Sejarah Pulau Jawa sangatlah Tua, jika ditelisik dari ditemukannya Prasasti gunung Padhang. Bahkan jauh lebih Tua dari Piramida Mesir. KIta bangsa yang besar, bangsa yang mampu menjadi tolok ukur kebudayaan dan tradisi. Itu dari segi bangunan dan tata cara hidup bermasyarakat. Lain lagi dengan artikulasi menggunakan Bahasa. Bahasa yang paling tebal di muka bumi adalah Bahasa Jawa. 

Sangat banyak tingkatannya. Ini menunjukkan peradaban yang sangat tinggi dan sudah berlangsung sejak lama. Abad ke 1 sampai ke 10 lain lagi ceritanya. Jawa sudah mengenal peradaban yang sangat tinggi. Ditemukannya banyak peninggalan di abad ini menandakan orang Jawa sangat tinggi peradabannya. Begitu juga dengan kerajaan-kerajaan yang pernah memerintah. Kita sudah khatam dan melalui berbagai peristiwa politik dan perebutan kekuasaan bertubi-tubi. Kita sudah sangat kenyang dengan peristiwa ini. 

Politik adalah kekuasaan. Keberlangsungan kekuasaan menjadi tujuan akhirnya.Tentu leluhur kita sudah mengetahui cara berpolitik yang tepat untuk anak negeri ini. Kejayaan Medang Kamulang, kejayaan Majapahit dan raja-raja tersirat dalam buku babad ttanah Jawa. Semua perpolitikan dan tata cara kelola negeri ii sudah mengalami trial error ratusan bahkan ribuan kali. Bangsa kita memang bangsa yang besar, kita generasi penerus sampai lupa kalau kita bangsa yang besar. Karena lupa sengaja tak mengingat, lalu menjadi inferior. 

Dinamika kekuasaan dan tata cara pemerintah Kerajaan dahulu menggunakan sebuah tatanan Raja dan Patih atau biasa disebut Perdana Menteri. Raja bentuk sebuah simbol negara dan kedaulatan, Patih merupakan simbol dari pembangunan. berbeda jalur tapi saling melengkapi. Keduanya harus bersatu padu dalam melaksanakan pembangunan. 

Keduanya harus garda depan negeri ini. Sifat cerdas dan kebijakan yang arif merupakan syarat utama. Para resi dan pendeta menjadi fungsi penasehat untuk bersama memonitor keadaan rakyat. Penasehat Raja mutlak diperlukan sebagai acuan dasar Negara. Ahli di bidang apapun diajak berdiskusi untuk mengelola dan mengatasi permasalahan. Semua didasarkan pada kepentingan rakyat, Upeti memang sudah dijadikan untuk mengelola kas negara Semua dikembalikan ke rakyat dalam bentuk perlindungan dan militer. Pembangunan menyeluruh di wilayah Kerajaan. 

Peran Perdana Menteri sangat krusial, karena menyangkut pembangunan di dalam kerajaan, dia akan mengontrol jalannya pembangunan kerajaan. Musyawarah dilakukan dengan ahli ahli di bidang masing-masing. Terjadilan mufakat. Semua langsung menjalankan visi dan misi. Raja memilki fungsi kontrol sepenuhnya. Keduanya beriringan memajukan Bangsa. Outputnya adalah kesejahteraan Rakyat, 

Jika sebuah kerajaan makmur tentu akan membuat Kerajaan lainnya ingin menguasai. Terjadilah sengketa. Perebutan kekuasaan. Kedua kerajaan sepakat berperang. Kedua Kerajaan saling berhadap-hadapan. Terjadilah Perang, kesepakatan disepakati, Begitu seterusnya. Diatas itu semua harus ada namanya Etika. Candi dan Prasasti ditulis untuk memperingati kemenangan dan kekalahan lawan. Menjadi simbol untuk peringatan bagi Kerajaan lain yang tidak tunduk dan patuh. 

Kesemua konflik dalam berpolitik leluhur kita sudah sangat kenyang akan hal ini. Semua bisa diatu dan disepakati dengan cara dan adat ketimuran yang luwes dan berorientasi ke rakyat. Lalu, kita mengalami kemunduran, dijajah penjajah, kita mengadakan perlawanan. Lalu kita dibodohkan selama berabad abad. Kita hanya lupa akan kebesaran negeri ini. Kita lupa kita bangsa yang besar sejak dahulu kala. 

Kita hanya perlu mengingatkan ke anak cucu kita kalau kita adalah Bangsa yang besar, bangsa yang mampu mengatasi masalah demi masalah, dari waktu ke waktu dengan metode ketimuran dan kebhinekaan. KIta sekarang mengalami konflik berkepanjangan, kita hanya perlu mengingatkan ke generasi penerus kita. Tengoklah kaca spion kita, leluhur kita sudah trial dan error terhadap permasalahan ini. Kembalilah menjadi generasi sebuah Bangsa yang besar bernama Nusantara. Indonesia negeriku, luhurlah selalu. Kembalilah berjaya seperti masa masa lalu. Amin.