Pillow Talk Solusi Pasutri  

Bagi yang ngepans Zayn Malik eks personal group band One Direction, pillow talk sudah tidak asing lagi. Kalimat ini diangkat sebagai judul lagu di album single perdananya tahun 2016.

Jadi ingat film Garin Nugroho “Daun di Atas Bantal” haha, saya coba mencari referensi lebih banyak lagi tentang pillow talk agar kalimat tersebut tidak terkesan “vulgar” serta lebih mudah dicerna dengan kalimat sederhana, bahwa kalimat ini menggambarkan percakapan intim, hangat dan mendalam yang terjadi diatas tempat tidur. Biasanya dilakukan menjelang tidur atau sebaliknya setelah bangun tidur.

***

Menerawang suasana indah, sambil menikmati  letihnya sepulang bekerja dikantor. Makan dilayani istri dengan sentuhan lembut, saling menebar pujian, ada senyuman dan candaan ringan, instrumental musik romantis bikin baper suasana, tangan hangat meraih jemari, "Pak, bangun! mie rebusnya sudah jadi tuh dimeja." Istrinya membangunkan suaminya yang ketiduran didepan tv sepulang bekerja.

Buru-buru saya cuci muka, terdengar istri pamitan mau nidurin sikecil yang sudah rewel karena tidurnya terganggu saat bapaknya buka pintu gerbang yang berisik. Wajar istri kecapekan setelah seharian menyelesaikan pekerjan rumah plus anak yang harus ekstra dijaga dalam masa pertumbuhannya. Rasanya ga tega untuk minta ditemani istri makan sepulang bekerja seperti dimimpi tadi.

Tidak sedikit pasangan yang membiarkan situasi ini sebagai pemakluman, sehingga semua perilaku suami istri sehari-hari dianggap sah-sah saja dimata keduanya. Klasik,! masing-masing terjebak dalam rutinitas kesibukan tugas sehari-hari, sehingga merasa semuanya berjalan normal meskipun banyak ganjalan dihati yang belum terpecahkan oleh keduanya.

Jika dibiarkan situasi seperti ini bisa menjadi “bom waktu” dirumah tangga. Kenyataannya yang tumbuh subur justru  saling menyalahkan, merasa paling berperan dalam urusan rumah tangga. Mulai mencari  pembenaran untuk setiap yang dilakukannya. Bahkan perlahan hilang keterbukaan dalam berkomunikasi .

Sepertinya sudah saatnya saya tarik napas dalam-dalam nih, belajar berpikir melingkar, coba runut lagi dimana akar permasalahannya jangan sampai makin rumit seperti benang kusut yang  buang waktu untuk bisa mengurutnya dari awal.

Bisa jadi ada beberapa suami yang menganggap bahwa dengan memberikan kewajiban uang belanja bulanan untuk istri, sudah merasa semua urusan bisa terselesaikan dengan sendirinya, tanpa mempehatikan bahasa kasih pasangannya.

***

Hingga akhirnya sayapun mencoba untuk meluangkan waktu sejenak sebelum tidur. Saya berusaha mengkondisikan fisik dan psikologis agar dalam keadan nyaman. Begitu juga dengan pasangan, mintalah waktunya dengan segala ketulusan hati tanpa memaksakan kehendak.

Saya terlebih dahulu memulainya dengan diskusi ringan tanpa adanya beban, belajar lagi memberikan pujian dengan tulus untuk kerja keras istri selama dirumah, diselingi dengan godaan dan candaan yang ‘segar” menyenangkan hati pasangan.

Nikmati irama kelapangan hati berdua, sambung lagi tentang impian berdua di awal niat membangun rumah tangga. Hidupkan kembali kenangan romantis saat pertama berjumpa. Ulurkan hati tentang rencana liburan indah bersama keluarga.

Coba nikmati hasilnya. Anda dan pasangan serasa menemukan kembali “harta karun” yang hilang didalam rumah tangga sendiri. Banyak yang belum menyadari dampak positif yang dihasilkan dari pillow talk. Bisa jadi semua rencana keluarga yang sudah menumpuk dihati dan kepala masing-masing seolah kran sumbatannya di buka, hingga mengalir deras semua air yang ada didalamnya.

Pillow talk berfungsi memberi sensasi relaks mengisi otak dan hati sebelum beranjak tidur. Jadikan keadan ini sebagai  kebutuhan saat menjelang tidur. Sejauh ini ada perasaan optimisme yang tumbuh dalam mejalani kehidupan untuk lebih baik lagi. Cara berkomuniasi yang lebih positif dan produktif dengan pasangan.

Tidak harus dilakukan ketika sedang ada masalah. Namun ketika diperlukan, pillow talk bisa menjadi obrolan mencari solusi dalam suasana yang nyaman tanpa beban.

Tidak juga harus ada kesetaraan dominasi dialog. Mungkin salah satu sedang mood untuk sekedar menjadi pendengar setia, yang terpenting adalah kontak hati. Pillow talk juga bisa merangsang simpul-simpul kejujuran terhadap diri sendiri. Mengakui kelebihan dan kekurangan dan memakluminya. Pillow talk adalah hal sederhana tapi sering dilupakan.

Jadi, kalau ada yang pernah mendengar pillow talk ini dilakukan setelah berhubungan seksual, sepertinya kurang tepat. Karena sebenarnya, pillow talk bisa dilakukan kapanpun kamu mau.

Jadikan pillow talk adalah habit, dan bukan sekedar formalitas sehingga diharapkan adanya kerelaan berbagi dan berdiskusi tentang satu topik atau lebih. Hingga berguna untuk membangun koneksi pasangan berdua.

Mungkin pengetahuan ini bisa juga dimasukan dikurikulum pra nikah di kantor urusan agama, agar para calon pengantin saling memahami bahwa urusan rumah tangga bukan hanya memenuhi nafkah keluarga, sandang, papan pangan  dan keturunan. Tapi aspek psikologis pasanganpun harus menjadi perhatian, yang  semuanya satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan.

Suryana fahlevi, di Jakarta