Kita perlu menyadari banyak manfaat dari adanya pohon, bahkan begitu banyak manfaatnya yang di luar batas pengetahuan kita. Hal yang umum; Kita bisa menghirup udara segar, merasakan kesejukan hijaunya pepohonan dan bahkan memandang keindahannya (pantas untuk dikagumi). 

Pohon juga merupakan rumah bagi burung-burung di udara, tempat berlindung bagi hewan di hutan, dan bahkan semua makhluk hidup mencari makanan di sana.

Pohon  salah satu paling istimewa dalam menyongkong kehidupan. Walau tak mampu bicara dan hanya berdiam di tempat hingga mati. Tapi pohon adalah salah satu yang terpenting dalam kelangsungan hidup manusia.

Berkat pohon juga, keindahan alam turut memancarkan pesona hingga kita dengan senang dan bangga menjadikannya tempat piknik, hiburan dan wisata di berbagai daerah kita bahkan seluruh penjuru dunia. Hal ini, menunjukkan begitu melimpahnya kekayaan alam di bumi ini dan betapa menakjukkannya segala ciptaan Tuhan.

Kita manusia sebagai orang percaya pada Pencipta. Sudah seharusnya kita bersyukur tentang apa yang tercipta dengan sangat indah dan sempurna dalam hidup kita. Jadi sepantas menjaga, merawat dan melindunginya kelestarian alam.

Terlebih lagi firman Allah dalam kitab Kejadian 1 Pasal 1, ayat 28 “Manusia telah diberkati, beranak cucu dan penuhi seluruh bumi. Allah juga memberikan tugas pada kita manusia; Menjaga, merawat, melindungi seluruh makhluk hidup baik yang ada di air, udara dan tanah, (yang berjalan, merayap, berenang dan lain sebagainya)”. Kita dituntut untuk melestarikan alam semesta ini.

Mari kita merenung. Begitu besarnya ciptaan Tuhan Yang Maha Esa ke pada semua makhluk hidup di bumi ini dan hanya kita manusia satu-satunya makhluk hidup yang diberikan Akal dan pikiran. Demikian kita mampu menganalisis setiap kejadian yang terjadi di hadapan kita.

Karena itu, semakin hilangnya keindahan bumi ini tidak terlepas dari sikap dan tindakan kita manusia. 

Bagaimana tidak? Pembangunan ada di mana-mana, gedung-gedung berdiri menjulang tinggi seakan menunjukkan kegagahan menggantikan pepohonan di hutan, pabrik-pabrik disertai kebisingannya yang seolah lebih merdu dari kicauan burung di atas pepohonan. 

Semua dengan bangga mengeruk habis-habisan Sumber Daya Alam. Bagunan mewah ada di sana-sini tanpa mempertimbangkan kerusakan ekosistem, dan sangat disayangkan “motto; mari lestarikan alam kita” hanya kepentingan bisnis semata.

Hal itu membuat semakin banyaknya hutan rusak, ditambah lahan hutan yang tiap tahun berkurang ratusan hektar. Dipastikan, hampir dari berbagai jenis hewan akan kehilangan tempat tinggal, makanan dan keluarga serta kehidupan kita manusia yang nantinya juga akan terancam. 

Demikian pula mereka hewan akan terancam punah, semua karena ulah kita manusia yang tidak bertanggungjawab dan rakus.

Jika demikian, ayok sejenak merenung kembali dan berpikir. Kemanakah nasib anak bangsa ini kelak? Jika kita belum sadar dari sekarang, merasa kerusakan lingkungan bukan tanggungjawab kita dan tidak menjaganya mulai dari hari ini. Kita akan disadarkan kalau suatu hari nanti, alam akan murka dan merenggut jutaan nyawa makhluk hidup di bumi ini--termaksuk kita manusia.

Mari buka mata kita, tentu kita sebagian besar tidak asing dengan falsafah berikut ini "apa yang kita lakukan sekarang menentukan hari esok". Jangan sampai apa yang selama ini kita Khwatirkan bahwa udara yang sehat dan bersih akan semakin hilang dan hal itu terjadi.

Kita paham kemajuan teknologi akan berdampak positif dan negatif. Di sinilah kita sebagai anak bangsa harus bisa mengkaji lebih dalam memajukan teknologi yang berdampak ke arah yang positif. 

Jangan sampai kita yang diperbudak oleh Teknologi dan kemudian merusak lingkungan dan mencemari air dengan keberadaan teknologi yang kita punya. Harusnya, manusia yang menciptakan, harus kita juga yang mengendalikan dan memanfaatkannya untuk melestarikan lingkungan.

Harapannya, niatan untuk menjaga dan melindungi lingkungan tidak hanya mimpi dan angan semata. Mari bangun bersama, tinggalkan hal-hal yang bersifat negatif. 

Para anak-anak bangsa yang semakin salah dalam menggunakan teknologi jenis smartphone. Ayok, sudahi dan jangan lagi mau dikendalikan dengan apa yang ada pada genggaman tangan kita.

Bermain game seharian, tentu berdampak buruk. Salah satunya, lalai akan tanggunjawabnya. Jika begitu, bagaimana mungkin lagi bisa berbicara kelestarian lingkungan.

Bermain game online yang terlalu lama, sampai-sampai untuk makan saja lupa. Efeknya, tentu membantu orangtua pun malas dan sekolah juga menjadi sering cabut dari jam pelajaran. Parahnya lagi, orangtua pun bahkan ada yang telah menyerah dalam mendidik anaknya. Lalu jika demikian, bagaimana nasib kita kedepan? Hancur sudah.

Jika kita masih lalai dalam hal yang spele ini, dan anggap biasa saja. Kita telah menyia-yiakan waktu, kesempatan, bahkan cinta orangtua kita terutama pada sang pencipta. Maka hidup kita kelak akan berujung pada penyesalan di kemudian hari.

Harapan penulis, kita harus benar-benar sadar bahwa bumi membutuhkan kita sebagai control dalam seluruh kehidupan di muka bumi ini. Jangganlah saling melepas tanggungjawab, mari bersama-sama saling menopang, karena kekuatan itu tidak cukup hanya satu, namun diperlukan sebanyak-banyaknya.

Seperti satu lidi dapat patah, tetapi jumlah yang banyak akan sulit dipatahkan. Terlebih lagi, kelestarian lingkungan tidak hanya tanggungjawab satu orang, tapi kita semua.

Jangganlah kita lupa. Alam memberikan kita kehidupan, darinya kita bisa menikmati berbagai jenis buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian. Apalagi saat kita membutuhkan hujan untuk tanaman kita, pepohonanlah yang mengontrol hingga air tidak begitu deras mengalir dari sungai. Jika tidak, air akan keluar dari zona sungai dan kemudian menghantam tanaman kita.

Itu sebabnya kita harus menjaga alam ini agar tetap lestari sebagaimana juga yang dilakukan para nenek moyang kita. Amanah itu, harus kita teruskan sampai anak cucu kita kelak. 

Tidak saja hanya untuk kepentingan kelestarian lingkungan. Tapi lebih kepada keberlangsungan hidup manusia. Kita bergantung pada kelestarian lingkungan. Lingkungan rusak, kita juga akan ikut rusak. Sebab? Nyawa seluruh manusia, dipertaruhkan dalam kelestarian lingkungan.