Pesta demokrasi dalam rangka memilih pimpinan daerah akan berlangsung pada 23 Juni 2018. Pelaksanaannya serentak dilakukan di 171 daerah yang terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Sejumlah partai politik sedang dan telah menentukan para kandidat yang akan diusung untuk berkompetisi memenangkan kursi pimpinan di 171 daerah yang mengikuti pesta bergengsi ini. Kolaborasi politik begitu sengit terjadi antara satu partai dengan partai lainnya dalam menentukan kandidat yang potensial untuk diusung.

Ideologi pembangunan menjadi icon utama bagi para kandidat yang mencalonkan diri. Pengetasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari visi dan misi.

Pendeklarasian kandidat yang akan berkompetisi di pesta demokrasi ini , telah banyak dilakukan di beberapa provinsi. Masyarakat juga terlibat aktif menunjukan peran mereka dalam mendukung kandidat yang menjadi pilihan mereka. Bersamaan dengan agenda pendeklarasian kandidat tersebut, ada kepala daerah yang tersandung kasus korupsi di beberapa provinsi dan kabupaten.

Harapannya, melalui kasus-kasus korupsi yang melibatkan pimimpin daerah, tersebut, menjadi tolak ukur bagi masyarakat untuk menentukan pilihan yang tepat. Pilihan yang berdasarkan keputusan politik yang rasional dan bertanggungjawab dan bukan atas dasar kekerabatan yang tidak bertanggungjawab.

Political decisions atau keputusan politik, merupakan privat property right yang dimiliki oleh masing-masing individu. Ranah privat tersebut tidak dapat dimasuki oleh orang lain, sebab itu adalah hak mutlak setiap individu.

Sistem demokrasi yang diterapkan dalam pesta pemilihan kepala daerah telah mengintegrasikan setiap individu di dalamnya dan memberikan ruang privat untuk menentukan pilihan atas dasar hak masing-masing.

Dalam political decisions, masing-masing individu dengan bebas menentukan pilihan politik mereka. Namun kebebasan itu perlu digunakan untuk memilih pimpinan daerah yang dapat dijadikan sebagai teladan dalam masyarakat.

Menjadi leader dalam masyarakat, tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, namun juga membutuhkan kecerdasan spiritual. Dua bentuk kecerdasan ini harus dimiliki oleh setiap kandidat yang mencalonkan diri menjadi pemimpin daerah.

Selain political decisions, ada juga political kinship atau politik kekerabatan yang didasarkan pada hubungan kekerabatan. Ada tiga faktor yang berkaitan dengan political kinship ini.

Pertama, pilihan politik berdasarkan hubungan kekeluargaan. Bagian ini seringkali menjadi faktor utama penentuan pilihan oleh sebagian besar masyarakat. Karena ada hubungan kekeluargaan yang mengikat, sehingga dukungan perlu diberikan kepada anggota keluarga yang hendak mengikuti suatu pesta demokrasi.

Kedua, pilihan politik berdasarkan hubungan persahabatan. Faktor ini juga sangat berpengaruh dalam menentukan pilihan politik. Persahabatan antara satu individu dengan salah satu kandidat, akan mempengaruhi keputusan politik dari individu-individu yang memiliki hubungan persahabatan dengan kandidat tertentu. 

Ketiga, pilihan politik berdasarkan “hutang budi”. Untuk bagian ketiga ini, biasanya dimiliki oleh orang-orang yang pernah mendapatkan bantuan dari kandidat yang mencalonkan diri. ”Hutang budi” membuat mereka harus menentukan pilihan politik kepada kandidat yang pernah memberikan bantuan kepada mereka.

Tiga faktor ini pada dasarnya dimiliki oleh setiap individu secara berbeda. Ada yang memilih karena hubungan keluarga, namun adapula yang memilik karena hubungan persahabatan dan “hutang budi”.

Dalam perspektif teori pilihan rasional yang dikemukakan oleh Weber, dikatakan bahwa seluruh perilaku sosial disebabkan oleh perilaku individu atas keputusannya sendiri. Teori pilihan rasional juga berasumsi bahwa seseorang memiliki preferensi di antara beberapa pilihan alternatif yang memungkinkan orang tersebut menyatakan pilihan yang diinginkannya.

Berdasarkan teori tersebut, maka dapat dikatakan bahwa keputusan pilihan politik tidak bersifat mutlak, namun didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan rasional setiap individu.

Political decisions dan political kinship ada di dalam diri setiap individu. Memutuskan pilihan atas dasar pertimbangan rasional juga ada di dalam diri inditvidu. Dengan demikian, setiap individu diharapkan menentukan pilihannya dengan arif dan bijak, sehingga pemimpin daerah yang terpilih di kemudian hari dapat bekerja dengan arif dan bijak pula.

Pilihan setiap individu, menentukan masa depan masyarakat lima tahun, sehingga pilihan masyarakat harus benr-benar dilakukan dengan cerdas. Apakah political decisions yang akan membuat kita menentukan pilihan dengan benar? Atau political kinship yang justru menjadi kebenaran pilihan kita? Mari menentukan pilihan dengan bijak dan arif.