Pola tidur merupakan salah satu komponen yang penting bagi seseorang yang dapat memengaruhi aktivitas orang yang bersangkutan. Konsentrasi belajar bagi peserta didik itu sangat penting karena dapat menentukan kualitas penyerapan ilmu berdasarkan informasi yang diberikan oleh pendidik. 

Pola tidur merupakan irama tidur yang berulang setiap harinya sesuai dengan jadwal dengan frekuensi yang sama. Konsentrasi belajar adalah pemusatan daya pikir seseorang terhadap suatu objek yang dipelajari, dan dalam konteks ini adalah mempelajari mata pelajaran di sekolah hingga bangku kuliah yang dilakukan oleh peserta didik mulai dari anak TK (Taman Kanak-Kanak) hingga Mahasiswa.

Pola tidur yang terganggu dapat memberikan berbagai dampak pada manusia. Ketika kurang tidur seseorang akan berpikir lebih lambat, membuat lebih banyak kesalahan dan sulit mengingat sesuatu. 

Tidur merupakan proses fisiologis yang sangat penting untuk manusia serta memberi pengaruh besar terhadap psikologi dan kesehatan fisik. Beberapa penyebab gangguan tidur dikarenakan terlalu banyak stimulasi sebelum tidur seperti bermain handphone, hal itu dapat memengaruhi produksi melatonin yang membuat otak berpikir bahwa tubuh belum siap untuk tidur. 

Gaya hidup tidak sehat, seperti pada saat hendak tidur tetapi meminum kopi yang mengandung kafein juga dapat menjadi salah satu penyebabnya. Perubahan aktivitas seperti terlalu banyak tugas sekolah maupun kuliah yang menyebabkan stres, khawatir, depresi juga bisa menjadi penyebab seseorang susah tidur karena otak terus bekerja. 

Pola tidur tidak teratur yang berkepanjangan akan mengakibatkan perubahan-perubahan pada siklus tidur biologisnya, menurunkan daya tahan tubuh, mudah tersinggung, depresi, kurang konsentrasi, kelelahan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi keselamatan diri sendiri bahkan orang lain.

Ketika peserta didik kurang tidur maka akan ditandai dengan beberapa tanda fisik, seperti ekspresi wajah (area sekitar mata lebih gelap, konjungtiva kemerahan, kelopak mata terlihat bengkak, mata terlihat cekung), kurang mampu berkonsentrasi (kurang perhatian), kantuk yang berlebihan (sering menguap), dan terlihat keletihan. 

Sedangkan jika dilihat dalam sudut pandang psikologis, peserta didik akan terkesan menarik diri, respons menurun, apatis, malas berbicara, daya ingat berkurang, bingung, timbul halusinasi, serta menurunnya kemampuan memberikan pertimbangan atau keputusan.

Pola tidur tidak teratur disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya adalah faktor internal yang meliputi kondisi fisiologis dan kondisi psikologis yang mencakup minat, kecerdasan, bakat, dan motivasi. 

Seseorang yang kurang tidur dan memiliki kualitas tidur yang buruk juga sangat memengaruhi tingkat konsentrasi belajar peserta didik karena mereka akan mudah mengantuk dan tidak mudah berkonsentrasi untuk menerima pembelajaran. 

Faktor eksternal juga memengaruhi tingkat konsentrasi belajar peserta didik seperti faktor lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, misalnya terdapat masalah di antara ketiga lingkungan tersebut tentunya dapat mengganggu tingkat konsentrasi belajar karena peserta didik tersebut hanya fokus terhadap permasalahannya sendiri bukan pada pembelajaran yang sedang diikuti.

Kualitas dan pola tidur seseorang berhubungan erat terhadap konsentrasi belajar peserta didik, kualitas tidur yang baik akan mempengaruhi tingkat kesiapsiagaan dan pemusatan perhatian terhadap suatu objek yang dipelajari. 

Seseorang yang memiliki tingkat kualitas tidur yang buruk atau kurang tidur akan mudah mengantuk, mudah lelah dan juga memengaruhi suasana hati (mood) yang dapat berpengaruh terhadap tingkat konsentrasi belajarnya. 

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pola tidur sangat berpengaruh terhadap konsentrasi belajar, kewaspadaan, energi, suasana hati, persepsi, daya ingat, daya pikir dan lain sebagainya.

Guna mencapai tidur yang berkualitas tentunya kita harus memikirkan berbagai macam cara untuk mengatasi terganggunya pola tidur dengan mengusahakan untuk tetap rileks satu jam sebelum tidur, menghindari kegiatan fisik berlebihan, berusaha untuk tetap memejamkan mata sampai tertidur lelap, tidur di ruangan yang berventilasi baik, tidur dengan posisi yang benar, mengatur jadwal tidur yang teratur setiap harinya, menghindari makanan berat sebelum tidur yang dapat digantikan dengan alternatif makanan lain seperti produk susu, jangan membuat otak bekerja terlalu keras sebelum tidur, seperti menonton televisi, bermain handphone, membaca cerita yang menyeramkan, dan jangan tidur terlalu larut malam.

Menjadi peserta didik sebaiknya kita harus mampu memilah mana yang manfaat dan kurang bermanfaat untuk setiap kegiatannya, agar semua hal yang dilakukan dan dihasilkan dapat menjadi manfaat bagi diri kita sendiri bahkan orang lain, yang tentunya nanti akan berpengaruh terhadap setiap tindakan yang akan dilakukan, jika seseorang mempunyai porsi dan jadwal untuk melakukan setiap kegiatan, maka dipastikan hidupnya akan teratur termasuk dengan pola tidurnya, kemudian akan menghasilkan konsentrasi belajar yang berkualitas pula.

Itulah hubungan antara pola tidur terhadap konsentrasi belajar peserta didik, semoga dengan analisis tersebut di atas kita semua dapat memperbaiki pola tidur kita yang kurang teratur agar bisa menghasilkan tingkat konsentrasi belajar yang lebih berkualitas.