kebijakan Luar Negeri Indonesia dalam Diplomasi Damainya. 

Setiap diplomasi Indonesia di situ selalu ada Palestina, oleh karena itu diplomasi Indonesia atau upaya Indonesia tidak pernah berhenti untuk membantu Palestina. Pada 2016 Indonesia menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI ke 15 mengenai Palestina dan Al Quds Al Syarif. Sebelumnya pada tahun 2015 Indonesia menjadi tuan rumah International Conference on the question of Jerusalem.

Indonesia aktif dalam Peace Conference yang diinisiasi oleh Perancis. Indonesia juga menjadi pihak yang mendorong pertemuan tingkat menteri OKI pasca kerusuhan yang terjadi di Yerusalem. 

Sejauh ini Indonesia telah memberikan pelatihan terhadap ribuan warga negara Palestina yang mencakup beberapa program unggulan dan ini tidak akan menyurutkan diplomasi Indonesia untuk membela Palestina. Indonesia telah menampung 1.806 imigran dan mengirimkan bantuan kemanusiaan serta membangun sekolah-sekolah di Palestina. 

Selain itu, Indonesia juga memberikan dukungan penuh pada kemerdekaan Palestina dengan membuka Konsulat Kehormatan di Ramallah, dan terus mendorong ASEAN dan PBB mendukung kemerdekaan Palestina. 

Hal itu disampaikan Jokowi dalam pidato kenegaraannya pada HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia di depan sidang bersama DPD dan DPR. Diplomasi Indonesia bergerak membela rakyat Palestina, antara lain dengan mengusulkan proteksi internasional di Kompleks Al-Aqsa.

Yang kedua, Indonesia berupaya secara serius dalam memperjuangkan Palestina agar menjadi negeri berdaulat. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, terkait sikap Indonesia yang mengecam pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. 

Pengakuan Presiden Trump tidak dapat diterima dan harus dikecam secara keras. Presiden Jokowi mengajak seluruh negara OKI dapat bersatu dan mengenyampingkan segala perbedaan untuk membela Palestina.

Isu Palestina harus merekatkan Indonesia dan dunia internasional kembali dengan keputusan Presiden Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel tidak saja melukai hati umat Islam, namun juga melukai rasa keadilan umat manusia. Presiden Jokowi juga menyampaikan enam poin penting usulan sikap negara anggota OKI. Diantaranya sebagai berikut:

  1. OKI harus secara tegas menolak pengakuan unilateral. Two-state solution adalah satu-satunya solusi dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.
  2. Jokowi mengajak semua negara yang memiliki Kedutaan Besar di Tel Aviv, Israel, untuk tidak mengikuti keputusan Amerika Serikat memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem.
  3. Negara anggota OKI dapat menjadi motor untuk menggerakkan dukungan negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina.
  4. Negara anggota OKI yang memiliki hubungan dengan Israel agar mengambil langkah-langkah diplomatik bahkan termasuk kemungkinan meninjau kembali hubungan dengan Israel sesuai dengan berbagai Resolusi OKI.
  5. Negara anggota OKI dapat mengambil langkah bersama dalam meningkatkan bantuan kemanusiaan, peningkatan kapasitas dan kerja sama ekonomi kepada Palestina.
  6. Jokowi berharap OKI harus mampu menjadi motor bagi gerakan di berbagai forum internasional dan multilateral untuk mendukung Palestina, termasuk di Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB.


Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina tidak akan surut, bahkan akan meningkat. Indonesia akan menyertai Palestina dalam perjuangannya. 

Menurut Jokowi, dukungan terhadap Palestina bukan hanya dalam bentuk dukungan politik, namun juga dalam peningkatan kapasitas dan dukungan kepada perekonomian.

Presiden Jokowi juga menegaskan posisi Palestina berada di jantung politik luar negeri Indonesia. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi telah melakukan pertemuan bilateral dengan negara yang berbatasan dengan Palestina, yakni Yordania. 

Dalam pertemuan selama dua jam dengan Menteri Luar Negeri Palestina, Ayman Safadi di Amman, Yordania, kedua Menlu tersebut sepakat berkoordinasi dalam memperjuangkan hak dan kemerdekaan Palestina.

Seperti disampaikan dalam keterangan yang dilansir di akun resmi Kementerian Luar Negeri RI, Menlu Retno LP Marsudi menegaskan kembali komitmen kuat pemerintah untuk mendukung perjuangan Palestina dengan menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibukota dari negara Palestina. 

Dengan semangat itu pula Presiden Jokowi meminta negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) agar menindaklanjuti hasil KTT Luar Biasa yang sudah dilakukan. Dua poin penting yang tertuang dalam resolusi itu yakni mengakui Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina dan menolak pengakuan sepihak Trump.

Selain itu, Indonesia berupaya penuh dalam memberikan bantuan secara kongkret kepada Palestina. Indonesia kembali teguhkan komitmen untuk terus membantu perjuangan rakyat Palestina, melalui pemberian capacity building.

Pemerintah Indonesia memberikan komitmen bantuan senilai US$ 2 Juta atau setara dengan Rp 28,5 miliar untuk program capacity building, sesuai dengan kebutuhan rakyat Palestina, yakni pertanian, kewirausahaan, pemberdayaan perempuan, teknologi informasi dan komunikasi, tata pemerintahan dan pendidikan.

Indonesia berkomitmen dalam peningkatan program capacity building yang mana disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dalam pertemuan Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD) III di Bangkok, Thailand, 27 Juni 2018. Bantuan US$ 2 Juta tersebut akan disalurkan baik dalam kerangka Three-year Work Plan (2019-2021) CEAPAD, yang merupakan salah satu hasil pertemuan CEAPAD III ataupun modalitas lainnya. 

Selain bertemu dengan Menlu Palestina, Menlu RI juga bertemu dengan Commissioner General United Nations Relief and Works Agency (UNRWA). Menlu Retno dan Commissioner General membahas mengenai langkah dan rencana ke depan UNRWA sehubungan krisis finansial yang dihadapi oleh Palestina.

Peran UNRWA untuk pengungsi Palestina yang berjumlah lebih dari 5.3 juta sangat dihargai oleh Indonesia. Menlu Retno tegaskan komitmen Indonesia untuk membantu Palestina melalui UNRWA sangat dihargai peran dan kontribusinya.

CEAPAD adalah forum yang dibentuk sejak tahun 2013 sebagai wadah bagi negara-negara Asia Timur untuk membantu peningkatan kapasitas Palestina. Indonesia telah menjadi tuan rumah CEAPAD II di Jakarta, pada tahun 2014 dan tuan rumah dan ketua pertemuan CEAPAD tingkat pejabat tinggi di Jakarta tanggal 31 Mei 2018 sebagai persiapan pertemuan CEAPAD III.