Saat ini seluruh masyarakat khususnya masyarakat di Indonesia telah bersama-sama beradaptasi dengan keadaan sekarang, semua orang mulai dapat beraktivitas seperti biasa dengan melakukan Vaksinasi. Meski sudah melakukan Vaksinasi kita harus tetap menjalankan protokol kesehatan.

Sesuai dengan data Covid-19 dilihat dari data rekapan pertanggal 17 Mei 2022 jumlah penduduk di Indonesia yang Positif Covid-19 sebanyak 6.051.205 penduduk sementara yang sembuh sebanyak 5.890.826 penduduk namun jumlah yang meninggal sebanyak 156.481 penduduk.

Walaupun saat per 17 Mei 2022 kemarin, Bapak Joko Widodo telah menungumumkan bahwa masyarakat sudah diperbolehkan untuk membuka masker di dalam ruangan namun kita tetap menjaga kebersihan demi diri kita agar terhindar dari virus yang lain.

Pada akhirnya penduduk yang terpapar covid-19 cenderung menurun dari tahun-tahun sebelumnya, hal ini dikarenakan Pemerintah mengharuskan seluruh masyarakat untuk melakukan Vaksinasi Covid-19 sebagai salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran virus ini.

Pada data Kominfo jumlah penduduk yang sudah Vaksin pertama sebanyak 199.644.471 orang, sementara untuk Vaksin kedua sebanyak 166.290.758 orang, dan jumlah penduduk yang sudah Vaksin ketiga sebanyak 42.734.668 orang (kemkes.go.id 2022).

Jumlah angka tersebut akan terus naik seiring dengan kerjasama antara masyarakat dan pemerintah, semakin banyak orang yang sudah melakukan Vaksinasi maka kemungkinan semakin sedikit pula penduduk yang terpapar Virus Covid-19 ini.

Vaksinasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan jumlah masyarakat yang terkena Covid-19, Namun melakukan Vaksinasi saja tidaklah cukup, hal ini juga perlu diimbangi dengan pola hidup yang sehat mengingat pada saat ini kita sedang dikagetkan dengan Virus Hepatitis, virus ini dominan menyerang kalangan anak-anak.

Hepatitis adalah adalah suatu proses peradangan difus pada jaringan yang dapat disebabkan oleh infeksi virus dan oleh reaksi toksik terhadap obat-obatan serta bahan-bahan kimia.Penyakit ini menyerang semua umur, gender dan ras di seluruh dunia (Rumini n.d.).

Hepatitis yang terjadi di Indonesia membuat seluruh warga net heboh, dikarenakan penyakit ini langsung menyerang anak - anak yang masih di bawah umur, sehingga tidak sedikit anak - anak yang terkena penyakit ini sampai menyebabkan kematian dini.

Sesuai dengan catatan WHO, ada lebih dari 170 kasus yang dilaporkan oleh dari 12 negara (Intan Rakhmayanti Dewi 2022). WHO menerima laporan pertama kali pada per 5 April 2022 dari Inggris Raya mengenai 10 kasus Hepatitis Akut yang tidak diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis of Unknown aetiology ).

Kasus terjadi pada anak usia kisaran 1 bulan sampai dengan 16 tahun. Beberapa anak di antaranya (10%) memerlukan transplantasi hati, dan satu kasus dilaporkan meninggal. Di Indonesia terdapat kurang lebihnya 15 kasus Hepatitis Akut sesuai dengan Catatan Kementrian Kesehatan.

Penyakit Hepatitis ini terdeteksi di 5 Provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Bangka Belitung (Sari 2022). Penyakit tersebut di Indonesia diduga dapat menular melewati saluran cerna, atau sama halnya dapat menyebabkan diare. Virus tersebut dapat muncul dikarenakan pola hidup manusia yang tidak sehat.

Pola hidup yang tidak sehat dapat menimbulkan berbagai macam jenis penyakit selain itu juga dapat membuat daya tahan imun tubuh kita menurun, oleh karena itu kita harus menerapkan pola hidup sehat.

Pola hidup sehat adalah gaya hidup yang memperhatikan segala aspek kondisi kesehatan. Mulai dari makanan, minuman, nutrisi yang dikonsumsi dan perilaku kita sehari- hari. Baik itu dalam sebuah rutinitas olahraga yang tentu akan menjaga kondsi kesehatan dan juga akan menghindarkan kita dari penyakit.

Tujuan dari pola hidup sehat adalah untuk menjaga tubuh agar tidak mudah sakit, dan juga bisa menjaga kesehatan mental agar tidak mudah depresi ataupun stress, dengan menerapkan pola hidup sehat setidaknya kita dapat membantu mengecilkan angka penularan berbagai macam penyakit yang ada di Indonesia pada saat ini.

Khususnya untuk penyakit menular seperti Hepatitis masyarakat diwajibkan untuk menjaga kebersihan diri, seperti rutin mencuci tangan, hindari berbagi jarum suntik, serta tidak menggunakan alat kebersihan diri bersama orang lain.

Upaya pencegahan sekecil apapun itu diharapkan dapat memutus penyebaran penyakit Hepatitis dan menghindari wabah penyakit baru. Sama halnya dengan Virus Covid-19, penularan Hepatitis ini dapat dicegah melalui Vaksin Hepatitis.

Vaksin merupakan cara pencegahan yang paling efektif untuk menekan penyebaran kasus Hepatitis. Nantinya, saat Vaksin Hepatitis diberikan kepada orang beresiko terinfeksi, tubuh akan dirangsang untuk membuat antibodi.

Kebersihan makanan dan minuman juga wajib untuk diperhatikan, melihat kita berupaya untuk menerapkan pola hidup sehat. Makanan dan minuman yang kaya akan vitamin dan protein bagus untuk menambah sistem kekebalan imun tubuh manusia.  

Pentingnya seseorang memperhatikan kebersihan dan kualitas lingkungannya saat ingin menerapkan pola hidup yang sehat. Hal ini dikarenakan lingkungan dapat berpengaruh besar dalam penerapan pola hidup sehat, terutama di era Indonesia yang sekarang.